PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
Episode 51 SAH dan TALAK


__ADS_3

Setelah selesai pergumulan panas Dinda dan Arga diam saja.Arga menikmati kebersamaan dengan sang istri di detik-detik terakhir.


Dinda sudah berpakaian kembali,sedangkan Arga masih mengenakan boxer.


"Terimakasih Din.."


Dinda mengangguk."Sekarang tepati janji abang.Lakukan bang,Dinda sudah siap."Titah Dinda mantap.


"Din,apa abang tidak pernah ada di hati mu?"


"Tentu ada bang,Dinda sayang sama abang.Tapi hubungan kita sudah tidak sehat,biarlah kita bahagia di jalan kita masing-masing."Dinda tersenyum menatap Arga.


Benar Dinda sayang dengan Arga namun bukan sayang sebagai pasangan melainkan seorang lebih tua.


Keduanya berdiri berhadapan hanya menyisakan jarak setengah meter.Arga dan Dinda saling pandang.Dinda mengangguk isyarat sudah saatnya.


"SAYA ARGA FIRMANSYAH HARI INI,DETIK INI JUGA SAYA TALAK KANU DINDA LARASATI.DETIK INI KAMU BUKAN LAGI ISTRIKU."Arga mengatakan dengan suara bergetar,ia tidak pernah merasakan sakit hati seperti ini.Harus berpisah lagi sayang-sayang nya.


Sebelum mengenal Dinda,yang ia ketahui bahwa cinta adalah kenikmatan di atas tempat tidur saja.Namun setelah menikahi Dinda, perempuan manja,ceria,cerewet,tidak banyak menuntut materi membuat ia ingin melindungi, selalu ingin melihat keceriaan, mendengarkan kecerewetan.Apalagi saat Dinda selalu protes di panggil Nyonya dirumah nya sendiri.Namun apa daya..Kalimat talak sudah terucap.


Tanpa terasa air mata kedua nya menetes.Mereka merasa gagal mempertahankan rumah tangganya.


Arga dan Dinda saling berpelukan.Disaat itu pula pintu terbuka.Tampak Toni berdiri di ambang pintu.


Toni melihat kamar berantakan,ia beralih ke tempat tidur dalam keadaan berantakan juga.Sejurus kemudian ia melihat dua orang berbeda jenis kelamin saling berpelukan sangat erat.Dilihat laki-laki itu hanya mengenakan boxer dan perempuan pakaian lengkap namun rambut sudah berantakan.


Tepat sekali yang ada di pikiran Toni bahwa mereka habis selesai dalam pergulatan panas.Toni mengepalkan tangan menyalurkan emosi yang tertahan.


Ingin sekali ia menghajar laki-laki itu telah melakukan hal itu pada istrinya.Ah beginikah nasib suami simpanan?Miris.


Toni mengetuk pintu telah di buka itu agar sepasang manusia itu menyadari kehadiran dirinya.


Dinda menoleh kearah pintu.Mata Dinda terbelalak saat mengetahui siapa dalang pengetuk pintu itu.


Dinda melepas pelukan Arga kembali menatap Toni dengan senyuman,tapi tidak di gubris sama sekali Toni.Hingga Dinda sadar kesalahan nya saat ini.


"Pakailah bajumu bang,rapikan penampilan mu,bersiaplah..Kado Dinda sudah di sana."


Dinda berjalan ke arah pintu.Saat Dinda sampai pintu,Toni berbalik badan ingin meninggalkan Dinda tapi dengan cepat Dinda mencekal pergelangan tangan Toni.

__ADS_1


"Jangan pergi."Dinda tahu jika saat ini suami keduanya eh bukan, satu-satunya suami Dinda sedang marah.


Arga selesai merapikan diri dan keluar kamar tanpa kata hanya saling pandang dengan Dinda.Toni benar-benar marah dan cemburu melihat Dinda tersenyum pada Arga.


"Lepaskan kakak Din,kakak akan pergi." Toni menahan amarah nya agar tidak terlampiaskan pada Dinda.


"Masuk kak,kita bicarakan di dalam."Usul Dinda karena ia juga merasa harus menjelaskan.


"Di dalam? supaya kakak melihat jejak percintaan kalian Din?"Sungut Toni penuh emosi.


"Oke baiklah kita bicara di lain tempat.Sebentar,Dinda akan memperbaiki riasan Dinda lebih dahulu." Dinda berjalan ke meja rias.Ia merapikan rambut dan make up sedikit berantakan itu.


Dinda menarik tangan Toni agar keluar dari kamar menuju kamar lantai atas.Saat berada di ruang tamu begitu banyak para tamu saling bercengkrama.


SAH


SAH


SAH


Terdengar para saksi mengucapkan kata sah.Itu berarti mantan suaminya telah sah menjadi suami kekasihnya.


"Mbak Mira..Selamat ya.."Dinda tersenyum melihat raut wajah Mira tampak bahagia.


"Terimakasih Din,Hadiah mu sangat membuat mbak bahagia."Mira memeluk Dinda tulus dan Dinda membalas pelukan dengan satu tangan merangkul Mira, satu tangan lagi tetap menggenggam tangan Toni.


Dinda beralih ke Arga untuk mengucapkan selamat. "Selamat ya bang Arga.."Dinda tidak memeluk,ia hanya mencium punggung tangan Arga dengan salam takzim.


Arga hanya diam tidak membalas ucapan selamat dari Dinda.Ia masih tidak rela bila sudah berpisah dengan Dinda.


"Din,suami kamu mana?"Tanya Mira karena ia belum pernah melihat dan di kenalkan suami Dinda.


Dinda tampak diam memikirkan apakah saatnya ia mengakui keberadaan Toni sekarang atau tidak?


Apakah kamu akan mengakui keberadaan ku Din?Jika kamu belum bisa membalas cintaku setidaknya aku berharap kamu menganggap aku ada. gumam Toni dalam hati.


"Ah ya maaf mbak, sebenarnya Dinda sudah bercerai dengan suami Dinda."


"Bercerai?kapan Din?"Tampak raut wajah Mira terkejut,ia tak menyangka adik angkat sang suami sudah menjadi janda di usia muda dan sedang hamil pula.

__ADS_1


Toni tampak kecewa karena harapan untuk diakui sirna.Ternyata Dinda hanya menganggap sebagai partner di atas ranjang saja.


"Sudah lama mbak,dan Dinda sudah menikah lagi sore tadi."Dinda tampak tersenyum tidak merasa keberatan mengatakan sebenarnya.


Ada empat pasang terbelalak mendengar pengakuan Dinda.Satu pasang itu kemudian tampak berbinar menatap sang istri saat ini. Ia telah salah sangka padanya.


"Dengan siapa Dinda? kenapa tidak kabari?"Tanya Mira.


"Dengan laki-laki matang yang sudah cocok Dinda panggil sebutan Om.Tapi laki-laki itu selalu ada untuk Dinda,dia adalah yang terbaik. Dinda hanya gak mau buat mbak dan abang repot"Pengakuan Dinda sontak membuat terkejut.


"Apakah suami kamu juga datang Din?" Tanya Mira lagi karena ia masih penasaran.


Dinda mengangguk dan mengangkat genggaman tangan Dinda dan Toni.Dinda menatap Toni tersenyum.Tampak Toni juga membalas senyuman Dinda.


Dinda menjinjit kaki nya mengecup pipi Toni.


Cup


Sontak hal itu membuat orang-orang melihatnya terkejut.Arga,Mira,Aril dan beberapa pelayan rumah melihat itu terkejut.


Toni adalah orang paling terkejut diantaranya. Ia tidak menyangka melakukan hal itu di depan banyak orang.


"Dia lah orang nya Mbak..Toni Sanjaya.Orang yang selalu ada untuk Dinda.Siapa yang akan menolak jika dia selalu memberikan cinta setiap waktu."Dinda berbicara menatap lekat wajah Toni.


Apa yang dilakukan Dinda saat ini membuat darah Toni berdesir.Hati nya menghangat,Jantung nya berdetak lebih cepat. Ia sama sekali tidak menyangka jika Dinda akan mengakui dirinya serta ia merasa tersanjung.


Cinta ku belum terbalas saja kamu sudah membuatku bahagia,apalagi jika cintamu juga untukku Din?


Toni menarik Dinda ke dalam pelukan.Ia berjanji tidak akan menyakiti istrinya sampai akhir hayat. Dinda di hujani kecupan di puncak kepala.


Dinda mendongak."Kakak sudah gak marah?" Tanya Dinda dengan wajah polos.


"Astaga.."Toni menepuk jidat.


🌸


🌸


Readers maaf jika lama up nya beberapa hari ini.Gak tau kenapa lama review nya.Padahal author cepat serahin tiap episode loh.. Maaf ya..

__ADS_1


__ADS_2