PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
episode 5


__ADS_3

Dinda ikut kedepan untuk mengantar suami nya pergi bekerja . Dinda tak mempermasalahkan pekerjaan suami nya itu sebagai pemilik diskotik.


Lagi-lagi Dinda mengharapkan ciuman sayang untuk perpisahan pagi itu. Namun sayang beribu sayang, hanya kecewa yang ia dapatkan. Hal sederhana itu tak dia dapatkan.


Mungkin belum terbiasa. Dinda mencoba tersenyum.


"Hati-hati bang, aku jga lgsung kerumah Sari ya."


"iya". Arga memasuki mobilnya dan melesat pergi dari rumah mertua nya itu.


Dinda masuk ke kamarnya, dia segera bersiap untuk kerumah sahabat nya itu.


Dia memakai kemeja biru muda dan rok pendek berwarna hitam. Tak lupa tas selempang kecil dan topi bulat sebagai pelengkap penampilan nya.



Dinda keluar menunggu ojek online yang sudah ia pesan tadi.


Tukang ojek pun menghampiri nya.


"Dek Dinda ya?" tanya Kang ojek


"Iya bang, oiya bang bisa kita ke minimarket depan dulu ya bang."


"Siap dek, kita tancap gas sekarang ya."


"oke, jangan kencang-kencang bang." (pakai bahasa Medan ya.. walau nggak bahasa Batak, tapi orang Medan identik dengan kata-kata kasarnya.)


Sampai depan minimarket, kang ojek berhentikan motornya.Dinda turun dan melepaskan helm.


"Tunggu sebentar ya bang"


"Tenang saja dek,Abang nggak akan pergi sebelum dibayar."


"Hehehe iya lupa bang.Bentaran ya." Dinda terkekeh dengan Abang ojek nya.


Saat membuka pintu Minimarket .


Rio yang melihat Dinda langsung memberi tahukan kedatangan pujaan hati bos nya itu.


"Ssusst..Ssuusstt woy bos,pujaan hati lo datang.Makin cantik saja kan..Efek sudah nikah kali yaa aura nya semakin terpancar." Ucapan Rio tanpa sadar membuat amarah Dimas bertambah.Dia berusaha keras menahan sesak di dada saat menyadari bahwa memang Dinda tampak lebih cantik dari biasanya.


Rahang Dimas mengeras,tampak urat leher bermunculan disana.


Ia cemburu..


Ia tidak tahan membayangkan malam pertama wanita yang ia cintai dengan lelaki lain.


Ia tidak mampu membayangkan tubuh putih mulus milik wanita yang ia cintai di pandang oleh lelaki lain walau ia sendiri pun belum pernah melihat nya.


Apalagi bibir milik nya, Dimas sama sekali tak sanggup membayangkan itu semua.


Dia sadar bahwa dia tidak pantas memikirkan itu semua,namun siapa sangka bila hati sudah menentukan pelabuhan nya.


Dia hanya berharap ,cinta pertama nya bahagia dan ia juga bisa bahagia dengan atau tanpa wanita yang di cintai nya ini.


Dimas membalikkan badan membelakangi meja kasir setelah tahu Dinda memasuki minimarket miliknya.Ia tidak mau melihat wajah wanita yang ia cinta selama ini,ia takut Dinda akan bertanya padanya karena pikiran nya sedang kalut saat ini.

__ADS_1


Rio sang asisten pribadi nya mengerti keadaan yang terjadi segera ia ambil tindakan.


"Selamat berbelanja di Minimarket kami." ucapnya dan tersenyum manis kearah Dinda.


Dinda membalas senyuman tanpa menjawab langsung kearah rak tempat susu berbaris.


"Lo nggak usah senyum-senyum ke Dinda bisa gak?" Dimas menimpuk kepala Rio merasa cemburu karena di senyumi oleh Dinda.


"Yaaelah bos,cuma senyum doang bos belum gue cium itu bini orang."


"Diem gak lo, gue bilang nggak usah ya nggak usah."


"Astagaaa posesif bos gue,gimana kalau beneran itu kakak kelas jadi binik bos gue ya.. Bisa-bisa itu cewek suda di kandangin terus di kamar." gumam Rio lirih namun masih terdengar oleh bos nya itu.


Dimas tersenyum menyeringai seakan ia tahu apa yang akan ia lakukan terhadap wanita yang di cinta nya.Dinda.


Dinda mengambil susu kedelai kesukaan nya. Ia mengambil satu lusin karena dia berniat untuk memberikan kepada Sari.


Karena ingat ia tak membawa keranjang belanja.Ia kembali menuju kasir karena keranjang terletak di sebelah meja kasir.


Ia mengambil keranjang dan arah pandangan nya ke kedua pemuda yang sedang sibuk dengan pembeli nya.


Tidak sengaja mata Dinda dan Dimas bertemu , Dinda tersenyum.Namun lain hal nya dengan Dimas yang menatapnya datar.


Dinda mengernyitkan alis merasa heran dengan Dimas kali ini berbeda dengan nya saat ia mendatangi minimarket ini.


Dimas kenapa ya? apa ada masalah sama gue? ahh mungkin cuma perasaan gue aja. Gumam Dinda sembari menggeleng-gelengkan kepala nya.


Sedangkan Dimas, ia harus bersikap sedemikian karena senyum dari wanita itu sudah membuat jantung nya bekerja 2 kali lipat.Ia tidak tahan dengan senyum Dinda.


Saat menyadari giliran Dinda satu orang lagi sebelum Dinda,Dimas pergi dari meja kasir keluar minimarket .


Sebelum keluar,Dimas memanggil salah satu pegawai nya.


"Ira, tolong gantikan saya ya.Saya ada perlu keluar."


"Baik bos."


"Gue ikut ya bos,ramai ini pembeli nya." teriak Rio pada Dimas.


"Justru ramai lo diem disitu.Gue ada perlu."


Dimas keluar dan menunggu Dinda di samping mobil MERCY C250 miliknya.


Saat Rio akan memanggil Dimas lagi ternyata sudah ada Dinda di depan nya.Rio menyadari langsung membatalkan jeritan lagi.


"Eh kak Dinda ...Ini saja kak belanjaan nya?"


"Iya ini saja Yo."


"Sebentar ya.." Rio menghitung belanjaan nya. "Makin cantik saja kak,nampak aura pengantin baru nya."


Dinda terkekeh mendengar pujian dari Rio.


"Masak sih? tapi gue memang sudah cantik loh..Aku sadar itu." Dinda dan Rio pun tertawa akibat jawaban Dinda dengan kepercayaan diri nya.


"Total delapan puluh ribu kak."

__ADS_1


"Oh iya ini,terimakasih ya". Dinda memberikan senyuman tulus kepada Rio dan langsung keluar membawa belanjaan itu menuju kang ojek online tadi.


Di dalam minimarket.


Rio menggeleng-gelengkan kepalanya."Pantas saja Dimas jatuh cinta, cantik nya kebangetan ."


"Bos,Bukankah harganya seratus dua puluh ribu ya bos?." tanya Ira karena ia sedari tadi memperhatikan asisten bos nya itu.


"Oh iya hampir lupa,ingat wajah wanita tadi baik-baik ya.Bila perlu ambil foto wanita itu di sosial media lalu kamu print itu foto tempel di komputer meja kasir ini agar kalian ingat wajah cantik nya.Khusus wanita itu membeli beri harga pokok saja ya." terang Rio panjang lebar ke Ira pegawai minimarket bos nya itu.


"Kenapa bos?Pacar bos ya?"


"Nggak, ini perintah bos kita yang memberi gaji."


******


Diluar Minimarket..


Dinda Kebingungan mencari kang ojek online nya tadi tidak ada di tempat.Padahal ia sendiri belum membayar kang ojek nya tadi.


Tanpa disadari Dinda,Dimas ternyata sudah berada di sampingnya.


Merasa ada seseorang di samping nya, ia menoleh untuk melihat siapa orang tersebut .


"Ehh ada apa Dim?"Tanya Dinda.


"Ikut gue yuk." Dinda merasa dejavu dengan kalimat yang di ucapkan Dimas.Ia langsung mengingat kejadian dulu terakhir kali nya ia melakukan 'itu' dengan Aril mantan kekasihnya.


Astaga pikiran gue kok jadi mesum gini sih. Dinda mengetuk-ngetuk kepala nya sendiri.


"Kenapa?" tanya Dimas memperhatikan Dinda sejak tadi.


"Eh enggak kok,kita mau kemana?"


"Ke mobil gue sebentar,ada yang mau gue omongin dan mau anterin lo."


"Ngomong aja, gue naik ojek aja pergi nya." tolak Dinda dengan halus.


"Tidak ada penolakan Dinda...Ojek nya tadi sudah gue suruh pergi."


"Kok di suruh pergi sih Dim?gue belum bayar ojek nya tadi". Ucap Dinda kesal dan cemberut memanyunkan bibir ranum nya itu.


Dimas yang melihat wajah kesal Dinda pun merasa gemas dan tidak tahan ingin mencium bibir wanita nya itu. eh! salah.. istri orang .


Untuk mengalihkan pikiran nya itu,ia menarik dan menggenggam tangan Dinda untuk masuk ke dalam mobil Mercy miliknya.


Dinda dan Dimas merasakan detak jantung nya yang berdetak lebih keras dari biasanya.


*Jantung gue kenapa seperti ini sih kalau sama Dimas.


Hahh jantung ini masih tetap seperti ini dari awal kita berjumpa Din .. Andai Lo bukan milik orang lain, mungkin Lo Uda gue bawa lari*.


Tanpa kedua nya sadari,ada sepasang mata yang terus memantau pergerakan mereka.


mohon dukungan like komen dan vote nya yaa..


terima kasih banyak ...

__ADS_1


__ADS_2