PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
Episode 55 (7 bulanan perang dingin)


__ADS_3

"Masa sih? Seharusnya kan dia jadi menantu Bu'de lebih pantas kan? Nita cantik,pintar, berprestasi,pandai masak.Pasti juga lebih pandai di atas kasur.Kamu lihat,Sekolah nilai standar,cantik juga sih..Tapi masak saja tidak bisa,ke dapur jarang.Pasti di kasur suami kamu saja yang bekerja sama seperti ibu kamu." Ibu Nita mulai mengeluarkan julid nya.Hanya Ibu Nita yang tidak terlalu suka dengan Ibu Dinda hingga tidak menyukai anak-anak Ibu Nita.


Ibu Dinda pun tampak tidak terima atas apa ucapan sang kakak ipar berkata."Mbak kenapa masih saja tidak menyukai anak ku? Jika memang tidak menyukai ku jangan anak ku yang mbak hina."


"Ada apa ini?" tanya seseorang menghampiri kumpulan perempuan di rumah itu.Seseorang itu merasa suasana disini berbeda saat tadi ia masih duduk bergabung disini.


"Kakak..Sini."Dinda berdiri menghampiri Toni kemudian mengajak bergabung lagi.


"Nita sini deh."Sebenarnya dia enggan menyebut nama sepupu nya ini.


Nita sudah berdiri di antara Dinda dan Toni.Ia sengaja berdiri di antara Dinda dan Toni agar Dinda marah.Namun salah Dinda malah tampak biasa.


Dinda tersenyum menatap suaminya."Sayang boleh Dinda tanya?"


Toni mengerutkan kening hingga alis nya pun menyatu."Tanya saja sayang..Biasa juga tidak ijin."


"Jika Dinda gak hamil,kita belum menikah.Dinda dan Nita menyukai kakak, siapa yang kakak pilih?"Tanya Dinda.


Toni memperhatikan kedua bersaudara sepupu itu.Tampak keduanya tersenyum padanya.


"Harus jawab jujur?"


Dinda dan Nita menganggu bersamaan.


"Tentu kamu lah."Jawab Toni cepat.


"Ada apa sih sayang?"Lanjutnya lagi.


Belum sempat Dinda menjawab sudah di potong dengan Ibu Nita.

__ADS_1


"Tapi anak saya selain cantik juga berprestasi di sekolah,pandai memasak,gesit bersih-bersih rumah,apalagi urusan di atas tempat tidur pasti jago beda dengan Dinda." Ucap Ibu Nita membanggakan anak semata wayangnya itu.


Toni mulai mengerti mengapa suasana jadi berubah.Ia menatap Ibu Nita tampak angkuh membanggakan putri nya.Kemudian ia menatap Ibu mertua nya tampak murung disana.


Toni tersenyum melihat sang istri juga tengah tersenyum padanya.Ia heran apa ia tidak tersinggung apa yang di katakan saudara nya sendiri.Ia juga melihat Nita sedang menatap ke arah Dinda dengan tatapan remeh.


"Saya akan tetap memilih Dinda,karena saya mencari istri bukan pembantu,Di rumah kami sudah memiliki pelayan juru masak,pelayan bersih-bersih rumah,kalau masalah keahlian di atas tempat tidur itu urusan saya dan Dinda.Bahkan sampai sekarang saya sangat puas dengan servis diberikan Dinda walau tanpa menyatu karena dokter sudah melarang kami melakukan itu." Toni menjelaskan panjang lebar walau ada sedikit kebohongan disana yang mengatakan dokter melarang agar tidak ada yang menjelekkan sang istri.


Tampak Ibu Dinda tersenyum bangga dan bahagia.Bangga dengan menantu baru nya ini,ia bisa melihat cinta itu begitu besar untuk anak manja nya berbeda dengan mantan menantu nya.


Dinda benar-benar bahagia mendengar penjelasan sang suami.


Semoga aku bisa secepatnya mencintaimu kak..Semoga aku bisa melupakan kamu Dim. Maaf jika suatu saat kamu mengetahui aku sudah mencintai laki-laki lain.


"Kakak.." Dinda berlari kecil kemudian melompat ke arah Toni dengan maksud agar di gendong dengan sang suami.


Sontak hal itu membuat semua orang yang melihatnya terkejut bahkan beberapa orang berlari untuk menangkap Dinda jika Toni gagal menangkap Dinda.


Beruntung Toni sigap menggendong Dinda.


"Sayang.."Toni masih shock dengan kelakuan Dinda.


"Kakak hebat."Ucap Dinda masih berada di gendongan Toni.


"Iya sayang..Tapi jangan ceroboh begini lagi ya.. ingat anak kita,dan lihat kamu sudah membuat semua orang spot jantung."


Dinda terkekeh."Baiklah."Dinda turun dari gendongan Toni.


Dinda beralih menatap Nita.Kini ia memasang wajah serius tidak seperti tadi.

__ADS_1


"Nit,aku heran sama kamu..Dari dulu masih saja iri dengan ku.Saat aku pacaran dengan Aril juga kamu bilang pengen punya pacar kayak Aril.Aku hanya diam kan? walau pernah Aril selingkuh dengan mu juga aku gak masalah.Bukan nya kamu lebih berprestasi dari ku? Seharusnya kamu mudah mendapatkan lebih dari ku.Dan untuk kali ini aku gak akan diam saja jika suami ku akan kamu rebut." Dinda berbicara tetap dengan nada lemah lembut.


"Dan untuk Bu'de,tolong jangan lagi membenci kami.. Sebenarnya Bu'de ini kenapa membenci kami? Kenapa masih tidak terima Bapak menikahi Ibu Dinda yang tidak punya apa-apa? Apa Bu'de tidak melihat jika anak-anak Ibu Dinda mendapatkan menantu orang berada? bang Rizky sama hal dengan keluarga kita yang kebanyakan berprofesi sebagai abdi Negara?


Lihatlah suami Dinda, penampilan nya bahkan tampak memperlihatkan jika dia orang berada."


"Bu'de..Dinda kasih tahu satu rahasia seroyal apa suami Dinda ini, Pernah sekali Dinda pura-pura marah padanya dan Dinda menyita salah satu ATM suami Dinda.Bu'de tahu, Dinda membeli satu set perhiasan seharga 35 juta dan sekarang perhiasan itu di pakai Ibu Dinda." Dinda tersenyum menatap sang Ibu,otomatis semua mata tertuju pada apa yang di pakai Ibu Dinda.


"Bu'de..Uang 35juta untuk kita yang di gaji dengan Negara butuh berbulan-bulan bukan? Dinda boleh sombong gak sih? uang segitu kecil untuk suami Dinda.Jadi tolong ya Bu'de.. jangan hina kami.Paling utama ibu Dinda.Permisi." Dinda pergi dari kumpulan keluarga tentu dengan sang suami mengikuti Dinda.


Tampak hening di ruang tamu.Ibu Dinda sudah terisak-isak karena merasa bangga pada Dinda telah berani membungkam kakak ipar nya.


Sedangkan Bapak Dinda merasa serba salah,ia tidak tega melihat sang istri selalu di hina dengan sang kakak,tapi ia juga tidak bisa melawan sang kakak.


Ibu Nita dan Nita sendiri terbungkam telah kalah telak.


Seorang gadis remaja sedari tadi hanya diam mendengarkan perseteruan keluarga mulai angkat bicara.


"Ah satu lagi Bu'de,Mbak Dinda juga kasih Cantika ATM loh..Lihat,uang jajan Dinda tiap bulan bahkan lebih banyak dari yang dikasih Bapak dan Ibu.Disini juga ada untuk biaya sekolah Edo." Cantika menyodorkan ATM pemberian Dinda.


"Maaf Bu'de jika malam ini kami berani melawan Bu'de.Kami juga gak mau Ibu sedih terus.Bahkan Bapak hanya diam saja saat Bu'de menghina Ibu.Semoga setelah ini Bu'de minta maaf pada Ibu.Dan satu lagi,setelah ini gak ada lagi perseteruan di antara kita,apalagi ini acara mbak Dinda." Cantika beranjak meninggalkan ruang tamu.


Saat akan melewati sang Bapak,Cantika berhenti."Maafkan Mbak Dinda dan Cantika Pak karena sudah sombong untuk kali ini.Ini demi Ibu."Ucap Cantika tanpa mendengar jawaban sang Bapak.


🌸


🌸


TBC

__ADS_1


__ADS_2