
Semilir angin malam sejuk menerpa hati yang hampa.Selalu melangkah namun tiada arah.Sudikah seseorang menuntun menuju kebahagiaan walau dengan tertatih?
Dibalik jendela memancarkan sinar rembulan,Dinda menatap ke alam luar gelapnya malam.Ada hati yang tak tenang merasapi takdir membawa sesukanya.
*Dim..akankah ada takdir itu untuk memberi kesempatan kita bersama?aku takut takdir mempermainkan ku.Andai kamu tau,hidupku tak ada lagi catatan kebahagiaan setelah aku terjerumus dunia kegelapan membuatku menyesal sedalam-dalamnya.Terjerat cinta terlarang,bahkan sekarang pernikahan ku harus di sembunyikan karena kekasih suamiku kembali.Bukankah derajat ku yang lebih tinggi dari kekasihnya itu?lalu kenapa harus aku yang disembunyikan?andai aku bisa mengungkapkan semua nya padamu Dim.. Kenapa kamu datang terlambat menyatakan cintamu?Nak.. betapa bahagianya mommy atas kehadiran mu..begitu banyak mereka yang menerima mu.Semoga kelak menjadi anak Soleh dan berbakti pada mommy ya..
Dim..aku ragu atas keadaan.Aku takut tidak ada takdir untuk menyatukan kita..Aku takut suatu saat kamu berubah pikiran.Tapi bukankah itu bagus?bahkan setelah menyadari bahwa ini cinta aku semakin takut bersanding padamu*.
Siang tadi...
Di sebuah Warung nasi Padang tidak jauh dari Samosir Villa Resort.Dinda,Dimas,dan Rio sedang makan siang.Dinda membatalkan perjalanan ke desa Tomok karena hari sudah siang dan takut kemalaman sampai ke Villa.
"Jangan terlalu banyak makan sambalnya sayang."larang Dimas saat melihat Dinda menuang sambal ke nasi terlalu banyak.
Blush..
Wajah Dinda bersemu merah dan jantung Dinda berdetak tak karuan saat Dimas menyebut dirinya dengan sebutan sayang.Dinda makan menunduk malu menatap Dimas.
Dinda yang menunduk malu itu terlihat sangat lucu dimata Dimas dan pastinya Dimas sangat bahagia.
Dimas membelai rambut Dinda dengan tangan kirinya, menyelipkan anak rambut menutupi wajah cantik Dinda nya ke belakang daun telinga.
"Jangan malu sayang,tunggu aku sukses dan aku akan menjemputmu."
Dinda hanya mengangguk dalam tundukkan nya karena ia yakin wajahnya sudah memerah bak kepiting rebus.
Kenapa aku merasa akulah lebih tua dari Dindaku ya? Dia sangat imut saat malu-malu seperti ini.
"Dim,bolehkah aku mengatakan sesuatu?"tanya Dinda.
"boleh sayang,bicaralah."
"Setelah liburan ini,jangan pernah hubungi aku ya.."pinta Dinda mengharapkan Dimas mengerti keadaan nya.
"Bagaimana bisa Dinda?aku gak akan bisa."tolak Dimas atas permintaan Dinda nya.
"Dengar aku Dim,begitu banyak drama di rumah tanggaku,aku butuh kekuatan hati untuk menjalaninya.Jika ada kamu maka aku akan banyak mengadu padamu dan aku gak mau kamu sedih disana.Mengertilah.."
Rio yang juga mendengarkan permintaan Dinda mendukung permintaan Dinda.
"Benar Dim,apa yang dikatakan Dinda ada benarnya.Kalau lo tahu keadaan Dinda otomatis Lo gak akan konsentrasi memperkaya diri seperti permintaan Dinda,lo harus sukses bukan agar bisa menjemput Dinda?"Rio mencoba menjelaskan.
__ADS_1
"Baiklah,tapi tetaplah update di sosial media mu Din untuk pengobat rinduku."
Dinda tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.
*****
"Honey..."Mira berjalan membawa koper memasuki tempat tinggal kekasihnya tanpa permisi.
Pak Liyan kepala pelayan rumah tersebut mencoba menghalangi tamu tak diundang dirumah tuannya.
"Maaf Nyonya,anda cari siapa?"
"Saya mencari kekasihku,dan tolong bawa koper ini ke kamar kekasihku."
"Maaf nyonya,siapa kekasih anda?"
"Kenapa kau banyak bertanya?jelas pemilik rumah ini."Ucap Mira dengan nada tinggi sehingga terdengar seisi rumah.
Para pelayan juga termasuk Arga mendatangi asal suara keributan.
Arga melihat kedatangan kekasihnya terkejut karena hari sudah malam.
"Aku ingin tinggal bersamamu lagi honey,aku gak mau pisah lagi denganmu."
Pak Liyan dan para pelayan terkejut dengan apa yang mereka dengar termasuk Tutik pelayan yang dekat dengan istri Tuan mereka.
"Bik Imah,pantas saja beberapa hari lalu Non Dinda memintaku memindahkan semua barang-barang miliknya di kamar tamu bawah,ternyata ini penyebabnya."Bisik Tutik pada Bik Imah koki utama dirumah Arga.
"Suusstt.. sudah nanti saja gosip nya."
"Kenapa kalian semua berada disini?bubar kalian.Dan kau bawa koperku ke kamar calon suamiku."perintah Mira dengan arogan.
Para pelayan bubar kembali ke rumah belakang khusus pelayan.
"Honey..aku merindukanmu."Ucap Mira dengan bergelayut manja di lengan kekar Arga.
"Aku tahu,tapi kenapa kamu ingin tinggal disini?"
"Aku rindu dan tak ingin jauh darimu."
Arga tidak menjawab,pikirannya melayang entah kemana.
__ADS_1
Bagaimana dengan Dinda?
****
Dirumah belakang khusus pelayan sedang ramai memperbincangkan masalah rumah tangga Tuan nya.
"Kasihan Nyonya Dinda,bagaimana perasaan nya saat pulang?"Ucap Tutik.
"Yang pasti kita harus melindungi dan menghibur Nyonya saat dirumah."kata Bik
"Benar Bik,Tuan sangat tega pada Nyonya Dinda.Pak Liyan..apa Pak Liyan mengenal wanita itu?"Tanya Tutik pada kepala pelayan.
"Saya hanya tahu Tuan sebelum menikah dengan Nyonya Dinda memiliki kekasih dan tinggal di apartemen Tuan, setelah itu saya tidak tahu bagaimana tiba-tiba menikah.Saya kira kekasih tuan Arga adalah Nyonya Dinda.Namun setelah melihat perlakuan Tuan ke Nyonya sangat acuh selama berbulan-bulan saya kira tidak mungkin nyonya kekasihnya itu.Dan kita lihat baru sebulan ini tuan sangat baik memperlakukan Nyonya."Terang Pak Liyan dengan panjang lebar hasil pengamatan nya.
"Kau benar Pak Liyan,kasihan sekali Nyonya Dinda.Dia bahkan masih sangat kecil yang seharusnya belum menikah dan sekarang lihat..rumah tangganya di ambang kehancuran." Bik Imah prihatin memikirkan nasib Nyonya rumahnya.
"Apa karena ini ya Nyonya Dinda pergi?"Tanya Tutik lagi.
"Bisa jadi.Pokoknya kita harus melindungi Nyonya dari perempuan tak tahu malu itu."Jawab Pak Liyan.
*****
Di ruang tamu apartemen tampak pria sedang meneguk wine di gelas kecil di tangan nya.Dia sedih dilanda rindu berkepanjangan.Tak melihat wanita dicintainya selama dua hari membuat ia sangat frustasi.Tak ada kabar samasekali.Apakah wanitanya meninggalkan nya?Jika jawabannya adalah Ya.Maka ijinkanlah ia mengetahui kabarnya,tidak seperti saat ini.Wanitanya pergi bak hilang di telan bumi.
"Dinda..kau dimana sayang?"Toni memandangi gelas yang dipegangnya seakan itu adalah wanitanya.
"Aku sangat merindukanmu sayang,pulanglah."
Entah mengapa cintanya terhadap istri tuan nya itu begitu dalam.Ada rasa ingin melindungi pada istri tuan nya.
*Bolehkah aku mengejar cinta mu bahkan saat kau dimiliki oleh orang lain.Bisa saja aku membebaskan dari jeratan pernikahan pembawa luka dihidupmu jika kau mau.Tapi kau tak pernah mengatakan ingin di bebaskan.kau tau sayang?bahkan sangat mudah untukku menghancurkan hidup suamimu.Bahkan suamimu tak ada apa-apanya dengan apa yang ku miliki.
Segeralah pulang kasih..sungguh rindu ini menyiksaku.
🌸
🌸
🌸*
TBC
__ADS_1