PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
Episode 43


__ADS_3

Toni berdiri langsung menarik Dinda ke pelukan.Toni memeluk Dinda sangat erat,Ia menyalurkan rasa rindu terhadap Dinda.Ia hampir gila saat tidak melihat Dinda sehari saja.


2 menit.


5 menit.


10 menit.


Dinda sudah merasa sesak di dalam pelukan Toni."Kak..Sesak."Rengek Dinda.


"Toni,waktunya rapat."Terdengar suara Tara di seberang sana.


"Ah iya sebentar."Toni melepaskan pelukan Dinda,ia tersenyum pada Dinda.Sungguh ia sangat merindukan wanita ini.


"Kamu duduk Din."Titah Toni pada Dinda.


Dinda menuruti dan memperhatikan Toni sedang rapat visual. Dinda baru menyadari tentang Toni bahwa Toni bukan orang sembarangan.Ia bahkan terlihat lebih berwibawa dan tegas saat ini.Ia harus mempertanyakan nanti.


30 menit berlalu rapat visual belum juga selesai.Rapat kali ini sedikit alot karena laporan salah satu kepala divisi tidak memuaskan Toni. Dan itu semakin membuat Dinda merasa lapar karena ia hanya ingin makan nasi goreng seafood buatan Toni.


Dinda sudah mulai gelisah,ia ingin mengambil susu kedelai lagi untuk mengganjal perut sedari tadi minta di isi.Namun saat hendak beranjak tangan Dinda di cekal Toni agar tetap duduk di dekat dirinya.


"Dinda lapar kak.."Rengek Dinda sudah tidak tahan karena ia sudah mulai pusing karena lapar.


Akhirnya genggaman terlepas,Dinda bangkit menuju dapur,Ia mengambil beberapa sosis,di hidupkan kompor berisi minyak goreng.Ini adalah pengalaman pertama berada di dapur untuk memasak walau hanya menggoreng sosis.


Dari 4 anak sang ibu hanya Dinda lah yang di manja di keluarga itu jadi Dinda tak pernah di ajarkan untuk belajar memasak dan Dinda sendiri tak pernah mempermasalahkan hal itu.


Dinda bingung harus apa setelah ini.Ia panik takut kebakaran.Dinda pun mematikan kompor kemudian berjalan cepat mendatangi Toni. Sepertinya meeting sudah selesai,tampak Toni tersenyum saat di goda kembali berbeda sebelum meeting tadi.


Toni sadar kedatangan Dinda.


"Ada apa hem?"Tanya Toni menatap Dinda dengan laptop masih menyala menampakkan wajah-wajah peserta meeting.


"Kakak udah selesai belum?"


Toni beralih menatap laptop kemudian berkata lagi. "Sudah sayang..kenapa?"


Dinda membungkuk membisikkan sesuatu dan hal itu terlihat jelas dari pandangan peserta rapat termasuk Tara kakak dari Toni.


"Toni."Panggil Tara datar.


Toni dan Dinda pun menoleh ke arah laptop.


"Ada apa?"Jawab Toni tak kalah datar.


"Segera bawa wanita mu ke hadapan mama."


Dinda mendengar itu hanya bisa menelan saliva dengan kasar. Hajab lasude..

__ADS_1


"Belum waktunya,tapi tenang saja aku akan mengenalkan pada mama."


"Ya sudah,kita akhiri rapat ini.Selamat malam semua."Ruang rapat visual pun berakhir.


Kini Toni menatap Dinda dengan tatapan rindu,ingin sekali ia memeluk tanpa melepaskan lagi.


"Kak..jangan dilihatin terus,ayo masak Dinda laper."Rengek Dinda karena sudah tak bisa menahan lapar.


"Ah iya ayo."Toni beranjak menarik tangan Dinda menuju dapur.


Toni mengambil sosis,bakso,bawang merah,bawang putih,dan bumbu lain nya.Ia mulai mengupas bawang,mengiris sosis.


Dinda hanya memandang Toni sedang sibuk berkutat di depan kompor.


Mengapa aku tidak bisa membalas cinta mu kak?Maafkan aku bila hati ini untuk laki-laki lain.Semoga kamu mendapatkan cinta mu sesungguhnya.


"Sudah selesai.."Ucap Toni meletakkan sepiring nasi goreng seafood permintaan Dinda.


"Terimakasih."Jawab Dinda datar membuat Toni mengerutkan alis bingung dengan reaksi Dinda berbeda seperti biasanya.


"Kamu kenapa?"Tanya Toni duduk di depan Dinda.


Dinda masih fokus makan dengan lahap pun beralih menatap Toni.


"Dinda lapar,kakak lama.Jangan ajak bicara.Biarkan Dinda makan dulu oke?"


"Baiklah..makan lah,kakak tunggu."


Toni menuang air minum untuk Dinda setelah selesai makan.Kini keduanya duduk berhadapan masih saling memandang.


"Kak.."Panggil Dinda memecahkan keheningan di antara keduanya.


"Hem.."Toni berdehem tetap berwajah datar.


"Carikan Dinda apartemen kak."Pintanya.


"Untuk apa Din?"


"Untuk Dinda beristirahat lah,Dinda gak mau terlalu lama berada di rumah bang Arga kalau ada mbak Mira,Dinda akan pulang kesana malam hari saja numpang tidur."


"Di lantai 3 ada kosong, bagaimana Din?"


Dinda mengangguk."Ajarin Dinda masak juga besok ya."


"Dengan senang hati."


"Malam ini Dinda nginap disini ya kak."


"Boleh."Toni tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"Jangan mesum kak."Dinda mengerti arti tatapan itu.


"Iya deh,peluk aja ya."


*****


"Honey..aku menginginkan mu."Ucap seorang wanita berpakaian sexy.


"Aku lelah malam ini."Ucap Arga datar.Sebenarnya ia sedang kalut.


Ia tak lagi merasakan naf su pada kekasihnya, pada saat berhubungan int*m pun ia berhalusinasi bahwa kekasihnya adalah istrinya.


Arga benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa.Ia tidak mungkin mengungkapkan siapa Dinda sebenarnya pada kekasihnya.Ia mengenal Mira bagaimana sifat buruk yang di miliki Mira.


Jika sampai terungkap,maka Dinda dalam bahaya,bukan hanya Dinda tapi anak mereka juga akan dalam bahaya.Andai Arga memiliki keberanian melawan keluarga Mira maka ia akan tetap mempertahankan pernikahan dengan Dinda dan membuat istrinya itu jatuh cinta padanya.


Arga masuk ke kamar mandi membersihkan diri,di hidupkan shower bermandikan air dingin. Ia ingin menetralkan pikiran,malam ini ia benar-benar rindu pada istrinya namun ia tak memiliki ruang gerak jika sedang bersama kekasihnya.


Abang sungguh merindukanmu dek..bisakah kita tetap bersama walau abang menikah lagi? Abang terpaksa lakuin ini,kamu tahu balas budi? inilah sebenarnya dek.Balas Budi tidak bisa di ganti dengan uang.Andai kita bertemu lebih dahulu sebelum abang mengenal Mira.. Abang benci situasi seperti ini.


Aarrgghh...


Arga frustasi tidak bisa berbuat apa-apa pada pernikahan yang sudah di ujung tanduk.Ia benar-benar takut kehilangan istri.Dinda.


Arga keluar kamar mandi masih menggunakan handuk terlilit di pinggang.Sedangkan di tempat tidur sudah ada Mira tanpa busana bergaya sensual disana.


"Honey.."Panggilnya dengan nada menggoda.


Arga beralih menatapnya,Lagi dan lagi ia tidak merasakan apa-apa saat di suguhkan tubuh kekasihnya.


"Pakailah baju mu Mir,aku benar-benar lelah malam ini."


"Kau menolak ku Arga?"


"Bukan,aku hanya benar-benar lelah."


"Apa ada wanita lain sekarang sehingga kau menolak ku walau aku sudah tanpa busa seperti ini?"Tatapan Mira nyalang mulai curiga.


Arga mengalah dan ia harus melindungi Dinda jika Mira sudah curiga seperti ini.Dan malam ini ia harus berfantasi menganggap Mira adalah istrinya.Dinda.


"Baiklah honey,jangan curiga seperti itu.Tapi aku minta malam ini kau yang memimpin."Arga mencoba tersenyum pada kekasihnya itu.


"Dengan senang hati."Mira mulai bereaksi memimpin permainan.


Andai waktu ini bersama mu Din..Dengan senang hati abang dilayani begini.Bahkan abang lebih puas pada mu.Sungguh Abang rindu kamu Din.


Dan terjadi lah hal yang di inginkan Mira dengan Arga yang berfantasi Dinda lah yang sedang bersama nya saat ini.


🌸

__ADS_1


🌸


Maaf lama up nya ya..


__ADS_2