PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
Episode 38


__ADS_3

Cuaca pagi ini seakan menyatakan sama hal dengan keinginan hati sepasang kekasih ini.Seakan tak rela untuk berpisah kembali. Hujan di pagi hari membuat suhu udara daerah kota Parapat bertambah dingin disana.


Sepasang kekasih saling berpelukan dalam tidur tak ingin membuka mata untuk hari ini. Ditambah suhu udara bertambah dingin menjadikan mereka enggan membuka mata dan masih saling berpelukan.


Tak ingin pagi ini datang begitu cepat.


Tak ingin berpisah lagi.


Tak ingin terbebani dengan rindu yang menyiksa.


Keduanya masih menutup mata,seakan enggan untuk melihat keadaan matahari yang sedang mengintip di balik awan hitam.


"Apa kamu sudah bangun?"Tanya Dinda yang masih memejamkan mata dalam pelukan Dimas.


"Hem sudah dari tadi."


"Kenapa tak membangun kan aku sih?"Sungut Dinda.


"Tidak apa,aku hanya menikmati waktu kita sebentar lagi usai."jawab Dimas lirih.


"Maaf,jika aku harus pulang hari ini."Sesal Dinda,ia juga merasa tak rela bila harus berpisah jauh dengan Dimas.


"Ya,aku juga akan kembali ke Jerman setelah kamu pulang."


Keduanya kembali terdiam menyelami pemikiran masing-masing.


"Aku akan merindukanmu."Ucap keduanya bersamaan.


Dinda mendongak sehingga kedua matanya menatap sang kekasih juga menatapnya.


"Dim..bolehkah aku egois?Bolehkah aku serakah bila aku memintamu jangan pernah khianati aku?Bolehkah aku sekali ini saja meminta untuk tidak menduakan aku disana?Bolehkah aku egois sekarang? Kurasa tidak,karena aku pun bukan wanita baik-baik. Aku wanita bersuami yang mencintai laki-laki lain. Tentu aku tidak boleh egois." Ucap Dinda sudah mulai terisak-isak di dalam pelukan kekasihnya.


"Hei jangan menangis,Tanpa kamu pinta aku sudah bertekad akan selalu setia padamu. Mau bagaimana pun keadaan mu, aku akan tetap sama.Tetap mencintaimu dan akan selalu setia padamu.Aku akan berusaha mempertahankan cintaku."


Dinda masih terisak,ia tak mampu berbicara lagi. Sebenarnya akulah yang takut Dim, aku yakin akan cinta mu. Tapi aku takut kisah cinta kita hanya ilusi.


"Sudah jangan menangis."Bujuk Dimas sambil mengusap kepala Dinda nya dengan sayang.


"Aku akan merindukanmu."Ucap Dinda saat ia sudah mulai tenang.


"Aku juga akan lebih merindukan mu."Dimas mengeratkan pelukannya.


"Dim..ingat, jangan hubungi aku saat kita berjauhan.Cukup pantau aku dari sosial media saja oke?"


"Ck..Nasib jadi simpanan."Dimas berdecak kesal dan mengeluh.


"Bukan begitu,Setelah lahiran baru aku menghubungi mu saat kita akan bertemu."


"Baiklah Kesayangan ku, dan ingat..jadwal kunjungan ku ke Medan tiap akhir bulan.Ku harap kamu ada waktu saat di akhir bulan."


"Beres Bule Medan."Dinda menarik hidung mancung Dimas gemas.

__ADS_1


"Hei..Kamu menggoda ku ya?"


"Eh..mana ada."


Dimas tak menjawab lantas ia menarik dagu Dinda agar mendongak ke arahnya.Dengan cekatan ia membungkam bibir ranum Dinda nya.


Cukup lama keduanya saling berpangut menyelami perasaan yang kian berkembang semakin cinta.


Saat pasokan udara di paru-paru hampir habis barulah Dimas melepas pangutan.


"Dim.."


"Hem."


"Kenapa kamu begitu ahli dalam hal berciuman?" Tanya Dinda penuh curiga.


"Hanya mengikuti naluri saja."


"Mana ada seperti itu."


"Ada sayangku,hanya kamu yang aku sentuh."


Dinda hanya diam."Dim."


"Ada apa sayang?"


"Kamu berangkat jam berapa?"tanya Dinda lirih.


"Apakah orang tua mu akan menerima ku?"Tanya Dinda juga merasa khawatir, karena ia tidak memiliki mertua karena orang tua suaminya sudah tiada.


"Tentu,mereka juga sudah mengenal mu walau hanya dari foto dan cerita ku saja."Jawab Dimas enteng seakan tak ada beban.


"Ya ampun..lalu gimana reaksi orang tuamu Dim?" tanya Dinda semakin khawatir.


Gila aja kalau sampai Dimas cerita gue bini orang.Gak mungkin kan?


"Papa hanya diam saja,Mama setuju saja.Tapi mama menakuti ku." Dimas memulai curahan hati pada sang kekasih.


"Menakuti bagaimana?"


"Kata mama, susah mendapatkan anak seorang abdi negara.Benarkah begitu yang?" Tanya Dimas ingin memastikan.


"Tentu.Dahulu saat Aril ingin mendekati ku sering di usir Bapak." Dinda menerawang kisah dulu saat mantan pacar sering di usir sambil senyum-senyum sendiri.


Dimas sedari tadi memperhatikan Dinda nya pun melengos mendengar cerita masalalu Dinda nya.Ia menjadi tidak semangat untuk bercerita.Bukan takut dengan Bapak Dinda nya melainkan Dinda tanpa sadar membicarakan laki-laki lain di depan nya.Pakai senyum-senyum segala,tentu Dimas jadi kesel kan?


"Senyum-senyum saja terus."Dimas berbicara ketus.


"Eh.." Dinda terkejut mendengar Dimas berbicara ketus begitu.


Aduh..salah lagi..lupa dah kalau ni orang cemburunya kagak nahan.

__ADS_1


"Enggak sayang,jangan cemberut begitu,kamu tampak sangat menggemaskan bila begitu."goda Dinda karena memang Dimas begitu tampak menggemaskan bila sedang cemburu.


"Tadi kamu senyum-senyum begitu,Apa kamu masih memikirkan laki-laki baji ngan itu?" Ia semakin kesal saat di goda Dinda nya.


Dinda tidak menjawab,Ia mengecup sudut bibir sexy Dimas.Ia semakin ingin selalu berada di dekat kekasihnya ini.


Sungguh aku akan merindukanmu.


Dinda beranjak meninggalkan Dimas untuk mandi yang masih merasa cemburu saat Dinda membicarakan mantan kekasih nya itu.


Saat Dinda masuk ke kamar mandi,Dimas menghubungi pulang restoran untuk mengantar sarapan ke villa Dinda.


20 menit kemudian Dinda selesai mandi.Ia mengedarkan pandangan mencari sosok kekasihnya.Ia tidak menemukan Dimas di kamar.Inilah yang ia suka dari Dimas,Saat ia mandi atau ingin berganti pakaian selalu keluar karena tak ingin melewati batas seperti kejadian terciptanya Hasil Maha Karya Serkan Dimas Dinata.


Dinda tersenyum memikirkan tubuhnya persis macan tutul hasil ulah Dimas.Ia tak habis pikir bagaimana bisa Dimas melakukan itu dengan lembut,setiap sentuhan diiringi dengan kalimat-kalimat cinta semakin membuat ia terbuai.


Jujur ia merindukan sentuhan itu,Ia wanita normal yang sudah merasakan indahnya surga dunia sangat menginginkan sentuhan Dimas lebih dari sekedar making out.Tapi ia juga tak ingin di cap sebagai wanita murahan.


Dinda menggeleng-geleng kan kepala saat menyadari pemikiran mesum nya.Beruntung tidak ada Dimas di kamar.


Sial!kenapa aku menginginkan Dimas saat ini.Astaga..tahan Din..


Setelah selesai merapikan diri ia menghampiri Dimas sedang duduk fokus ke iPad dan ada makanan di meja depan Dimas.


"Maaf lama Dim."


"Tidak apa."Jawab Dimas tetap fokus ke iPad.


Dinda yang sudah lapar segera mengambil sarapan nya.Dilihat Dimas masih fokus ke iPad.


"Sarapan Dim."Tawar Dinda.


"Sebentar sayang,masih ada pekerjaan.Sedikit lagi selesai."


Dinda berinisiatif menyuapi Dimas lantas pindah duduk kesamping Dimas.


"Aaaa.... sayang" Dinda menyodorkan sendok berisi makanan ke depan mulut Dimas.


Dimas mengalihkan pandangan ke Dinda.Ia langsung membuka mulut melahapnya dari sendok yang di sodorkan untuknya dengan senang hati.


Dimas mengecup pipi Dinda nya dengan sayang.


"Terimakasih sayang."Ucap Dimas kembali fokus ke iPad nnya.


"Jangan terlalu memforsir diri,ingat kesehatan juga Dim." Ia beralih menyuapkan makanan untuk nya lalu menyuapkan makanan ke Dimas kembali.


"Iya sayang maaf,tapi aku harus selesaikan ini sebelum berangkat ke Jerman."


🌸


🌸

__ADS_1


TBC


__ADS_2