PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
episode 18


__ADS_3

"Kamu mau kemana Ton?"


"Ke bawah tuan."


"Tetap disini, kamu belum melaporkan kegiatan Dinda hari ini."


Arga duduk di tepi ranjang dengan memegang semangkuk bubur berniat menguapi Dinda.


Sedangkan posisi Toni tepat di depan ranjang Dinda sehingga membuat keduanya leluasa saling berpandangan seakan berbicara melalui tatapan mata.


"Ceritakan Ton."


Arga selalu meminta Toni menceritakan kegiatan apa saja yang dilakukan sang istri seharian bersama pengawal kepercayaan nya itu.


"Pagi hari nona sampai jam sembilan pagi berada di sekolah SMA NUSA INDAH. Nona sempat berbicara dengan seseorang tadi tapi hanya sebentar."


"Siapa Din?" tanya Arga sambil menyuapkan bubur ke mulut Dinda.


"Tara adik kelas Dinda bang."


Arga mengangguk-anggukkan pertanda mengerti.


"Pukul sepuluh masuk kuliah sampai pukul satu lewat tiga puluh Nona Dinda berada di kampus dan makan siang di kantin."


Mendengar Dinda makan diluar bertanya lagi.


"gak makan sembarangan kan Din?"


"Enggak bang, ada Toni yang selalu jaga Dinda." Dinda tersenyum kearah Toni sehingga membuat Toni berpaling menatap ke arah lain. Hatinya menghangat kekita mendengar nya.


"Ya kamu benar, lanjut Ton."


Menyadari selanjutnya kegiatan pergumulan Dinda dan Toni yang akan di ceritakan mulai memucat tubuh nya..


"Setelah itu Saya dan Nona Dinda..." Toni menjeda jawaban nya. di tatap wanita itu yang juga sedang menatapnya.


"Dinda mengerjakan tugas kuliah bang jadi lupa waktu, maaf ya bang.. Dinda janji tak akan mengulangi nya lagi." Niat Dinda meminta maaf karena pulang terlambat tidak ada maksud lain nya.


Tetapi berbeda dengan Toni, ia mendengar jawaban Dinda sungguh membuatnya semakin sakit. ia menduga jawaban Dinda adalah janji tak akan berhubungan dengannya lagi.


"Saya permisi untuk pulang tuan." Toni keluar tanpa persetujuan kedua manusia yang berada di dalam kamar.


Mengapa hatiku sakit melihat kak Toni seperti tadi?


Ingin rasanya aku mengejar dan memeluknya. Hatiku kenapa?


"Din.."


"Ya bang."


Digenggam kedua tangan juga ditatap kedua bola mata indah istrinya.


"Mari kita jalani rumah tangga kita dari awal, kita perbaiki rumah tangga kita menjadi lebih baik lagi."


"Maksud Abang gimana?" Tentu Dinda tahu kemana arah pembicaraan suaminya, ia bertanya untuk memastikan suaminya bersungguh-sungguh atau tidak.


"Kita mulai dari awal Din, mari sama-sama kita jalani rumah tangga kita dengan baik. Saling memperbaiki, saling menjaga, dan terpenting berusaha saling mencintai." kata Arga meyakinkan istrinya.


Dinda menatap netra Arga , ia mencari kesungguhan disana. Ternyata Dinda melihat kesungguhan dan ketulusan dari tatapan mata suaminya.


Dinda tidak bisa menjawab karena ia bingung akan perasaan nya. ia sama sekali tidak memiliki perasaan apapun selain menghormati sebagai seorang suami.

__ADS_1


Kenapa aku seperti ini? mengapa pikiran ku selalu ada kak Toni bukan bang Arga? Aku harus bagaimana? bila aku menolak itu sama saja membuat dia curiga.


Dinda tidak menjawab, ia hanya tersenyum dan senyuman itu diartikan suaminya pertanda menyetujui permintaannya tadi.


Arga mendekap erat tubuh Dinda yang sedang lemah.


Dikecup seluruh wajah Dinda. Dari kening,kedua mata, kedua pipi, hidung dan terakhir bibir Dinda tak ketinggalan dari kecupan suaminya.


Kenapa saat dirimu ingin memulai nya hati ini tertuju pada pria lain? kenapa baru sekarang suamiku?


Pertanyaan itu hanya bisa terucap dalam hati.


*****


Sementara Toni baru saja sampai di apartemen.


Ia berjalan menuju dapur, dibuka lemari penyimpanan minuman beralkohol.


Di ambil nya dua botol minuman itu.


Di tuang minuman itu kedalam gelas. Dia butuh pelampiasan amarah nya saat ini.


ia cemburu..


ia sakit hati..


ia cemburu melihat wanita nya bersama pria lain.


ia tak rela wanitanya disentuh orang lain.


Namun ia bisa apa? pria yang rela menjadi simpanan tak mungkin bisa berbuat apa-apa.


Ia sakit hati saat wanita nya memberikan ucapan yang menyayat hatinya.


Ini lebih sakit saat di tinggal pergi untuk selamanya.


Tetapi ia bisa apa jika hati sudah mencintai begitu dalam.


Toni sudah menghabiskan dua botol minuman beralkohol itu namun ia merasa masih mengingat Dinda.


Ia ambil 2 botol lagi dan menghabiskan.


Dengan sedikit kesadaran nya ia berjalan sempoyongan menuju kamar.


Hingga ia tertidur dengan pakaian lengkap serba hitam nya itu.


*****


Pagi hari Dinda terbangun lebih dulu dari sang suaminya.


Dipandang suaminya masih tertidur memeluknya.


Apakah aku bisa jatuh cinta padamu? apakah bisa kamu menerima ku setelah kamu mengetahui aku mengkhianati mu?


"Jangan hanya dipandang terus." Suara berat khas bangun tidur mengejutkan Dinda.


"Iihh Abang buat Dinda terkejut tau gak."


Cup


Dikecup bibir istrinya. "Morning kiss sayang."

__ADS_1


"Terimakasih." Senyum Dinda mengembang


"Hari ini Abang kerjakan?" Dinda ingin mencari kesempatan untuk berbicara pada Toni.


"Enggak Din, Aril sudah menghandle semua. Jadi tiga hari kedepan Abang akan menjaga mu."


Kenapa aku GK senang sih dengan ucapan nya itu.


"Baiklah." kata Dinda.


"Din, apakah dia rewel?" Dia yang dimaksud adalah anak dalam kandungan Dinda, ia mengelus perut Dinda.


"Enggak bang, Dinda juga gak pernah merasakan mual, hanya sedikit pusing dan Dinda lebih suka masakan buatan rumah."


"Jadi ketika makan siang bagaimana kamu makan Din?"


"Toni sering membawa makanan hasil masakan nya untukku." Yaa Toni sering membawa bekal untuk Dinda karena Toni tahu kehamilan Dinda hanya suka masakan rumahan. Hanya sesekali makan diluar.


"Toni sangat bisa diandalkan." Kagum Arga kepada pengawal kepercayaan nya itu.


"Kamu hari ini dan dua hari kedepan gak boleh turun dari tempat tidur oke.." titah Arga.


"Mana bisa begitu bang." protes Dinda.


"Apa kamu gak dengar yang dikatakan dokter? harus istirahat total selama tiga hari."


Bagaimana bisa bertemu kak Toni?


"Baiklah, apakah bisa hubungi Toni untuk kemari?"


"Buat apa Din? kamu gak kemana-mana hari ini."


"emm.. Aku hanya ingin meminta ia ke kampus menanyakan tugas-tugas ku bang." Dinda beralasan agar bisa bertemu dengan pengawalnya itu.


"sebentar."


Arga menghubungi ponsel Toni namun nomor tidak dapat dihubungi.


"Ponselnya gak aktif Din, mungkin dia tidak mau di ganggu saat hari libur nya."


Kak Toni kemana? apa sesakit itukah perasaan nya? tapi kenapa aku juga merasakan sakit seperti ini.?


"Abang mau mandi lalu kita makan bersama ya."


"Iya kak."


Kemana kamu kak? kamu baik-baik saja disana kan? maafkan Dinda kak.. tolong jangan cintai Dinda. aku takut rasa nyaman ini juga akan menjadi cinta. ini salah kak.


Arga selesai mandi dan menyuapi Dinda untuk sarapan.


Dinda di perlakukan dengan baik oleh Arga.


Arga benar-benar ingin memperbaiki hubungan nya dengan Dinda.


Entah mengapa hatinya sekarang sudah terpatri nama Dinda bukan lagi wanita yang sedang pergi jauh menggapai cita-cita nya itu.


🌸


🌸


Mohon dukungan nya readers.

__ADS_1


Like, komen, dan vote yaa..


__ADS_2