
Waktu menunjukkan pukul 01.00 WIB dini hari.Dinda meringis merasakan perutnya yang kram.Lagi dan lagi.. kebiasaan yang sangat menyusahkan Dinda ketika tidur sendiri.Dia harus meletakkan semua bantal di pinggir ranjang,jika tidak maka akan seperti ini,ia akan terjatuh dari tempat tidur.
Terkadang Dinda tidak habis pikir,bagaimana sebenarnya ketika ia tidur sendiri sampai bisa terjatuh.
Ini sangat memalukan bukan?
Dan malam ini perutnya terbentur hingga kram dan terasa tegang di bagian bawah perut.
Dinda mengelus-elus perut nya dan mengajak bicara anak yang masih di dalam kandungan.
"Maafin mommy sayang, mommy lupa meletakkan para bantal di ranjang..jangan sakit ya sayang.."
P aahh d biasanya yang elus-elus saat kram begini kak Toni..enggak Din, kamu gak boleh terjebak cinta terlarang lagi..
Di ambilnya ponsel di atas nakas di aktifkan ponsel dan mencari kontak Dimas disana.
Tuuttt..tuutt..
📲Dimas
"Hallo" Ucap Dimas dengan suara khas bangun tidur.
📱Dindaku❤️
"Perutku sakit Dim.sshh" Dinda bicara menahan sakit akibat perut yang keram.
Mendengar suara rintihan Dindanya,Dimas langsung bangkit mencari baju kaos,ia mengambil ponsel dan dompet lalu segera keluar menuju ke kamar sang pujaan hati.
Sesampainya di depan pintu penginapan Dindanya,ia mengetuk pintu beberapa kali.
"Din buka pintunya."
Mendengar suara Dimas dibalik pintu,Dinda pun segera membukanya dengan menahan sakit di perut.
ceklek..
"Dim.."
Melihat Dinda nya terlihat pucat menahan sakit, ia langsung memeluk Dinda nya.Ia sangat khawatir dengan keadaan Dinda nya.
"Kenapa sayang? apa yang sakit?"tanya Dimas khawatir.
"Perutku kram Dim.."
Dimas tetap memeluk Dinda penuh kasih sayang.Tapi tunggu,fokus nya teralihkan kearah ranjang tidur Dinda dalam keadaan penuh bantal.
"Din.."
"Iya.."Dinda menjawab sambil mengarahkan tangan Dimas kearah perut untuk mengelus perut buncitnya.
Dimas tersenyum mengerti maksud Dinda.Ia pun segera mengelus perut Dinda dan bertanya."Kenapa di ranjang tidur penuh bantal Din?"
"Aku gak bisa tidur sendiri Dim."Jawab Dinda ambigu membuat Dimas mengernyitkan dahi.
"Lalu apa hubungannya Din?"
"Kamu belum tahu ya?"
"Tahu apa sih? ngomong yang jelas sayang.."Dimas masih mengelus perut Dinda yang sudah duduk di sofa.
"Aku gak bisa tidur sendiri loh..kalau tidur sendiri tanpa di halangi bantal-bantal sering jatuh."Dinda tersenyum menampakkan gigi rata nya seperti iklan pasta gigi.
Dimas terkekeh mengetahui kebiasaan aneh Dinda nya.
"Kalau begitu,malam ini aku tidur denganmu."
"Ck..cari kesempatan ya?"
"Salah satunya,tapi setelah kamu nyenyak aku akan pindah ke sofa ini.Aku janji."Dimas berkata serius meyakinkan Dindanya.
__ADS_1
"Awas saja kalau berani aneh-aneh."
"Enggak akan sayang,aku akan aneh-aneh setelah kita menikah."
Dinda tidak menjawab karena ia pun tidak tahu adakah takdir untuk mereka berdua menyatu.
Dan malam ini Dinda tidur dalam satu kamar,Dimas sama sekali tidak tidur hanya demi menjaga Dindanya.
Dipeluk penuh kasih sayang..
Dikecup puncak kepala Dindanya..
Dielus-elus perut buncit Dindanya..
Ia tak akan menyia-nyiakan waktu liburan ini hanya bersama Dindanya sebelum ia kembali ke negara Jerman tempat tinggalnya sekarang sesuai permintaan sang pujaan hati.
Ia berjanji akan setia menjaga cinta.
Ia akan membuktikan bahwa ia berhak bersama Dindanya
Ia akan menjadi orang sukses sesuai permintaan Dinda nya.
Aku mencintaimu..
Sungguh aku mencintaimu..
Bolehkan aku berharap Takdir??
Aku berharap suatu saat aku dan Dindaku ditakdirkan bersama..
Aku sungguh mencintainya..
****
"Toni..kapan kau pulang nak?"Tanya wanita paruh baya di seberang ponsel Toni yang sedang melakukan video call.
"Belum saat nya Ma..Ada yang harus ku jaga disini."
Toni terkekeh mendengar sang Mama selalu membahas masalah gaji seorang pengawal padahal ia sendiri memiliki bisnis yang maju di ibukota.
"Bukan itu Ma."
"Apalagi?sudah hampir enam tahun kamu pergi untuk melupakan dia,ini sudah terlalu lama Toni.."Kata sang Mama lirih dengan mata berkaca-kaca saat mengingat bagaimana anak bungsunya hancur di tinggal mati sang tunangan.
Toni melihat sang Mama menjadi sedih,ia sedih bukan lagi karena ditinggal mati sang tunangan karena ada wanita lain yang mengisi hatinya yang kosong.
"Mama jangan sedih,karena Toni sudah mencintai wanita lain."Toni tersenyum kala mengingat wajah Dinda.
Wajah sang mama tentu berubah sumringah.
"Oh ya?Siapa dia nak yang berhasil membuat kamu bisa mencintai seseorang lagi?"
"Namanya Dinda Ma.Dia gadis manja yang membuat aku jatuh hati padanya,bahkan melebihi perasaanku pada tunangan ku dulu Ma."Toni tersenyum menceritakan seorang Dinda.
"Benarkah? kapan kamu akan mengajak Dinda menemui Mama?"Tanya Mama Toni antusias.
"Sabar ma..bila sudah waktunya tiba Toni akan membawanya menemui Mama,Bagaimana kabar kak Tara?"
Tara adalah kakak sulung Toni.
"Dia masih sibuk bekerja seperti dulu."
"Biarkan saja ma,saat ini kak Tara belum menemukan wanita yang cocok untuknya.suatu saat pasti akan ketemu,Mama yang sabar ya."
"Ya kamu benar nak,kakak mu itu terlalu kaku,mana ada wanita yang menyukai nya."
"Biarkan kakak seperti itu, setelah menemukan cinta nya pasti kakak berubah."
"Ya seperti dirimu."sindir mama membuat Toni berdecak.
__ADS_1
"Ck..Mama tahu saja.Sudah dulu ya Ma..Toni masih memeriksa email laporan perusahaan yang dikirim Asisten Jo."
"Baiklah,jaga dirimu sayang.Cepatlah pulang.."
"Iya-iya,bye Mam." Toni mematikan sambungan video call.
Ditatapnya lagi foto Dinda sebagai wallpaper ponselnya.Di elus-elus pigi di gambar itu.
"Cepatlah pulang sayang,Kakak sangat merindukan mu."
*Jangan bersedih kasih..
ingatlah janji ini..
aku akan melindungi diri dan hati..
Agar kau tak tersakiti kembali.
Jangan lagi menangis..
Jangan lagi meringis..
Akan ku pastikan mereka mengganti semua tangis.
menjadikan mereka yang penuh tangis.
Aku akan melindungi..
aku akan mengobati..
mengobati hati yang tersakiti..
Entah mengapa hati ini bisa memilihmu.
Kau?? Si wanita muda bersuami..
Mengapa dengan mudah nya kau mengambil hatiku yang sedang patah?
Kau hapus semua luka hati ini tanpa sadar.
Aku tahu ini adalah perasaan yang salah..
Namun..bolehkah aku berharap?
Ku berharap suatu saat nanti kau benar-benar menyadari perasaan ini tulus.
Hati...
bersabarlah..
Jika memang dia di takdirkan bersamamu suatu saat..
Maka..berbahagialah..
Dan berjanji untuk selalu membuatnya bahagia..
Jangan biarkan ia menderai air matanya lagi..
Cintaku..
Pulanglah..
Aku merindukanmu..
Rindu ini sungguh menyiksaku..
🌸
🌸*
__ADS_1
TBC