PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
Episode 64 Perjaka Tua jatuh cinta pada orang yg salah


__ADS_3

"Nyonya memberi jawaban yang sama jika para pelayan bertanya alasan apa yang membuat tidak ingin di panggil Nyonya." Lagi-lagi Asisten pribadi ini berhenti sejenak untuk menarik nafas dalam-dalam.


"Apa?"Laki-laki itu sedikit membentak karena ia juga penasaran alasan apa yang membuat wanita yang di bicarakan mereka tidak suka di panggil Nyonya.Bukankah wanita suka di hormati?


"Karena Nyonya mengatakan,sebutan Nyonya itu untuk orang yang sudah tua."


Terdengar tawa kecil dari Tuan nya itu membuat Asisten Ali yakin Tuan nya jatuh cinta pada istri adiknya sendiri.


Semoga Tuan tidak nekat,jika itu terjadi maka peperangan saudara akan terjadi.Lihatlah,sudah lama sekali Tuan Tara tidak tertawa.


Ya.. Laki-laki itu adalah Tara kakak dari suami Dinda.Saat tersadar.Tara langsung berdehem untuk menetralkan dirinya kembali.


"Bagaimana hubungan dia dan suaminya?" Tara penasaran bagaimana hubungan Dinda dengan suaminya hingga berakhir menikah dengan sang adik.


"Hubungan mereka tidak baik Tuan,dari hasil penyelidikan saya,Tuan Arga sebelum menikah dengan Nyonya memiliki kekasih yang sedang berada di Luar Negeri.Kemudian tuan Arga jatuh hati dengan Nyonya,tapi sepertinya Nyonya tidak."


Tara tampak mengangguk-angguk kepala. "Lanjutkan."


"Selama menikah dengan tuan Arga,Nyonya terkadang bersama laki-laki lain."


"Apa dia seorang wanita panggilan?"Tara salah paham atas laporan asisten Ali.


"Bukan Tuan,sepertinya hanya jalan biasa untuk menghabiskan waktu sebelum pulang kerumah tuan Arga.Karena tuan Arga jarang sekali bersama dengan Nyonya.Bahkan untuk pemeriksaan kehamilan nyonya hanya sekali karena nyonya membuat ulah di rumah sakit."


"Membuat ulah?" Tara tidak menyangka istri adiknya benar-benar penuh kejutan.


"Iya Tuan."


"Apa yang membuat dia mengulah?"


"Karena Nyonya tidak mau di panggil Nyonya ataupun Ibu.Alasan nya masih sama karena nyonya belum tua."


Astaga.. benar-benar bocil itu.


"Lalu,kenapa dia hanya sering dengan laki-laki Ali?.." Dia heran kenapa hasil penyelidikan dia hanya dengan laki-laki,hanya Sari nama perempuan yang di sebut asisten nya itu.


"Karena Nyonya tidak mudah berteman dengan orang baru Tuan.Setelah sahabat Nyonya pindah ke Jakarta,Nyonya hanya dekat dengan Tuan Toni.Karena hanya Tuan Toni yang selalu bersama dengan Nyonya."


"Ah iya..Kenapa adik ku bisa setiap saat dengan dia?"


"Karena Tuan Toni bekerja sebagai pengawal pribadi Nyonya Dinda Tuan."


"Baiklah,Saya ingin tahu,apakah dia termasuk wanita materialisme?Karena dari laporan mu dia menikah dengan laki-laki yang cukup kaya,bahkan sekarang menikah dengan adik ku.Kekayaan kami melebihi berkali-kali lipat dari kekayaan mantan suaminya."

__ADS_1


"Dari hasil penyelidikan, pengeluaran dari nomor rekening Nyonya Dinda sangat sedikit Tuan.Nyonya melakukan transaksi rutin tanggal 1 setiap bulan 5 juta untuk 2 sekolah adik-adik Nyonya.Dan setiap tanggal 15 rekening Nyonya masuk uang sebesar 20 juta dari Tuan Arga."


"Jadi Dinda di nafkahi hanya 20 juta? bahkan pengeluaran kami sehari lebih dari 20 juta."


"Tapi untuk Nyonya itu sudah besar Tuan karena Nyonya hanya anak dari anggota angkatan darat."


"Ah ya kau benar Ali.Apakah Toni menafkahi dia Ali?"


"Sudah Tuan ,dalam seminggu ini Tuan Toni sudah mengirim uang 100 juta di tambah uang sekolah adik-adik Nyonya."


Tara berkali-kali menghembuskan nafas kasar.Untuk kali pertama ia menyukai perempuan.Tapi mengapa harus istri adik nya? Sejak melihat Dinda di balik layar laptop tempo lalu saat melakukan rapat visual,saat Dinda mengintip ke arah laptop,ia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.


"Tuan."Tegur asisten Ali karena ia melihat Tuan nya sedang melamun.


"Hem.."


"Apakah Tuan telah jatuh cinta pada Nyonya Dinda?"


"Iya..Ah tidak." Tara menjawab dengan plin-plan.


Asisten Ali terbelalak bahkan mulut nya menganga karena seumur-umur dia bekerja dengan Tuan Tara baru kali pertama menjadi sosok plin-plan seperti sekarang ini.Dalam hidup Tara jika berkata tidak maka tidak begitu sebaliknya,jika berkata iya maka iya dan Tuan nya itu akan mendapatkan kemauan nya.


*****


"Sayang.."Panggil seorang suami pada istrinya sedang bermanja-manja pada sang ibu.


"Sini sama kakak saja,kakak suapi juga seperti Ibu."Bujuk rayu Toni sudah dilontarkan namun tetap sang istri memilih bermanja-manja pada Ibu mertuanya.


Dinda bangkit menghampiri sang suami berdiri di hadapan suami dengan berkacak pinggang.Ia benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan suaminya.Bagaimana bisa suami cemburu dengan Ibu mertua karena istri lebih bermanja pada sang Ibu?


"Dasar Bule Gilaaa..."Dinda sungguh geram dengan kelakuan nyeleneh suami nya ini.


Toni tidak marah bahkan ia gemas melihat wajah kesal sang istri.


Ibu Ayu hanya bisa menggelengkan kepala saja.Yang pasti ia merasa bahagia melihat anak manja nya dicintai begitu tulus dengan laki-laki yang usia nya terpaut jauh dengan anaknya.Ia tidak mempermasalahkan lagi, masalah umur.Tapi ada satu hal yang masih mengganjal di hati Ibu Ayu.


Siapkah sang menantu membawa anak manja nya ke Jakarta?


Benarkah sang menantu sudah mengikhlaskan kepergian almarhum mantan tunangan nya itu?


Ada rasa khawatir di hati saat anak nya bercerita mengenai folder foto di ponsel menantunya itu.


Benarkah menantu nya ini sudah mencintai Dinda sepenuh nya?

__ADS_1


Ia berharap anak manja nya ini selalu bahagia.


"Kita hanya beberapa hari disini kak,biarkan Dinda dengan Ibu dulu,Di rumah juga selalu dengan kakak.Ibu..Tolongi Dinda." Dinda menghadap ke arah Ibu lagi dengan wajah cemberut.


Toni terkekeh,ia sangat gemas melihat wajah cemberut Dinda,saking gemasnya ia memukul bokong istrinya yang semakin bahenol setelah hamil.


"Iiihh kakak sakit.."


Dinda menghentak kaki semakin kesal dengan suaminya.Dinda memukul Toni dengan bantal sofa.Toni tidak marah melainkan tertawa bahagia.Beruntung di ruang keluarga hanya ada Ibu,Dinda,dan Toni.


Keluarga besar Dinda sudah pulang sehabis Maghrib,Bapak Dinda ikut mengantar sang Nenek,begitu juga dengan Mama Rahma,Tara,asisten Ali,dan asisten Rian. Mbak Kinanti sudah tertidur karena kelelahan acara tadi begitu juga dengan adik-adik Dinda.


"Sudah-sudah,kalian ini ada-ada saja.Kamu Toni senang sekali menjahili istrimu."Ibu menegur sepasang suami istri sedang bertengkar.


Sontak keduanya berhenti saat di tegur Ibu Ayu.


Dinda dan Toni saling pandang,Toni tersenyum menatap Dinda yang di balas dengan dengusan nafas.


"Hei..mengapa kamu jadi lebih sensitif setelah hamil tua begini?padahal hamil tua itu saat cantik-cantik nya loh.."Toni mulai menggoda lagi.


Dinda tersipu malu,wanita mana tidak senang jika ada yang memuji cantik.Tapi tunggu,Dinda mulai menyadari sesuatu.


Dinda menatap Toni dengan tatapan tajam.Tpni yang di tatap seperti itu hanya bisa menelan saliva kasar.


Apa yang salah dengan ucapan ku tadi?


"Jadi maksud kakak sebelum Dinda hamil tua,Dinda jelek gitu?Jadi selama ini kakak bohong bilang Dinda cantik?"


Astaga..bagaimana bisa jadi salah paham gini?


"Mau kamu jelek,gendut,kurus kakak tetap cinta."


"Omong kosong,itu hanya ada di dongeng kak." Ya Dinda berpikir realistis,mana ada laki-laki bisa jatuh cinta jika perempuan itu jelek,kurus,apalagi gendut.Karena laki-laki suka dengan keindahan.


"Kamu lupa suamimu ini uang nya banyak?"


"Apa urusan nya dengan uang?"Dinda mulai sebal jika suaminya ini mengatakan tentang uang.Bukan ia tidak senang mempunyai suami dengan bergelimang harta.Tapi ia merasa tidak pantas jika bersanding dengan suaminya ini.


"Dengar...Jika kamu jelek,kakak punya uang untuk membuat mu cantik.Jika kamu kurus,Kakak punya uang buat badan kamu lebih berisi begitu juga bila kamu gemuk.Kakak mencintai mu tanpa alasan Dinda.."


Dinda mendengar pengakuan sang suami tidak bisa menyembunyikan senyum dan rona bahagia.Ada sesuatu yang aneh pada dirinya.Sesuatu yang mulai tumbuh di hati Dinda.Tapi ia masih menepis hal itu.Ada 2 hal yang harus di pastikan lebih dulu.


🌸

__ADS_1


kenapa part 60 lama review nya ya?


mohon dukungan vote,like,dan komen ya..


__ADS_2