PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
episode 15 Teringat dan merindu kembali


__ADS_3

Dinda berada di dalam mobil menuju sekolah SMA NUSA INDAH sebelum pergi ke kampus.


Dengan wajah di tekuk Dinda membuka media sosial dan meng-upload foto Selfi tadi saat dirumah.



@Dinda_Lsati


otw SMA NUSA INDAH...hari ini gagal naik angkot 😔 i miss you my friend, I hope you are fine there. May we always be happy.


Dinda tersenyum manis saat banyak menerima lambang love di sosial media n


milik nya. Tetapi ada satu nama akun yang membuat ia penasaran ini melihat akun tersebut.


Banyak kalimat motivasi yang ia upload di akun pribadi nya itu. Foto sang pemilik akun pun hanya beberapa.


Ada banyak kalimat motivasi menggambarkan perasaan nya untuk seseorang.


Dinda takut menduga bila kalimat motivasi itu untuk dirinya.



@SDimas_Dinata


Semoga...


Dinda menggeleng-gelengkan kepala, ia sangat mengharapkan itu tidak untuk dirinya.


Ia terlalu baik,


ia terlalu tulus.


Sangat tidak pantas bila mencintai wanita seperti dirinya.



@SDimas_Dinata


Ich vermisse dich wirklich, Dinda! Tetaplah bahagia disana.


Deg


Kenapa seperti ini Dim? kenapa harus aku?


Dinda menyimpan ponsel nya kembali ke dalam tas. Tak ingin lagi melihat, tak ingin lagi merasa bersalah, cukup ia menyakiti hatinya.


Ku mohon lupakan aku Dim. Bahkan aku tak pantas untuk dicintai.


Lima belas menit kemudian mobil Dinda sudah berada di parkiran sekolah SMA NUSA INDAH.


"Kakak di mobil saja,"


"Kenapa Din?"


"Malu datang sama om-om." jawab Dinda asal karena keadaan hati sedang tidak baik.


"Hei..-"


Toni belum selesai bicara sudah dipotong dengan Dinda.


"Kakak, tetaplah disini.. Dinda hanya sebentar."

__ADS_1


"Baiklah, kamu hati-hati. cepat hubungi kakak bila sudah selesai."


"Siap Bos." Dinda tersenyum dan keluar dari mobil.


Dinda terdiam memperhatikan sekolah dimana tempat ia belajar selama tiga tahun.


Matanya menatap setiap gedung di depan nya. Saat mata nya beralih ke lapangan volly dimana kali pertama Dinda bertemu dengan Dimas.


Maafkan aku Dim, semoga kamu melupakan aku.


Dinda menuju kantin sekolah, kebetulan kantin tidak ramai karena belum waktu istirahat. Hanya ada beberapa siswa-siswi berseragam olahraga disana.


Dinda berjalan menuju meja pojokan biasa ia duduk bersama dengan sahabatnya.


Semua mata menatap kearahnya.


"Kak Dinda ya?" tanya seorang siswa berseragam olahraga.


Dinda tersenyum."Iya, ada apa ya?"


Siswa itu menatap intens ke arah Dinda sehingga membuat Dinda bingung.


"Ada apa ya?"


"Pantas Dimas sangat tergila-gila dengan kakak. Orang nya cantik sih." Ucap siswa itu lagi.


Dinda terperanjat. "Eh.. maksud kamu apa ya?"


"Gue sekelas Dimas sebelum dia pindah kak, gue sering lihat Dimas perhatikan kakak dari jauh. Dimas gak salah sih.. kakak cantik kebangetan." Siswa itu pergi begitu saja.


Di cerna perkataan orang tadi. Dinda baru menyadari dimana Dinda berada sering sekali melihat Dimas.


Tapi kita tidak bisa melawan takdir, kita bukan takdir untuk bersama Dim.. bahkan takdirku begitu rumit. Tak ada cinta.. hatiku beku Dim. bila aku tidak sedang mengandung, aku ingin pergi dari kehidupan ku yang rumit ini*.


Dinda menangis dalam diam di kantin seorang diri.


Toni menghampiri Dinda dan duduk disebelah nya.


"Kamu kenapa hem?"


Dinda terkejut, Dihapus air matanya dan menoleh kearah suara yang dikenalnya itu.


"Kakak.. kenapa kesini?"


"Kakak khawatir kamu kenapa-kenapa. Jangan menangis Dinda.Itu sangat menyakitkan hatiku."


"Aku hanya rindu sekolah kak."jawab Dinda berbohong.


"Ayo ke kantor guru kak.. setelah itu antar Dinda ke kampus." ucapnya lagi.


****


Diseberang Lautan di negara Lain, jauh dari Negara kelahiran sang pujaan hati.


Tampak sekumpulan manusia sedang merayakan hari kelulusan.


"Wie wäre es heute Abend in die Diskothek um unseren Abschluss zu feiern? (Bagaimana jika malam ini kita ke diskotik untuk merayakan kelulusan kita?)" Ajak salah satu dari mereka bernama Louis.


Semua orang disana setuju dengan ajakan teman bernama Louis itu kecuali Dimas dan Rio tidak setuju.


"Nein, ich habe heute Abend etwas Wichtiges zu tun. (Tidak, ada hal penting yang harus aku kerjakan malam ini.)" Tolak Dimas tegas.

__ADS_1


"Komm Serkan, nur heute Nacht Freunde. (Ayolah Serkan, hanya malam ini teman.)" Bujuk Louis kembali.


Dimas selama tinggal di Jerman memutuskan untuk mengganti panggilan nya menggunakan nama depan nya SERKAN.


Alasan pasti agar ia bisa menuruti permintaan sang pemilik cintanya untuk melupakan perasaan nya terhadap wanita tercinta berada jauh di pulau Sumatera Utara itu.


"Verzeihung. Ich habe jemandem versprochen, dass ich niemals in eine Diskothek gehen würde, auch wenn ich mich nicht betrinke. Es tut mir leid, nach Hause zu gehen. wir sehen uns wieder. (Maaf. aku sudah berjanji pada seseorang untuk tidak akan pernah masuk ke diskotik bahkan sampai mabuk.


Aku permisi pulang. sampai jumpa lagi.)" Tolak Dimas dan berdiri diikuti Rio dibelakang nya.


Saat berada di dalam mobil, hening hanya suara mesin mobil terdengar disana.


"Dim, Lo belum juga bisa lupain Dinda?" tanya Rio memecahkan keheningan.


"Bagaimana bisa aku melupakan Dinda Yo? bahkan cinta ku kian bertambah walau tidak bertemu lima bulan ini." Jawab Dimas sambil menatap layar ponsel sedang stalking media sosial milik Dinda.


"Lo tahu Yo, hari ini Dinda ke sekolah kita." sambung nya lagi.


"Lo tahu dari mana?"


"Dari Tara temen sekelas kita dan juga postingan di Instagram Dinda. Bahkan dia mengatakan kalau sering lihat gue memperhatikan Dinda dari jauh."


"Terus Dinda gimana dengar begitu?"


"Dia nangis, gue ingin sekali menghubungi Dinda, tapi gue gak ingin buat dia kepikiran."


"Jangan Dim, ingat.. kalau jodoh tak akan kemana walau kalian berjauhan. Biarlah kalian menikmati hidup kalian untuk saat ini."


Dimas terdiam.


Bolehkah aku merindu Din?


Apa kamu bahagia atas pernikahan mu?


Kenapa hati ini tak bisa melupakan?


Bolehkah aku membenci perasaan ini Din?


Sungguh aku lelah menahan cinta dan rindu ini.


Aku ingin kembali, biarlah cukup menatapmu dari kejauhan sudah lebih dari cukup.


aku rindu mendengar suara mu, suara tawa mu.


ku mohon biarkan hari ini aku merindukan mu lagi..


🌸


🌸


🌸


Kenapa Dimas muncul di cerita ini lagi? karena memang Dimas dan Dinda akan berhubungan kembali di novel kedua aku ya..


Jadi di novel PENYESALAN DINDA khusus kisah hidup Dinda.


Kenapa Dinda murahan? jawaban nya Bukan ya..


Dia masih dalam fase labil dalam mengambil tindakan. karena umur Dinda juga masih sangat muda pada saat ini.


ikuti ya alur nya.. terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2