PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
episode 48 Hanya iya dan oke


__ADS_3

"Awalnya hanya ingin menemuimu,Tapi setelah Bapak bertanya siapa kakak, ya kakak jawab pengawal kamu.Dan Bapak mulai bertanya-tanya masalah keluarga kamu dan suami mu.Bukan bertanya tapi lebih tepat memperjelas apa yang bapak ketahui." Toni menjelaskan dengan lembut.


"Itu berarti Bapak tahu bang Arga selingkuh?"Dinda terbelalak saat mendengar penjelasan Toni.


Toni hanya mengangguk.


"Kalau tentang Dinda tahu juga kalau Dinda pernah 'itu' sama kakak?" Jika tahu makan fix Dinda urungkan mengunjungi Bapak Ibu di Kalimantan.Malu.


"Tentu -."Jawab Toni belum selesai bicara sudah di potong Dinda dengan teriakan.


"Apa?"Teriak Dinda shock,sedih,malu tercampur jadi satu.


Toni terperanjat karena terkejut. Sangking terkejutnya Toni sampai mengelus dada.


Astaga..untung cinta.


Dinda menutup wajah menggunakan kedua telapak tangan.Ia menangis dalam diam.Ia malu pada orang tuanya karena ia melakukan kesalahan lagi.


"Hei..kenapa menangis?"Tanya Toni.


"Dinda hiks hiks malu kak.huuuaa.."Tangis Dinda semakin kencang memikirkan kesalahan Dinda begitu banyak pada orang tuanya.


"Butuh pelukan?"tawar Toni.


Seketika Dinda berhenti menangis walau masih sesenggukan.Ia menatap Toni tajam.


"Bisa-bisa nya kakak tanya seperti itu,padahal kemarin-kemarin sering peluk Dinda."Kata Dinda ketus.


"Karena sekarang hati kamu sudah ada yang memiliki Din.."Toni mengatakan dengan nada lemah.


Deg


Benarkah hatiku sudah ada yang memiliki?Bahkan aku sendiri bingung kak..


Dinda menatap netra Toni lekat.Air mata terus menetes kala mendengar perkataan Toni tadi.


"Sudah jangan di bahas,sekarang buktikan jika Bapak sudah menyetujui lamaran kakak yang gak romantis itu."


"Ini baca dan lihat video Bapak."Toni menyerahkan selembar surat resmi berisikan surat pernyataan bahwa Bapak Dinda merestui pernikahan Dinda dengan Toni dan wali di wakilkan.Dan juga rekaman video Bapak.


Isi dari Video.


"Sayang..ini Bapak.Ah ya pasti Bapak tampan kan?."


Seperti itulah Bapak Dinda jika bicara dengan Dinda.Maka Dinda menjadi anak manja karena Bapak Dinda sangat memanjakan Dinda.


"Sayang..Maafkan bapak telah membuatmu sedih dengan menikahkan kamu dengan nak Arga." Wajah Bapak berubah sendu.


"Jika saja Bapak tidak terburu-buru menerima dia pasti kamu bahagia kan ada laki-laki lain melamar kamu? Dia tampan kan nak?" Bapak tampak senyum disana.


Dinda tersenyum..ia tidak menampik jika Toni memang termasuk laki-laki tampan.

__ADS_1


"Kamu tahu,Dia melamar mu nak..Bapak shock dan marah karena berani-beraninya dia melamar anak Bapak yang sudah menikah.Padahal masih ada anak gadis Bapak yang lain."


"Enak aja kak Toni nikah sama adek,Enggak boleh." Dinda tanpa sadar menjawab perkataan sang Bapak di rekaman itu.Dan tentu Toni yang mendengar tersenyum penuh kebahagiaan.


"*Jangan cemberut begitu, Bapak hanya menggoda mu."


"Menikahlah dengan dia nak,Bapak merestui kalian.Jika Arga mempersulit perpisahan kalian setelah kamu lahiran katakan pada Bapak. Dan jika Dia juga menyakitimu maka pulanglah, Bapak akan melindungi mu."


"Ah iya siapa nama calon suami kamu?Toni Sanjaya..ya Bapak sudah ingat sekarang.Sudah ya*.."


Dinda diam,Ia mengambil ponsel di tas kuliah. Ia tekan tombol hijau menghubungi seseorang.


📱Dinda


**Halo..


📲*Bapak tampan


**Ya sayang..


📱Dinda


*Video *itu palsu kan Pak?


📲*Bapak tampan


**Itu asli nak, Bapak merestui dan setelah kamu berpisah dengan Arga, Setidaknya Arga talak kamu dan kalian akan menikah secara hukum juga.Dan ibu juga akhirnya sudah menerima.


📱*Dinda


📲*Bapak Tampan


**Maka dia akan Bapak bunuh Dinda..Jangan berpikiran buruk begitu.


📱*Dinda


*Yasudah, Bapak sehat-sehat ya..Dinda tutup telepon nya.


Dinda memutuskan sambungan telepon dan menatap Toni tajam.Sedangkan Toni tampak santai dengan tatapan Dinda.


"Puas kakak sekarang?"


"Belum."Jawab Toni tersenyum penuh arti.


"Belum apalagi sih?"Dinda mulai kesal.


"Kita belum menikah sayang..Dan kakak mau malam nanti kita tidur bersama."Toni tetap tersenyum penuh arti.


"Jangan gila kak..Dinda harus pulang kerumah suami Dinda."Dinda mulai jengah dengan permintaan Toni.


"Lupa kalau beberapa jam lagi kakak juga suami kamu?"

__ADS_1


"Sudahlah..Ayo kita harus bersiap."Dinda sudah malas berdebat dengan Toni.


"Sayang..cium."Rengek Toni seperti anak kecil meminta uang jajan pada sang ibu.


Dinda melihat itu mengulum bibir agar tidak tersenyum geli.Ia sangat gemas pada Toni saat-saat seperti ini.Manja.


"Ogah..sudah ayo.."Dinda menarik tangan Dinda untuk keluar hotel.


Tibalah saat mendebarkan untuk Dinda.Ia berjalan maju kemudian berbalik badan dan jalan lagi.Begitu seterusnya seperti setrika panas hingga berasap.


Ia sangat cemas hingga meremas tangan sendiri.Ia takut salah langkah kembali.Ia takut penyesalan baru datang lagi.Ia masih belum bisa menerima penyesalan sebelumnya.


Dimas..maafkan aku,maaf aku telah berkhianat, maaf aku benar-benar harus berkhianat.Ku harap kamu menemukan cinta yang tulus.


Toni masuk kamar melihat calon istrinya sedang cemas.Tapi tunggu pakaian wanita ini, sungguh ia tak rela bila Dinda harus di pakai saat acara pesta.


"Sayang.."


Dinda menoleh ke arah pintu.


"Ya kak ada apa?"


"Jangan pakai baju itu yang..Lihat,bagian depan sangat terlihat karena perut kamu sudah besar." Keluh Toni tidak rela bagian tubuh Dinda terlihat.


"Ini cantik kak.."protes Dinda.


"Ganti ya.."titah Toni lemah lembut.


Dinda mengangguk.Ia memilih pakaian yang dirasa cocok untuknya.Namun lihat lah laki-laki menyebalkan ini selalu geleng kepala.


Akhirnya pilihan nya jatuh pada gaun berwarna navy.Gaun dengan panjang hanya sebatas diatas lutut dan kombinasi brukat panjang sampai atas mata kaki sebagai luaran.Sangat cantik.


"Sayang..itu juga pendek."Protes Toni sekali lagi.


"Sudah ya..Ini uda yang paling mending kak..Kakak keluar gih,biar cepat kita ke acara bang Arga."


Toni tersenyum.Ia pun keluar dari kamar menuju ruang tamu melakukan ijab kabul.


Dinda kembali merasakan kekhawatiran.Ia harus berpikir bagaimana cara agar tidak menyakiti Arga suaminya.Ia merasa tak adil jika ia menikah sedangkan suaminya hanya bertunangan.Walau ia juga tahu suaminya lebih berkhianat dari pada dirinya.


Dinda bukanlah wanita ahli dalam bidang berselingkuh.Bahkan setelah melakukan di luar batas saat bersama Toni, ia merasa bersalah hingga ia rela tubuhnya lebih kesakitan, lebih kelelahan hanya untuk memuaskan suami nya.


Dan pada akhirnya ia sendiri jatuh sakit dan harus istirahat total. Ia juga bingung mengapa selama hamil ia semakin liar,ia semakin bersemangat jika dalam urusan 'itu'.


Menyebalkan bukan?


Buat malu saja.



Tampilan Dinda saat ini.Anggap saja perut nya buncit ya say..

__ADS_1


🌸


🌸


__ADS_2