
Di sebuah rumah persinggahan,tampak dua orang laki-laki dewasa berusia 29 tahun duduk di sebuah gazebo sedang berkelana dalam pikiran masing-masing.
Mereka adalah Ali dan Rian,mereka sedang berada di rumah persinggahan yang mereka bangun untuk anak jalanan yang tidak memiliki tempat tinggal dan tidak memiliki orang tua.Baik dari yang lahir yatim piatu ataupun sengaja di buang oleh orang tuanya.
Ali dan Rian membangun rumah persinggahan ini semata-mata tidak ingin anak-anak yang terbuang itu mengalami sama hal mereka dahulu.
FLASHBACK ON
Saat Ali dan Rian berusia 10 tahun, mereka berdua berjalan sambil meremas perut yang terasa nyeri,dari pagi kedua anak itu belum memakan apapun bahkan minum belum ada yang masuk ke perut anak itu.
Uang hasil ngamen hari itu di sita habis oleh preman yang berkuasa di kawasan orang-orang kumuh.Lebih tepat nya di bawah jembatan yang sering menjadi tempat tinggal para pengamen,pemulung, orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal.
Hingga sore itu di perjalanan pulang lebih tepat di depan sekolah elit tingkat dasar,entah setan apa yang merasuki kedua anak itu untuk berbuat kesalahan.Mungkin karena lapar yang tak tertahan.
Ali dan Rian saling memandang kemudian kedua nya mengangguk penuh makna.Di lihat sekeliling tampak sepi.Sepertinya mangsa Ali dan Rian sedang menunggu jemputan.
Tampak salah satu anak incaran Ali dan Rian sedang bermain ponsel.Secepat kilat Ali dan Rian berlari ke arah kedua anak tersebut,kemudian Rian mengambil ponsel salah satu anak itu dan terjadilah kejar-kejaran antara Ali dan Rian juga kedua anak pemilik ponsel.
Kedua anak itu adalah Tara dan Toni.Ponsel Toni lah yang di curi Rian.
Hingga Ali dan Rian tertangkap karena bodyguard Tara dan Toni mengejar Ali dan Rian.
Setelah kejadian itu,Mama Rahma sudah menganggap Ali dan Rian anak sendiri.Namun meski begitu,Ali dan Rian berjanji tetap melayani keluarga itu sebagai bentuk bakti dan terimakasih keduanya.
FLASHBACK OFF
"Rian.."Panggil Ali setelah menyeruput kopi.
"Hem.."
"Kau tau,Tuan Tara jatuh cinta pada istri Tuan mu."Ali harus memberi tahu apa yang terjadi agar mereka bisa mengantisipasi sebelum terjadi sesuatu hal tak di inginkan.
"Aku sudah tahu sehari sebelum acara 7 bulanan kemarin."
__ADS_1
"Oh ya?Bagaimana bisa?Aku saja baru tahu semalam."Ali terkejut atas apa yang di katakan sahabat seperjuangan ini.
"Sebenarnya aku sudah curiga saat kita kali pertama datang,tidak biasanya Tuan Tara menjauh padahal itu adalah hari pertama pertemuan dua keluarga bukan?" Rian menatap sahabatnya.
Aku hanya manggut-manggut.
"Apa kau tidak memperhatikan,Tuan Tara selalu melihat Dinda walau Tuan Tara berada jauh dari kerumunan?"
"Aku sempat memergoki Tuan Tara,tapi aku menepis pikiran itu Rian."
"Dan kau ingat waktu pagi sebelum acara mulai,Tuan Tara mengantarkan Nyonya Dinda pulang.Dia sengaja mengikuti Nyonya Dinda sedang jalan-jalan pagi sendiri dan saat melihat Dinda terduduk di pinggir jalan Tuan Tara menghampiri Nyonya Dinda."Ternyata Rian melihat kejadian sebenarnya.
Ya..selepas subuh itu Rian ingin keluar rumah untuk mencari sarapan,ia sudah sangat lapar dari malam jadi berniat berkeliling mencari warung, restoran,atau kafe yang sudah buka.
Tapi langkahnya terhenti saat melihat istri Tuan nya di ikuti Tuan Tara.Jadi ia memutuskan untuk mengikuti kemana mereka pergi.Awalnya Rian berpikir bahwa Dinda bermain api di belakang Toni.
Ali tampak diam saja.
"Ya aku lihat."
"Kau tidak lihat raut wajah Tuan Tara yang merah padam seperti menahan emosi? saat ia tidak tahan menahan emosi kemudian ia membuang muka bukan?"
"Ya aku melihat nya,tapi aku berpikir sama hal yang di katakan Nyonya Dinda jika Tuan Tara sedang salah tingkah."
Rian memijit pelipisnya.Ia tidak menyangka sahabat seperjuangan ini sang bo doh.
"Dasar bo doh...Apa kau tidak bisa membedakan mana yang sedang salah tingkah dan yang sedang menahan amarah?"
"Mana ku tahu Rian,yang ku tahu hanya bekerja."
Sekali lagi Rian tidak menyangka sahabat seperjuangan ini bo doh pikirnya.
"Kau tahu apa yang membuat tuan Tara emosi?"Lanjut Rian lagi.
__ADS_1
Ali hanya menggeleng.
"Apa kau tidak memperhatikan pandangan tuan Tara menatap leher Nyonya Dinda yang penuh dengan kissmark?tuan Tara cemburu."
Ali terbelalak,mengapa ia tidak memperhatikan sampai kesana?
"Jadi apa yang harus kita lakukan?Kau tahu.. Sebenarnya ada laki-laki lain yang di cintai Nyonya Dinda."Ucap Ali lagi.
"Tahu,Pewaris tunggal Dinata's Group kan?"
"Bagaimana kau tahu?"Ali tidak habis pikir,ternyata sahabat nya cepat tanggap menghadapi masalah.
"Sebenarnya aku lah lebih dulu berjumpa dengan Nyonya Dinda."Ucap Rian lirih.Ia kembali menatap lurus seakan membayangkan sesuatu dengan tersenyum.
Sekali lagi Ali terkejut atas apa yang di katakan sahabatnya."Apa maksud mu Rian?"
"Kau ingat saat pembangunan hotel di kota Medan 4 tahun lalu?"Tanya Rian.
"Ya aku ingat,saat itu aku dan Tuan Tara ke Surabaya,dan Tuan Toni ke Malang sebelum kau datang ke kota Medan bukan?"Ali ingat betul saat itu seharusnya dialah yang pergi ke kota Medan namun saat ia sudah di Bandara,Tuan Tara menelepon ada masalah proyek di Surabaya.
Rian mengangguk."Saat itu Nyonya Dinda masih sangat polos dan menggemaskan.Nyonya selalu tersenyum setiap berbicara pada sahabatnya,mereka sering menghabiskan waktu di taman Marelan.Tapi dua tahun setelahnya aku sengaja mengambil cuti hanya untuk melihat nya,Dia masih sering ke taman Marelan tapi senyum dan tawa nya hilang,Nyonya lebih sering termenung.Aku juga tahu Nyonya sangat suka ice krim dan susu kedelai, dan aku juga tahu Pewaris Dinata's Group sering mengikuti Dinda." Rian mencurahkan isi hati pada sahabatnya.
Ali tidak menyangka jika sahabatnya bisa menahan perasaannya dalam diam.Pantas saja Rian bisa mengetahui gelagat Tuan Tara.
"Tapi bagaimana bisa kau bertemu dengan Nyonya Dinda?"
"Waktu itu aku membeli sesuatu di minimarket milik pewaris Dinata's Group ternyata Nyonya juga disana membeli ice krim dan susu kedelai kesukaan Nyonya ternyata uang Nyonya hilang dari kantong nya,dia hampir menangis karena ia juga tidak ada yang di kenal saat di minimarket.Karena kasihan aku menolongnya untuk membayar jajanan Nyonya."Rian tampak tersenyum membayangkan sesuatu.
"Terus?"Ali semakin penasaran dengan cerita cinta tak sampai sahabatnya.
🌸
🌸
__ADS_1