PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
Episode 60


__ADS_3

Kini Dinda dan Toni baru selesai mengumpulkan air dari 7 sumber.Dinda lebih banyak diam,hanya Toni yang bicara.Dinda akan bicara jika di tanya Toni.Jika Toni tidak bertanya maka Dinda akan diam saja.


Saat Dinda jalan-jalan pagi ia sudah memikirkan bagaimana rumah tangga nya,ia bertekad untuk memenangkan hati sang suami. Memang sulit melupakan seseorang yang pergi meninggalkan kita selamanya,jadi ia akan menerima jika sang suami masih mengenang mantan tunangan nya.


Tapi setelah kejadian di kamar pagi tadi,ia menyadari satu hal,secinta apapun seseorang kepada kita yang memiliki masalalu buruk pasti akan di ungkit siapa kita di masalalu.Baik itu dengan sengaja ataupun tanpa sengaja.


Prosesi pertama acara 7 bulanan Dinda sudah selesai,kini Dinda dan Toni sedang bersiap untuk prosesi kedua yaitu di mandikan diluar rumah dengan air yang mereka ambil tadi.


Dinda dan Toni sedang bersiap di kamar.Dinda menggunakan kain batik yang dililitkan ke tubuh Dinda tanpa lapisan apapun.Sedangkan Toni hanya menggunakan celana pendek sehingga tampaklah tubuh kekar Toni yang biasa tertutup dengan kemeja hitam itu.Ingatkan kalau Toni suka memakai baju hitam?


Setelah selesai bersiap kedua nya saling pandang.Tidak di pungkiri jika keduanya merindukan sentuhan itu.


Dinda dan Toni menelan saliva dengan kasar. Keduanya sama-sama merasakan sesuatu yang perlu di tuntaskan.Tampak keduanya menginginkan sesuatu.


Toni mendekati sang istri berharap kali ini tidak ditolak oleh sang istri.


"Dinda.."Toni menyebut nama Dinda dengan suara menyiratkan keinginan yang ingin di tuntaskan.


Dinda terpaku saat namanya di sebut,ia tahu jika sang suami dalam keadaan On.


Dinda tidak mengerti mengapa sekarang ia gugup berada di depan sang suami.Bukankah mereka sudah pernah melakukan 'itu'?


Toni membelai wajah Dinda,membelai leher hingga tengkuk leher.Dinda hanya mampu memejamkan mata.Ia ingin menolak namun tubuh Dinda mengkhianati sang pemilik.Kurang ajar bukan?


Toni perlahan memajukan wajah hingga tidak berjarak.Seketika bibir Dinda terbungkam dengan bibir Toni.Perlahan namun menuntut.Toni sangat merindukan sang istri.Sentuhan,perhatian,hingga suara istrinya sangat ia rindukan.Berada bukan di lingkungan nya membuat urusan privasi nya terganggu.


Ia harus mengikuti adat dan peraturan keluarga besar sang istri untuk tidak melakukan hal intim apapun jika sudah berkumpul,seperti sekarang,Toni melu mat habis bibir Dinda.Salah satu favorit Toni menjadikan candu untuknya.


Sungguh,Dinda merindukan sentuhan suaminya ini.Biarlah ia menikmati sebentar sebelum acara di mulai.


Suara kecapan terdengar saat Dinda mulai membalas ciu man sang suami yang mulai panas.


Dinda menghirup nafas dalam-dalam saat Toni melepas tautan nya.Sudah Dinda yakini saat ini bibir nya dalam keadaan membengkak karena ulah suaminya.Toni mengusap bibir bawah istrinya menggunakan ibu jari.


"Sangat manis,kakak suka."


Kalau begini bagaimana bisa aku marah coba?


"Dasar gombal."Dinda ingin beranjak pergi menyembunyikan rona merah di wajahnya.

__ADS_1


Toni menahan tangan Dinda untuk tidak pergi.


"Jangan pergi kakak mohon,mari kita bicarakan.Diammu sungguh menyiksa kakak sayang."


Toni merangkul Dinda untuk duduk di tepi tempat tidur.Lagi-lagi Dinda dan Toni menelan saliva dengan kasar saat keduanya melihat tubuh mereka mengundang hasrat gair*h.


Pikiran kedua nya sudah satu jalan saat ini,tidak lagi memikirkan perdebatan sedang terjadi antara keduanya.Hanya ingin sentuhan itu.


"Kak.."


"Din.."


Keduanya memanggil secara bersamaan.Terdengar jelas suara keduanya sedang menahan gejolak api gai rah yang sudah menguasai mereka.


Akhirnya Dinda dan Toni tidak dapat menahan lagi.Bibir keduanya bersatu,Ciu man kali ini penuh tuntutan.


Toni melepas lilitan kain batik di kenakan Dinda tanpa melepas pangutan.Dinda juga begitu,dengan sigap ia membantu sang suami melepaskan celana pendek dan cela na dalam hingga bebaslah pusaka sang suami berdiri tegak dengan gagah.


Toni meletakkan tubuh istrinya di atas tempat tidur.Ia menatap wajah Dinda lembut menikmati wajah istrinya semakin cantik setiap harinya.


"Kak.."Panggil Dinda di sela-sela lenguhan.


"Yes baby.."Toni menciptakan tanda kepemilikan di sana.


Toni menjeda permainan nya.Ia menatap sang istri yang masih di penuhi gair*h sama sepertinya.


"Tentu boleh,bahkan kakak berharap itu." Toni melanjutkan permainan.


Dinda mengalungkan tangan ke leher suaminya.


"Tapi Dinda perempuan posesif kak,Dinda hanya ingin ada Dinda di hati kakak."


"Bahkan sebelum kamu meminta,hati kakak sudah kamu miliki."Toni mengecup sepanjang pundak Dinda.


"Tapi folder foto di ponsel kakak.."Ia teringat lagi foto itu.


"Ah ternyata karena itu kamu mendiamkan kakak?Tapi kakak juga minta maaf atas perkataan kakak tadi pagi.Kakak tidak sengaja sayang."Dinda dan Toni berhenti sejenak dari permainan.


Sejenak mereka melupakan masalah yang menerpa.

__ADS_1


Mereka seakan terbang ke awan menikmati panasnya terik siang itu.


Tidak perduli berapa lama mereka mencari sebuah kenikmatan.


"Come on baby.."Racau Toni merasakan remasan Dinda yang sekarang sudah di gerakkan naik turun di pusaka nya.


"Ini hukuman karena kakak sudah menuduh Dinda." Bukan hukuman,tapi ia lah yang ingin memuaskan sang suami.Ia tetap berkuasa atas alat pusaka sang suami.


"Kamu yang terbaik sayang sshh."Racaunya lagi.


Dinda tersenyum dengan tangan masih naik turun di pusaka sang suami.


"Mau lebih dari tangan?"tawar Dinda.


Toni mendengar tawaran sang istri tentu saja ia menginginkan.Toni hanya mengangguk memperhatikan apa yang akan di lakukan sang istri.


Sebagai perempuan yang sudah mengenal surga dunia sebelum menikah pada suami kedua nya ini tentu hal mudah untuk menyenangkan sang suami.


Walau ia sendiri belum pernah menunjukkan keahlian nya pada masalalu nya yang pernah tidur dengan nya.Baik itu mantan kekasih ataupun mantan suami nya.Jika hanya memimpin permainan bukan kah itu hal sangat mudah untuk perempuan yang sudah mengenal surga dunia.


Tidak terasa satu jam mereka memadu kasih tanpa bersatu namun belum tampak Toni akan menyudahi permainan.


Dinda berhenti dari kul*man,Ia menarik Toni agar keduanya turun dari tempat tidur,Toni pasrah apa yang akan di perbuat sang istri karena ia ingin melihat keahlian sang istri yang tidak pernah ia tunjukkan.


Toni berdiri di depan Dinda yang duduk di tepi tempat tidur.Lagi-lagi Dinda mengarahkan pusaka ke bibir ranum Dinda,tidak ada rasa jijik jika menyangkut hal ini.Toni benar-benar merasa nikmat.Ia meremas rambut sang istri.


Berkali-kali ia mend*s*h hebat dengan suara tertahan.Ia begitu memuji keahlian sang istri.Dinda.


Dirasa cukup,Toni menghentikan permainan Dinda.Dinda mendongak seakan bertanya mengapa?


Toni meletakkan tubuh Dinda kembali ke tempat tidur,ia kembali melu mat bibir mungil sang istri.Tangan nya mulai bergerilya menari di tubuh sang istri.


Tangan nya turun ke inti sang istri bermain-main disana.Cium man Toni turun dari leher,gunung kembar,perut buncit Dinda, kemudian ke inti Dinda.


Awal hanya kecupan,berubah menjadi jil***n.


"Astaga..Anak kurang ajar.."


🌸

__ADS_1


🌸


Nah.. siapa kah orang itu? tetap ikuti cerita author ya..


__ADS_2