PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
Episode 44


__ADS_3

Matahari bangun dengan cerah hari ini,Ibu hamil sudah selesai mandi sedang berhias di depan kaca.Hati dan pikiran sedikit tenang,ia benar-benar tidak ingin memikirkan masalah yang membuat ia stres terlebih demi anak di dalam kandungan saat ini.


Kali ini ia benar-benar memutuskan untuk mengikuti alur cerita takdir dari-Nya.Ia tidak ingin memaksakan keinginan untuk berpisah dari suami.Biarlah berjalan semestinya.Dan ia tak ingin memaksakan hati ini untuk memiliki seseorang di hatinya walau keduanya saling mencintai,jika sudah waktunya bersatu pasti ia dan cinta nya di persatukan suatu hari nanti.Namun bila tidak ada takdir untuk mereka bersatu,maka ia sudah siap untuk melepaskan dan melupakan.


Berbeda dengan seorang laki-laki berada di dapur sedang mempersiapkan sarapan pagi untuk ia dan perempuan sedang di dalam kamar.Ia harus menerima omelan sang Mama dari panggilan video saat ini.


"Cepat katakan sebenarnya Toni.."Titah sang mama di balik layar ponsel.


"Katakan apalagi Ma?Sudah ku katakan,Kami tidak melakukan apapun."Elak Toni sambil fokus ke arah kompor.


"Lalu? Bagaimana bisa kekasih mu itu malam-malam berada di apartemen mu?"Selidik sang Mama sedikit meninggi kan suara.


"Ma..dia hanya menginap saja dan kami tidak melakukan apapun,Ayolah ma..jangan marah nanti darah tinggi Mama kambuh loh.."Goda Toni di akhir kalimat.


"Dasar anak kurang ajar..Kau-" Ucapan sang Mama berhenti kala mendengar seseorang memanggil nama anak bungsu nya.


"Pagi Kak.."Sapa Dinda tersenyum manis pada Toni.


"Pagi Tuan putri."Jawab Toni mengusap lembut puncak kepala Dinda.


Dinda menghampiri Toni sedang berada di depan kompor.Sang Mama melihat interaksi keduanya dari balik layar ponsel itu.Sangat terlihat jelas bahwa anak bungsu nya itu sangat mencintai perempuan di sampingnya.


Tapi tunggu,apa benar sedang hamil?atau jangan-jangan anak ini memang harus di beri pelajaran. gumam sang Mama.


"Toniiii..."Teriak sang Mama di balik layar ponsel tersebut.


Sontak Dinda dan Toni berbalik mengarah ke ponsel Toni.


Dinda dan Toni kemudian saling memandang.


"Kakak lupa Din."Sesal Toni.


"Mama kakak?"Bisik Dinda sedikit takut karena dilihat Dinda wajah Mama Toni seperti sedang menahan marah.


Toni mengangguk."Mama..maaf ya."Ia menggaruk tengkuk leher yang tak gatal,bingung harus bicara apalagi pada sang Mama.


"Kamu apakan anak orang Toni..Sampai hati kamu hamili anak orang tidak cerita pada Mama nak?Jika kamu sudah tidak sabar ingin menikahi dia bilang ke mama." Ucap sang Mama marah namun dengan nada lembut pada anak bungsu nya.

__ADS_1


Toni bingung harus jawab apa karena tidak mungkin ia katakan jika Dinda istri orang maka bisa di suruh pulang ke Jakarta tanpa membawa Dinda.


"Maaf ma."Hanya itu yang dapat di katakan Toni.


"Jadi kalian sudah menikah?"Mama benar-benar mengintrogasi anak bungsu nya.


Dinda dan Toni saling memandang lagi. Keduanya sama-sama bingung harus menjawab apa.Dinda juga menyadari bahwa ia seharusnya tidak menginap tapi ia benar-benar tak ingin pulas kemarin.Dan seharusnya tadi tidak menyapa Toni.


Toni menatap Dinda lekat,ia harus mengambil keputusan yang tidak merugikan Dinda dan juga sang Mama tidak boleh beranggapan bahwa Dinda adalah perempuan buruk.Ia tak mau itu terjadi pada perempuan yang di cintai ini.


"Ya Ma..Kami sudah menikah Siri."Jawab Toni tegas.


Deg


Dinda menatap Toni hingga netra kedua nya bertemu.Dinda heran bagaimana bisa Toni mengambil keputusan sepihak begini. Bertambah satu lagi masalah Dinda dan kali ini sangat rumit.


"Toni..Dasar anak kurang ajar.. Bagaimana bisa kau menikah tidak meminta restu Mama?"


"Ma..Menantu mama itu cantik,baik,lemah lembut,sedikit manja,sedikit centil,sedikit nakal." Toni tersenyum menggoda Dinda.


Sontak Dinda mencubit pinggang Toni sama sekali tak sakit dirasakan Toni.


"Maaf sayang.."


Lagi dan lagi Mama Toni tersenyum melihat sang anak benar-benar terlihat bahagia bersama perempuan pilihan sang anak.


"Toni..Apakah kau tidak ingin mengenalkan istrimu pada Mama?"


"Ah iya,Ini Dinda ma..Wanita yang ku cinta.. sangat-sangat ku cinta Ma." Ucap Toni menatap Dinda tersenyum penuh cinta.


Dinda tersipu malu mendengar Toni sangat memuja itu.Tapi ada rasa tak enak bila harus ikut membohongi Mama Toni.


Dinda tersenyum."Pagi Tante.."Sapa Dinda.


"Oh tidak tidak..Mama,panggil Mama ya."


Dinda beralih melihat ke arah Toni seakan bertanya haruskah memanggil seperti itu?

__ADS_1


Dan Toni mengangguk sebagai jawaban.


"Baiklah tan- eh Mama." Jawab Dinda terbata-bata karena belum terbiasa.


"Nak Dinda..Apakah anak kurang ajar itu yang memaksamu sampai hamil begitu? Atau kamu di jebak sampai hamil biar dia bisa menikahi mu?" Cerocos sang Mama dengan pertanyaan menuduh.


Toni yang mendengar itu pun berdecak kesal, bisa-bisanya sang mama bicara seperti itu.


Dinda yang di tanya seperti itu gelagapan bingung harus menjawab apa.Padahal pernikahan itu hanya bohongan kenapa jadi begini.


"Enggak Ma,Kak Toni sangat baik bahkan Dinda kuliah pun di jaga kak Toni.Anak Mama ini luar biasa,Siapa pun yang di cintai kak Toni pasti sangat beruntung."Dinda tersenyum pada Toni,ia tidak menjawab pertanyaan sang Mama namun ia memberikan pengakuan sedikit agar sang Mama tidak membahas pernikahan bohongan itu.


Mama Toni tentu sangat bahagia saat ini.Akhirnya ia tak perlu khawatir pada Toni. Anak bungsu nya kini benar-benar melupakan masa lalu nya.Semoga selalu bahagia.


"Jadi kapan kalian akan mengunjungi Mama?"


"Tunggulah sampai Dinda melahirkan Ma..Dinda juga masih kuliah belum bisa pergi jauh-jauh."Jawab Toni.


"Baiklah jika begitu.Sudah dulu.Sehat-sehat menantu mama..Jaga kandungan mu dengan baik.Laporkan saja pada mama jika anak kurang ajar itu macam-macam dengan mu ya Nak.."Terang sang mama panjang lebar.


Dinda terkekeh mendengarkan Mama Toni, ia senang,ia merasa benar-benar memiliki ibu mertua. Karena selama ini ia tidak pernah memiliki ibu mertua karena Arga anak yatim-piatu.


"Siap Ma..Jika kak Toni macam-macam maka ATM dan kartu-kartu sakti kak Toni akan Dinda sita sebagai hukuman."


"Hahaha iya benar sekali,habis kan saja uang dia itu." Sang Mama terkekeh.


"Yasudah,Kami sarapan dulu ya Ma..Mama juga sarapan.Dah.."


"Oke,Dah.."


Panggilan Video pun berakhir.


Kini keduanya saling diam.Tidak ada yang bertanya ataupun menjelaskan.Dinda berjalan menuju rak piring mengambil Mie goreng. Ia harus mengisi tenaga sebelum berdebat pada seseorang di hadapan nya ini.


Dan..


🌸

__ADS_1


🌸


TBC


__ADS_2