
"Apakah jagoan ku sehat?"
Mamp*s..Kenapa Dimas harus panggil El dengan sebutan itu sih?Daddy nya ada disini loh..
"Jagoan?"Tanya Toni dengan nada tidak suka.
"Ya,anak Dinda..Jagoan ku."
Tolong diamlah Dimas...
"Nama nya El Dim..Panggil saja El."Ucap Dinda.
Dimas manggut-manggut.
"Apa kamu sudah makan siang?"
"Belum."Ucap Dinda.
"Sudah."Ucap Toni.
Dimas menaikkan satu alisnya heran dengan dua orang di depan nya.
Dinda dan Toni saling pandang.Toni menatap Dinda dengan tatapan tajam.
Dinda hanya bisa menelan saliva dengan kasar.Nyali nya selalu ciut saat Toni menatapnya seperti ini.
Hajab..Aku lebih memilih di hukum sampek pagi daripada di tatap begitu.
"Aku belum makan Dim."
"Kita makan siang dahulu ya.."Tawar Dimas.
"Nggak usah Dim,aku nggak bisa lama.El menunggu ku di rumah."Tolak Dinda.
Padahal aku lebih takut dengan suamiku sekarang.
"Baiklah.Kalau begitu aku balik ya."Dimas tersenyum.
Dinda hanya mengangguk.
"Hati-hati."
"Semoga kamu bahagia Din."Ucap Dimas lirih masih terdengar oleh Dinda.
Apa maksudnya?apa dia tidak lagi menginginkan ku?
Dimas keluar ruangan.Ia tidak mampu melihat Dinda lebih lama.Rasa bersalah,cinta,sayang,dan rindu melekat menjadi satu.Waktu benar-benar tidak mengijinkan mereka bersama.
Kini Rio menatap Dinda intens dengan menghela nafas panjang.
"Gue balik Din,Semoga lo dan Dimas bisa bahagia dengan kehidupan kalian masing-masing."
Dinda tertegun mendengar ucapan Rio.
Mengapa seperti sebuah perpisahan?
Dinda hanya mengangguk."Terimakasih.Dan Lo juga ya.."
Setelah Dimas dan Rio pergi.Kini hanya ada Dinda dan Toni yang masih saling diam.
Toni berpikir jika Dinda diam saat ini sedih karena tidak bisa bersama dengan Dimas.Ia berpikir jika ia lah penyebab Dinda dan Dimas tidak bisa bersama.Tapi ia akui,ia sangat cemburu.
Toni kembali emosi saat mengingat Dimas memeluk Dinda.Ia juga berprasangka buruk pada Dinda dan Dimas saat liburan di Danau Toba.Ia berpikir Dinda dan Dimas sudah pernah melakukan itu.
Toni menarik pergelangan tangan Dinda erat hingga membuat Dinda meringis.
__ADS_1
"Sakit kak."
Tidak ada jawaban Toni.Ia terus menarik tangan Dinda keluar restoran dengan penuh amarah.
Toni membuka pintu mobil dan melepas tangan Dinda."Masuk."Bentak Toni.
Braakk...
Zaki sudah berada di dalam terkejut saat pintu mobil di tutup dengan keras.
Apa yang terjadi di dalam sampek Tuan Toni marah begitu?
Mobil melaju dengan kecepatan sedang menembus kemacetan kota Medan.
Dinda dan Toni duduk berjauhan.Tidak ada yang ingin memulai berbicara.
"Kak.."
Toni tidak menjawab namun ia mengangkat tangan sebagai tanda jangan bicara.
"Kakak terlalu cemburu."Ucap Dinda lirih memandang ke luar jendela.
"Baiklah jika menurut mu aku terlalu cemburu.Aku tidak akan cemburu mulai sekarang."
*Deg
Apa maksud ucapan kak Toni?apa itu berarti kak Toni akan meninggalkan ku*?
"Apa maksud ucapan mu?"Dinda menatap Toni.
"Bukankah itu mau mu?"
Dinda tidak menjawab,ia harus bisa menahan emosi nya saat ini dan tidak ingin bertengkar di depan orang lain.
Dinda tidak menjawab ia hanya mengangkat tangan sebagai jangan bicara mengikuti apa yang Toni lakukan padanya.
"Kenapa menirukan aku heh?"tanya Toni dengan mata melotot.
Dinda mengangkat bahu nya acuh.
"Hanya mengikuti apa yang dilakukan suami.Dan tolong jangan melotot begitu,kau lebih tampan tersenyum dengan mata sipit itu."Goda Dinda dengan senyum manis nya.
Toni tidak menjawab,ia menatap keluar jendela dengan pipi yang merona.Tampak jelas wajah nya yang memerah.
Zaki melihat majikan nya itu hanya bisa tersenyum geli.Ia membayangkan jika nanti ia sudah menikah mungkin saja seperti itu ketika cemburu dan di goda oleh istrinya.
*****
"Dim,tiket udah di pesan.Tapi kita dapat dua hari lagi.Jadi besok lo free."
"Terserah lo aja,gue ngikut."Jawab Dimas tidak bersemangat.
"Yang sabar Dim,ini hanya masalah waktu.Lo pasti bisa lupain Dinda."Sebenarnya Rio sangat kasihan melihat sahabatnya.Cinta tak sampai.
"Nggak akan bisa Yo,hati gue udah di bawa pergi Dinda."
"Jadi lo mau gimana?Walaupun pertunangan lo batal..Lo nggak akan bisa miliki Dinda yang masih status istri orang."
Dimas diam sesaat.
"Andai gue bisa batalin pertunangan bisnis ini."
"Aarrgghh..Kenapa bokap gue nggak mau ngertiin gue?"Dimas sangat frustasi dengan takdir yang sangat tidak diinginkan oleh nya.
****
__ADS_1
"Wow..Sangat menarik..Istri yang di puja-puja memiliki kekasih."Rina semakin terobsesi untuk memiliki Toni seutuhnya.
"Ikuti kemana dia pergi,jangan sampai terlewat kan."Titah Rina pada orang yang telah ia sewa untuk memata-matai Dinda.
"Baik."
*****
"Bang,lo orang apa?"Tanya Dinda dari sekian lama keadaan di dalam mobil hening menikmati kemacetan kota Medan.
"Orang Jawa Din."
Dinda manggut-manggut.
"Kepiye carane ngrayu wong lanang men ora nesu?"Tanya Dinda dengan bahasa Jawa.
Zaki di tanya dengan bahasa Jawa hanya bisa menahan tawa.
"Opo sampeyan uga iso boso Jowo?Keren."
Dinda dan Zaki tertawa tanpa menghiraukan Bule yang sedang merajuk di tambah ia tidak mengerti apa yang sedang di bicarakan istri dan supir barunya itu.
Toni pun menunjukkan kehebatan bahasa asing nya.Dan kali ini ia berbicara menggunakan bahasa Belanda.
"Ik zal wreken wat je hebt gedaan. Denk je dat alleen jij vreemde talen kunt spreken? (Aku akan membalas perbuatanmu.
Kamu pikir hanya kamu yang bisa bahasa asing?)"
Seketika tawa Dinda dan Zaki berhenti.Dinda menoleh kearah Toni.
Dinda menatap tajam tidak suka mendengar Toni bicara bahasa asing.Bahkan ia tidak bisa meniru ulang apa yang di katakan Toni.
"Ho pala mansogohon Mene borngin on ho modom di ruar. (Kau sangat menyebalkan. Baiklah.Malam ini kau tidur di luar)."
"Apa artinya?"Toni dan Zaki bertanya bersamaan.
Dinda berdecak sebal."Malam ini kakak tidur di luar."
Seketika Toni menjadi panik.
"Tidak bisa."
"Ya sudah Dinda tidur dengan El saja."Jawab Dinda enteng.
"Ya sudah,kakak ikut."
"Apaan itu?tadi marah sama Dinda,tiba Dinda ingin tidur berdua dengan El gak di bolehin."Omel Dinda pada Toni.
"Kakak hanya cemburu."Ucap Toni pelan.
"Dinda tahu,maaf tadi Dinda nggak tahu kalau Dimas akan memeluk Dinda."
"Iya tapi nanti begitu sampai langsung mandi."
"Loh kok mandi?"Tanya Dinda bingung karena ia sudah mandi pagi tadi.
"Agar bekas Dimas di tubuh kamu hilang."
Dinda menggeleng merasa aneh dengan Toni yang sangat posesif.
"Baiklah nanti Dinda langsung mandi ya.."
"Janji tidak akan ada Dimas lagi."
🌸
__ADS_1