PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
episode 14


__ADS_3

Dinda bangun terlambat pagi ini, kepala pelayan bernama Pak Liyan itu membangunkan Dinda dan memberitahukan bahwa suami nya sudah menunggu di ruang makan.


Dinda terburu-buru menuruni tangga hingga ia hampir terpleset di anak tangga terakhir.


Tanpa sadar tiga pasang mata memperhatikannya dengan sigap berlari untuk menolong Dinda.


Sementara Dinda masih bisa menguasai diri sehingga ia tak terjatuh karena salah satu tangan Dinda berpegangan pada tiang tangga.


Dinda terperanjat saat melihat ketiga lelaki yang saat ini berhubungan pada hidupnya.


Dipandangi ketiga wajah lelaki di depan nya,


Masalalu, masa sekarang, dan ini tidak tahu masa depan atau tidak.. tetapi untuk saat ini bisa disebut lelaki simpanan!


"Hati-hati.." ucap ketiga lelaki itu bersamaan.


Dinda hanya mengangguk kepala sebagai jawaban.


Dinda berjalan menuju ke meja makan di ikuti


Arga di belakang.


Saat melihat Arga seorang diri, Dinda semakin terasa canggung dengan Arga.. bukan hanya karena kejadian kemarin bersama Toni, tetapi ini kali pertama ia sarapan bersama dengan suami nya setelah menikah dan tinggal dirumah mereka.


"Kemana Toni dan Aril bang?"


"Mereka di ruang tamu."


"Aku panggil mereka agar sarapan bersama ya bang."


"Terserah kamu Din, aku tunggu disini." Sebenernya ia tak ingin namun saat ini ia merasa canggung maka ia menuruti kemauan istri kecilnya itu.


Dinda berjalan menuju ruang tamu, terdengar sayup-sayup seseorang sedang berbicara. Dinda berhenti dan mendengarkan pembicaraan dari suara yang sangat dikenalnya.


"Tetap jagalah Dinda.. akhir-akhir ini aku mendengar tuan Arga berbicara dengan Mira di telepon."


"Ck..wanita ular itu.. apa wanita itu akan kembali?"


"Kemungkinan dia tidak akan lama kembali lagi. Tapi aku tidak tahu dia akan pergi lagi atau tetap disini."


"Semoga dia pergi lagi, jika dia akan menetap disini, maka Dinda akan tersakiti."


"Yaa, maka dari itu tolong jaga dia untukku Ton."


"Ck.. itu tugas ku, jangan pikirkan Dinda lagi Ril, Dia wanita tulus.. tidak pantas bila hidup dengan suami orang."


Siapa Mira? apa hubungannya dengan ku?. Dinda merasa pembicaraan dua orang itu mulai ada percikan amarah segera mendatangi mereka berdua.


"Toni.. Aril.. Mari sarapan dengan kami."


Dua lelaki itu terperanjat saling menatap seakan mengatakan apakah Dinda mendengarkan pembicaraan tadi.


"Tidak usah Din.. tuan Arga pasti tidak mengijinkan kami."


"Bang Arga sudah mengijinkan makanya aku memanggil kalian disini."


Toni dan Aril sama-sama bergumam dalam hati. Tumben, saat bersama Mira bahkan tuan Arga tidak suka diganggu.


Saat di meja makan, Arga duduk di kursi utama, Dinda duduk di sisi kanan dan sisi kiri terdapat Toni dan Aril.


Makanan telah tersaji disana.Tampak disana dengan lauk ayam goreng,ayam gulai,sayur rebusan dan sambal terasi sesuai permintaan Dinda seusai sarapan kemarin. Dinda merasa canggung untuk saat ini karena bersama dengan tiga lelaki yang terhubung dengan hidupnya.


Dinda berdiri untuk mengambil makanan untuk suaminya.


"Abang mau ayam goreng atau ayam gulai nya?"


"Ayam goreng saja Din." Jawab Arga. Sebenernya ia juga merasa canggung namun ia bisa mengendalikan diri.

__ADS_1


Arga merasa tersanjung diperlakukan seperti ini terhadap Dinda. Ia merasa menyesal telah membuang waktu 5 bulan tidak pernah makan bersama dirumah dengan istrinya itu.


"Oke, maaf ya bang menu nya sesuai keinginan Dinda."


"Tidak apa-apa."


Dua orang lain nya hanya diam sangat berharap dilayani juga saat makan namun mereka mengerti itu tak akan mungkin terjadi.


Mereka berempat makan dengan nikmat tanpa ada yang berbicara.


Tiga lelaki itu terus menatap Dinda dengan mata penuh cinta..


Dinda menyadari menjadi kikuk di tatap seperti itu.


Andai aku tidak menerima perjodohan itu.. gumam Aril


Apakah aku jatuh cinta hanya karena kamu melayani ku sebagai suami di meja makan ini Din? bahkan Mira tak pernah melayani ku selain urusan ranjang. gumam Arga masih menatap istrinya.


Andai kamu istriku Din... Gumam Toni.


"Bang, boleh tidak Dinda minta uang?" pinta Dinda dengan hati-hati.


Arga yang mendengar istrinya meminta uang meletakkan sendok makan dan berdiri menuju kamar tanpa menjawab.


Dinda merasa suaminya tersinggung akan ucapan nya. Padahal ia tidak bermaksud seperti itu.


"Apa tuan Arga tidak memberimu uang Din?" tanya Aril.


"Bang Arga selalu memberi uang bulanan padaku, aku belum selesai bicara tadi tapi bang Arga sudah pergi."


Masuk notifikasi pesan di ponsel Dinda, tertera disana uang masuk 15juta dari nomor rekening suaminya.


Bertepatan Dinda sedang membaca pesan itu suaminya datang dan duduk kembali namun dengan wajah masam.


Baru dipuji sudah meminta bayaran. dasar! gumam Arga salah paham dengan ucapan Dinda.


"Untuk apa kamu uang pecahan sepuluh ribu?" tanya Arga bingung dengan permintaan Dinda.


"Dinda hari ini akan pergi ke SMA Dinda bang, jadi Dinda butuh uang pecahan sepuluh ribu."


"Berbicara lah dengan jelas Dinda.." ucap Arga mulai kesal dengan jawaban Dinda .


"Jangan emosi dong bang.. uang pecahan sepuluh ribu itu untuk bayar angkot ke sekolah


jadi bukan uang 15juta ini Dinda mau, uang Abang bulan kemarin dan kemarin-kemarin juga masih numpuk di ATM Dinda."


Arga terpaku mendengar penjelasan istri kecil nya, ia sudah salah paham.Seharusnya ia sadar sudah berpikir negatif kepada istri nya. Padahal ia tahu, jarang sekali istrinya memakai jatah bulanan untuk istrinya.


Ya Dinda sangat jarang menggunakan uang dari suaminya kalau bukan urusan kuliah ia hanya mengambil untuk keperluan pribadi. Dinda tidak suka membeli barang-barang mewah seperti wanita kebanyakan.


Arga bangkit dari duduknya menghampiri istri kecilnya. Ia sangat menyesal telah salah paham terhadap wanita yang telah ia nikahi ini.


Cup


Dikecup kening istrinya.


Cup


Sekarang bibirnya.


Arga pun mengelus perut Dinda sedikit buncit itu, lalu di Kecup nya .


Cup


"Abang minta maaf sudah salah paham padamu Din."


Dielus kembali perut Dinda.

__ADS_1


"Daddy minta maaf boy sudah salah paham pada mommy."


"Mommy?"


"Ya mommy, itu sangat cocok untuk mu agar tidak terlihat tua dengan panggilan seseorang yang sudah menjadi ibu. Aku tidak ingin kamu dan anak kita bertengkar hanya karena panggilan."


"Ck.. menyebalkan sekali penjelasan mu bang."


Sementara tanpa mereka sadari, dua orang lain nya memperhatikan adegan itu pun menjadi memanas tetapi tak dapat meluapkan amarahnya.


"Aku transfer balik uang Abang ini ya." Dinda mengambil ponsel untuk mentransfer uang suami nya itu.


"Tidak usah Din, kamu simpan saja ya."


"Ini terlalu banyak bang, aku butuh uang pecahan sepuluh ribu saja.. Abang ada tidak?"


"Tentu tidak ada."


"Tentu saja tidak ada, aku salah mempertanyakan itu padamu bang."


Dinda memanggil kepala pelayan.


"Paman Liyan punya tidak uang pecahan sepuluh ribu?"


Meski kepala pelayan itu bingung dengan pertanyaan istri tuan nya tetap menjawab.


"Tidak ada Non. Tapi saya akan tanyakan kepada pelayan lain ya Non."


"Ya baiklah Paman, terimakasih." Dinda tersenyum tulus.


"Arga yang mendengar pun bertanya lagi. "Sejak kapan kamu memanggil kepala pelayan rumah Paman Dinda?"


"Sejak tinggal dirumah ini."


"Dan sejak kapan kamu dipanggil Nona bukan Nyonya?"


"Sejak mereka menyapa Dinda sudah melarang mereka memanggil Nyonya, jadi mereka semua setuju memanggil Nona bang, Dinda setuju aja."


Arga kembali terkagum melihat wanita di depan nya ini, sopan santun dan lemah lembut membuat ia yakin bahwa ia sudah jatuh cinta padanya.


Bagaimana bila kamu tahu alasan ku menikahi mu Din? apakah kamu masih tetap bersamaku?


Kepala pelayan datang dan menyerahkan uang pecahan sepuluh ribu kepada Dinda.


"Terimakasih Paman."


"Karena sudah dapat uang nya, Dinda berangkat ya bang."


Dinda berdiri dan diikuti Toni juga berdiri.


"Hei.. suruh siapa kamu berdiri Ton?" cegah Dinda melihat Toni akan mengikuti nya.


"Karena dia akan menjaga kamu Dinda.." Potong Arga.


"Hari ini Dinda ingin naik angkot bang."


"Gak boleh. Itu sangat berbahaya untuk mu Din."


"Ayolah suamiku.. aku tidak ingin menjadi pusat perhatian disana, aku hanya sebentar disana untuk mengambil ijazah."


"Toni tetap bersama mu Din."


🌸


🌸


🌸

__ADS_1


TBC


__ADS_2