
"Selamat siang Mommy."
"Selamat siang Nyonya Toni Sanjaya."
Dinda menggeliat kemudian membalikkan tubuh memunggungi suami dan bayi nya saat ini.
"Lihatlah El,Mommy mu sangat pemalas."Ucap Toni pada baby El di gendongan nya.
"Ini juga salah mu kak..Kita selesai saat sudah jam 4 subuh."Sahut Dinda dengan tetap mata terpejam.
"Habis kamu sangat menggoda dan menggairahkan."Toni berbicara sambil mengelus pipi baby El.
Dinda duduk,tidak lupa ia menarik selimut untuk menutupi dada nya karena ia masih dalam keadaan polos saat ini.
"Sini El kak,Dinda akan memberi ASI."
Toni memberikan El pada Dinda.Ia duduk di tepi ranjang berhadapan dengan Dinda yang sedang memberikan ASI pada baby El.
Toni tersenyum.Ia bahagia melihat pemandangan indah di depan nya.Ia merasa beruntung memiliki Dinda dan ia bangga pada Dinda.
Ia tahu jika Dinda tidak menyesal telah memiliki anak pada usia dini,Dinda hanya menyesal cara mendapatkan anak itu.Ia menyesal pada masalalu nya yang kelam.Maka dari itu ia bertekad untuk membahagiakan Dinda.Istri SAH nya.Ah Toni jadi mengingat olahraga panas malam tadi.Malam Pertama versi Toni dan Dinda.
"Kenapa senyum-senyum kak?"Tanya Dinda sembari meletakkan baby El di tempat tidur.
"Kamu sangat berbeda malam tadi,kakak jadi pengen lagi."Toni tersenyum nakal.
"Kakak..Dinda malu."Dinda menutup wajah yang merona dengan kedua tangan.
"Kakak suka sayang,kamu pintar buat suami senang.Bikin nagih."Puji Toni saat mengingat keahlian istrinya di atas tempat tidur.
FLASHBACK ON
"Kamu memang harus di hukum."
"Jangan malam ini kak.Dinda belum siap."Ucap Dinda lirih, sebenarnya ia takut efek dari produk yang diberi Ibu dan Mama mertua nya tidak berefek apapun.
"Jangan memancing emosi kakak Dinda.."Toni mulai emosi saat Dinda menolak.
"Bukan-."
Belum selesai Dinda bicara mulutnya sudah di bungkam oleh mulut Toni.
Dinda memukul dada Toni berulang kali agar ciuman terlepas.
Dengan nafas terengah-engah Dinda menatap Toni setelah melepas ciuman.
"Dinda belum siap dan Dinda takut kak."Rengek Dinda berharap Toni melepaskan nya malam ini.
Toni tertawa mendengar rengekan Dinda.
__ADS_1
"Kamu seperti mau kakak perawanin saja."
Dinda berdecak sebal.
"Ck..Bukan,Dinda takut mengecewakan kakak." Ucap Dinda lirih.
"Hei..Bukankah kakak sudah merasakan?Kenapa baru sekarang menyatakan nya? Dengar! Kakak menerima mu apapun keadaan mu.Aku mencintai mu."Ucap Toni meyakinkan Dinda
"Aku tahu.Tapi-"
Lagi,Toni sudah melu mat bibir Dinda.Menyesap bibir dan lidahnya bermain dengan liar di rongga mulut Dinda.Menikmati setiap inci bibir Dinda.Bibir yang selalu bicara manja padanya walau sekali mengomel akan membuat ia panas dingin.
Dinda memukul dada Toni saat pasokan udara menipir.
"Udah ya kak,besok lagi."Mohon Dinda.
"Kamu kenapa Dinda?kenapa menolak ku?Apa kamu belum bisa menerimaku?apa masih ada Dimas di hati mu?"Toni bangkit menjadi duduk.
Wajah Toni berubah merah padam menahan emosi.Rahang nya mengeras serta Toni mengeratkan genggaman menyalurkan emosi yang memuncak.
Dinda tahu saat ini Toni sedang marah padanya.
"Kak,maaf.Dinda hanya-"
"Tidurlah."Potong Toni.
"Jangan seperti ini,mari kita bicara."Ujar Dinda.
Dinda menghela nafas panjang.Toni salah paham padanya.Dinda tersenyum tatkala mendapat ide.Ingat.Dinda bukanlah wanita yang baru mengenal surga dunia,ia sudah mengerti akan kepuasan surga dunia.Bahkan selama masa nifas ia mempelajari banyak gaya memuaskan suami.
Dinda turun menuju lemari di ambil nya baju seragam wanita saat di depan suami yaitu Lingerie.Ia pilih warna merah sangat kontras dengan warna kulitnya.Dan itu menambah ke seksian nya.
Dinda sengaja mengganti pakaian di depan Toni.Dan ia tahu jika Toni curi-curi pandang ke arahnya.
Dasar Bule jual mahal.
Setelah selesai memakai lingerie,Ia sengaja menutupi tubuhnya memakai lingerie tanpa pelindung payu dara dan cela na dalam .Dinda berjalan dengan gaya sensual ke arah Toni.
Toni melihat Dinda berjalan kearahnya hanya bisa menelan saliva dengan kasar.Tidak di pungkiri jika ia memang sudah tergoda oleh istri kecilnya.Dinda.Dan sekarang Dinda sudah duduk di pangkuannya.Lagi dan lagi Toni hanya bisa menelan saliva dengan kasar.
"Sayang.."Panghil Dinda dengan suara manja nan sensual.
Tangan Dinda bermain di dada bidang suaminya.
Berasa kayak wanita penggoda aku nya.
"Jangan marah.Dinda jadi takut."Dinda bertukar posisi menjadi duduk berhadapan.
Dinda tersenyum kala merasakan sesuatu menonjol di balik celana Toni tepat di depan miliknya.
__ADS_1
"Pilih Dinda yang agresif atau Dinda yang malu-malu?"Tanya Dinda pada suaminya yang diam saja bak patung hidup.
"Baiklah jika kakak diam saja."
Dinda mulai mencium leher Toni dengan satu tangan mengelus di bagian bawah yang masih terbungkus rapi.
Terdengar lenguhan dari mulut Toni.Dinda tersenyum menatap Toni yang juga menatapnya. "Masih marah?"
Toni menggeleng dan menyambar bibir Dinda, luma tan dan sesapan menjadi menuntut.Toni mengangkat tubuh Dinda dengan tidak melepas pangutan.
Diletakkan tubuh Dinda di atas tempat tidur.
"Jadi pilih Dinda malu-malu nih?"Tanya Dinda saat pangutan terlepas sesaat.
Toni hanya mengangguk sebagai jawaban kemudian melahap kembali bibir ranum Dinda.
Turun ke leher hingga terdengar lenguhan yang membuat gairahnya meningkat.
Dengan tidak sabar Toni menarik lingerie merah itu dengan kasar.
"Kak itu baru loh.."gerutu Dinda saat lingerie nya robek ulah sang suami.
"Besok kita beli lagi.Lihatlah payu dara milik kakak,rasanya baru satu Minggu tidak menjenguk sudah semakin membesar dan seksi."Puji Toni.
Dinda pun tersenyum mendapatkan pujian.Ia tentu bahagia di puji seperti itu.
"Nikmatilah,aku milikmu sayang."
"Aahh..Sayang.."******* terdengar menandakan pelepasan Dinda yang pertama.
"Sayang..masukin.."Rengek Dinda saat ia sudah tidak tahan.
Toni tersenyum mendengar suara sensual Dinda."Sudah tidak tahan ya?
Toni mengarahkan pusaka ke inti Dinda.Ini yang Dinda takutkan,ia takut produk yang ia pakai tidak berefek dan berujung sia-sia.
"Kak.."Pekik Dinda saat merasakan pusaka Toni semakin membesar di dalam sana.
Toni juga terkejut apa yang ia rasakan,mengapa menjadi sem pit dan ke set.Dan ini masih separuh yang masuk.
🌸
🌸
*Rada susah kalau konten dewasa 🤣🤣🤣
harus mencari kata yang tidak terlalu menggambarkan adegan.Tapi sulit juga 🤣🤣
maafkan author ya,
__ADS_1
Tapi adegan ini khusus yang Uda nikah ya.. jangan di tiru bila belum menikah*.