PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
Episode 59 Mengapa sesakit ini?


__ADS_3

Dinda masuk dalam kamar setelah ia merasa tenang dan mengontrol tangisan nya.Netra kedua nya bertemu.Tampak mata keduanya memerah.


Dinda memutuskan pandangan berjalan ke arah lemari untuk mengambil jaket.Saat ini Dinda hanya memakai baju daster panjang sampai mata kaki berlengan pendek dengan model V pada leher sehingga tampak belahan dada Dinda.


"Kamu mau kemana Din?"Tanya Toni sedari tadi memperhatikan sang istri.


"Mau keluar sebentar."Dinda tetap mencoba bersikap seperti biasa.Walau ia yakin ini akan sulit.


"Kakak temani ya.."


"Tidak perlu, Dinda sudah di tunggu yang lain."Bohong Dinda,nyatanya ia hanya sendiri.


Toni semakin bingung atas sikap dingin Dinda terhadap nya.Ia semakin yakin jika terjadi sesuatu saat ia tertidur.


Pukul 9 pagi Toni tampak gusar belum mendapati sang istri sedari tadi.Kemana ia harus mencari sang istri karena sang istri tidak memberi tahukan kemana arah tujuan.


Selang tak berapa lama,mobil Lamborghini Veneno masuk di pelataran rumah Bapak Dinda.Toni memperhatikan siapa yang ada di dalam mobil,karena itu adalah mobil keluarga Sanjaya.


*Deg


Kak Tara dan Dinda satu mobil*?


Ya,orang yang di dalam mobil itu adalah Dinda dan kakak tertua suami Dinda.Tara.Tampak Dinda tersenyum disana,berbeda saat sebelum pergi tadi.


"Terima kasih sudah menemani Dinda Kak."Ucap Dinda saat keduanya sampai di teras rumah,lebih tepatnya di depan Toni.


Tara mengangguk."Kamu hati-hati jangan berjalan jauh sendirian."


Lagi-lagi Toni terkejut,sang kakak biasanya sangat hemat berbicara pada perempuan,sekarang ia mendengar kalimat terpanjang saat sang kakak bicara dengan perempuan.Dan itu pada istrinya sendiri.


Toni cemburu,sudah tampak wajahnya memerah menahan emosi,ia mengepalkan tangan sebagai penyalur emosi saat ini.


Toni menarik tangan Dinda untuk masuk ke kamar.Dinda meringis merasakan tangan nya sakit di tarik Toni.Ini adalah kali pertama Toni melakukan hal kasar pada Dinda.


Saat berada di dalam kamar,Dinda mengguncang tangan nya agar terlepas dari genggaman Toni.Dinda mengelus pergelangan tangan yang memerah.Kedua nya saling mengunci pandangan.


Toni melangkah mengikis jarak diantaranya,Toni menarik tengkuk leher Dinda untuk mencium bibir sang istri.Namun Dinda memalingkan wajah pertanda ia menolak.


Hal itu membuat Toni meradang,ia semakin cemburu sehingga ia lepas kendali.

__ADS_1


"Kenapa kamu menolak?apa kamu sudah melakukan lebih dari ciuman tadi bersama kakakku Dinda?"Toni menatap tajam Dinda.


*Deg


Apa tadi?Lebih dari ciuman?Apa aku semurahan itu di mata suamiku sendiri Tuhan*?


Dinda menatap tak kalah tajam pada sang suami.Dan untuk kali pertama keduanya saling menatap tajam seperti ini.


Sepersekian detik keduanya hanya saling melempar tatapan tajam.


"Aku tahu aku murahan,sebelum aku menikah dengan mantan suamiku juga aku sudah di sentuh dengan mantan kekasihku,Dan ketika aku sudah bersuami,dengan mudahnya aku tidur dengan laki-laki lain.Dan sekarang kamu menuduhku melakukan kesalahan itu pada kakak mu sendiri? ya aku pantas di pertanyakan seperti itu,karena hal itu sudah menjadi kebiasaan ku bukan?"


Dinda masih menatap sang suami,tatapan berubah menjadi sendu.Ia tidak menyangka suami nya menuduh seperti itu.Padahal tidak ada yang terjadi di antara ia dan Tara.


Tadi saat Dinda jalan-jalan pagi,ia berjalan sudah terlalu jauh karena ia mencari warung untuk sarapan.Dinda berhenti duduk di pinggiran jalan karena kelelahan.Tepat saat itu mobil Tara melintas di depan Dinda hingga menawarkan tumpangan.Hanya itu yang terjadi.


Dinda menarik nafas dan menghembuskan nafas panjang."Kak.. pernikahan kita masih hitungan hari bukan?Dan pernikahan kita belum terdaftar bukan?Lebih baik kita hidup masing-masing saja.Dinda tidak ingin kakak memiliki istri murahan seperti Dinda."


Dinda pergi ke kamar mandi meninggalkan Toni yang terpaku mendengar perkataan Dinda tadi.Ia mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Dinda.


****!!


"Sayang..maafin kakak." Toni menyesal telah kasar pada sang istri.


Dinda di dalam kamar mandi hanya bisa menangis di bawah guyuran shower.Ia lupa untuk sadar diri siapa dirinya.Ia lupa sudah banyak laki-laki yang merasakan tubuh nya.Ia lupa jika hal itu bisa di katakan sebagai wanita murahan.


Ibu..andai ibu tahu anak ibu adalah perempuan murahan,apakah ibu akan mengusir Dinda Bu? Dinda menyesal Bu..Ampuni Dinda..Mengapa sesakit ini Bu?


Tepat 30 menit Dinda keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kependekan di badan tambah perut membuncit.


Dinda berjalan melewati Toni yang masih setia berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Sayang maafkan kakak,bukan itu maksud ka-." Toni belum selesai berbicara namun sudah di potong oleh sang istri.


"Kita bahas saat di rumah Medan, segera siap-siap agar acara ini cepat selesai." Ucap Dinda sangat dingin.


Toni hanya bisa pasrah,tapi ia tidak ingin berpisah pada sang istri.Ia menyesali perkataan kasar nya tadi.Sungguh bukan itu maksud dirinya.


****

__ADS_1


"Honey..Kamu lagi apa?"Tanya seorang istri berpakaian mini.


Laki-laki itu pun segera menutup laptop yang sedang menonton sesuatu.Ia tampak gugup saat sang istri semakin mendekat.


"A-aku sedang memeriksa laporan keuangan club' Pekan Baru."Sang suami beralasan.


"Arga..Kapan Dinda akan main kesini? aku rindu padanya."


Aku juga sangat merindukan dia.gumam Arga.


"Dia sedang di Kalimantan di tempat orang tua nya."Ucap Arga lagi.


"Jika sudah di Medan, aku akan mengajak nya menginap disini."


"Dia sudah bersuami honey,jangan seenaknya saja mengajak Dinda."Tentu ia ingin Dinda menginap disini tapi ia tahu itu tidak akan mungkin.


"Baiklah."


"Mira..kapan kamu mau untuk hamil anakku?"Tanya Arga karena sudah lama ia menginginkan anak namun Mira tidak pernah mau.


"Aku tidak mau,aku tidak mau tubuh ku rusa karena mengandung." Jawab Mira enteng seraya meninggalkan Arga di ruang kerja.


Arga hanya bisa menghela nafas,ia juga ingin anak dari istrinya,tapi mengapa sang istri hanya mementingkan tubuhnya.Padahal jika istrinya hamil dan tubuh berubah ia akan tetap bersama dengan nya karena itu permintaan Dinda mantan istri hingga sekarang masih berada di relung hati nya.


Ia rindu..


Walau dahulu jarang bersama,namun Dinda tetap memberi kabar kemana ia pergi.


Hingga akhirnya Dinda juga sama-sama berkhianat seperti dirinya.Tapi ia tidak mempermasalahkan pengkhianatan itu.Bukan kah salah nya juga mengapa membiarkan Toni selalu bersama dengan Dinda kala itu.


Abang rindu dek..


Arga kembali membuka laptop berisikan foto-foto Dinda.


🌸


🌸


TBC

__ADS_1


__ADS_2