
"Nyonya belum tidur?"Tanya Bi Jubaidah saat melewati ruang tamu.
"Dinda nunggu kak Toni Bi."Tampak raut wajah cemas di wajah Dinda.
Ya..Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam waktu setempat tapi Toni belum pulang tanpa kabar.Setelah menikah, Toni tidak pernah pulang terlambat apalagi sampai pulang malam.
"Mungkin Tuan lembur Nyonya."Ucap Bi Jubaidah menenangkan Dinda.
"Bi. Kak Toni nggak pernah pulang malam."
"Sudah coba telepon Tuan?"
"Udah Bi bahkan di riject . Dinda takut kak Toni aneh-aneh Bi."Dinda mulai terisak.
Dinda takut Toni kembali ke dunia masa lalu nya. Mabuk-mabukan dan **** bebas itu yang Dinda takutkan.
Dulu,waktu menikah dengan Arga ia tidak takut pada Arga yang mabuk-mabukan karena Arga lebih sering pulang saat Dinda terlelap dan pada saat ia bangun,Arga masih terlelap.Jadi ia tidak perlu khawatir.
"Kita tunggu Tuan saja ya Nya."
Dinda hanya mengangguk. Pikiran nya berkecamuk. Apa yang terjadi hingga Toni begini.
******
"Tambah lagi."Ucap Toni belum puas minum wine.
"Tuan jangan terlalu banyak.Jika Tuan mabuk bisa bahaya."Ucap asisten Jo.
Jika Toni sampai mabuk maka akan berakhir di kamar dengan seorang wanita.Asisten Jo tidak ingin itu terjadi.
"Kenapa kamu jadi cerewet?biarkan saya mabuk. Saya akan membalas perbuatan istri kecilku itu."Racau Toni.
"Hati ku sakit,kenapa dia tidak jujur jika masih mencintai pria itu.Pria yang masih muda dan lebih tampan itu."
"Mungkin Tuan salah paham pada Nyonya Dinda."Ujar Asisten Jo.
"Tidak mungkin,Saya punya buktinya."Setelah mengatakan itu Toni tidak sadarkan diri.
Asisten Jo menunggu beberapa saat,ia memikirkan apa benar Dinda memiliki hubungan dengan orang lain?Apa dia melewatkan sesuatu?
Ia pun segera memapah Toni keluar dari diskotik untuk mengantarnya pulang.
Tiga puluh menit kemudian terdengar suara deru mesin mobil yang di yakini Dinda adalah suara mobil Toni.Ia pun bangkit membukakan pintu.
"Astaga..Apa yang terjadi?"Dinda terkejut melihat Toni jalan sempoyongan.
"Tuan mabuk Nyonya.Saya permisi."
Dinda mengangguk dan mendekati Toni untuk membantu nya berjalan.
"Jangan sentuh aku."Bentak Toni sambil menepis tangan Dinda.
Dinda terpaku di bentak oleh Toni.
"Biar Dinda bantu kak."
__ADS_1
"Jangan berpura-pura peduli."
Toni jalan sempoyongan di ikuti Dinda di belakang.
Inilah yang di takuti Dinda berhadapan dengan orang mabuk.Kayanya orang mabuk itu apa yang di katakan itu keluar dari isi hatinya.
Air mata Dinda tidak terbendung lagi,ia sangat takut jika Toni membentak nya.
Saat berada di dalam kamar Dinda segera menghampiri Toni sedang membuka kancing kemeja.
"Sini Dinda bantu."
Lagi.Toni menepis tangan Dinda dan berjalan menuju kamar mandi.
Dinda menangis,hatinya sakit karena ini adalah kali pertama Toni kasar padanya.
Apa yang terjadi kak?
Dinda memilih kan baju tidur untuk Toni berharap Toni menerima baju yang ia pilihkan.
Toni keluar kamar mandi hanya dengan berbalut handuk menutupi area sensitif nya.
Dinda melihat itupun hanya bisa menelan saliva.
Harus ku akui,tubuh suamiku tidak kalah bagus dengan tubuh Dimas.Ya ampun kenapa mikirin tubuh Dimas sih?Dasar otak mesum.Inget yang di bawah sana lagi datang bulan.
Dinda berdiri menghampiri Toni.
"Kak,ini baju tidurnya udah Dinda siapin."
Toni menoleh kesamping dimana Dinda berada. "Tidak usah pedulikan aku.Mulai sekarang aku akan tidur di kamar sebelah.Kita urus hidup kita masing-masing."Ujar Toni dengan nada ketus.
Dinda tercengang mendengar ucapan Toni.Hatinya tersayat.
"Kakak kenapa?mari kita bicara."
"Anggap saja kita orang asing yang tinggal satu atap."Toni berlalu pergi.
Apa yang terjadi kak?apa salah ku?
Dinda menangis tersedu-sedu di dalam kamar penuh cinta di antara Dinda dan Toni.Ia menangis sepanjang malam hingga tertidur.
*****
"Ini baru di mulai.Sebentar lagi kau pasti menjadi milikku. Dan aku yang akan menjadi Nyonya Toni Sanjaya."
"Begitu mudah membuat mu percaya Toni.."
Rina meneguk wine nya sekali lagi.Ia bahagia telah menciptakan percikan api untuk hubungan Toni dan Dinda.
"Aku telah lama menunggu mu.Aku selaku perhatian padamu tapi tidak pernah kau lirik sedikitpun.Tapi lihat lah anak kecil itu.Dia baru saja kau kenal dengan mudah merebut mu dari ku."
"Aku sungguh membencimu Dinda.Akan aku rebut Toni dari mu.Lihat saja,rencana ku kali ini akan berhasil."
*****
__ADS_1
Malam ini adalah malam pertama Dinda tidur sendiri setelah menikah dengan Toni.
Ia tidak bisa tidur,ia butuh pelukan Toni.Ia benar-benar telah bergantung pada Toni.
Setelah membolak-balik tubuh nya akhirnya ia duduk bersandar di kepala ranjang.
"Masih jam tiga lagi.Besok masuk pagi kenapa mata masih aja nggak mau tidur."
Dinda mengambil ponsel nya.Ia membuka aplikasi WhatsApp dan dilihatnya Toni sedang aktif.
Dinda:Kakak belum tidur juga?
1 menit
5 menit
Pesan telah di baca Toni namun tanpa balasan.Dinda pun mengirim pesan lagi.
Dinda:Maafin Dinda,mari kita bicara.
*****
Sama hal dengan Dinda. Toni juga merasakan tidak nyaman tidur sendiri.Ia ingin memeluk tubuh Dinda yang sudah menjadi candu untuknya.
Ia juga khawatir pada Dinda yang tidur sendirian karena kebiasaan Dinda jika tidur sendiri.
Ia pun mengambil ponsel dan mengotak-atik aplikasi yang ada di ponselnya. Bertepatan ia sedang berada di aplikasi WhatsApp satu pesan masuk dari Dinda.
"Apa ini hanya pesan WhatsApp bukannya mendatangi ku kesini."Gerutu Toni.
"Apa benar yang kamu katakan waktu itu bahwa kamu mencintai ku? Ternyata benar, waktu itu kamu menerbangkan ku ke atas awan dan sekarang aku terjatuh ke dasar laut."
"Tega nya kamu menipu ku,menusuk ku dari belakang,kamu berkhianat."
"Di depan ku seolah akulah yang kamu cinta. Sedang di belakangku kamu menduakan ku. Dan aku tahu pasti akulah yang kalah dari dia."
"Haruskah aku rela?"
*****
Dinda bangun lebih dulu,wajah nya tampak kusut,mata sembab dan ada lingkaran hitam disana pertanda ia kurang tidur dan habis menangis.
Seperti biasa. Sebelum mandi ia menyiapkan segala keperluan Toni dan juga baby El.Setelah selesai ia pun menuju kamar sebelah dimana Toni berada.
Bertepatan saat Dinda akan mengetuk pintu disitu juga Toni membuka pintu.
Keduanya sama-sama tertegun melihat keadaan mereka.
*Wajah kak Toni pucat sekali. Dinda
Apa kamu sama dengan ku tidak bisa tidur berjauhan? Toni*
"Kak.. Baju kakak udah Dinda siapin dan air mandi juga."Ucap Dinda gugup.
Toni tidak menjawab.Ia berlalu dari hadapan Dinda.Ia benar-benar menjauhi Dinda.Itu ia perbuat hanya untuk mengobati luka nya.
__ADS_1
🌸
🌸