
Di sebuah restoran Villa tempat Dinda menginap selama liburan berlangsung,ia sedang makan malam sembari bercengkrama bertawa riang dengan sahabatnya melalui video call.Dinda makan dengan ponsel ia letakkan ditengah meja bersandarkan vas bunga agar Sari dapat melihat dirinya.
Jika dengan orang lain yang belum dekat dengan Dinda akan menilai ia adalah wanita sedikit sombong,cuek,walau ia sering membalas senyuman orang yang tersenyum dengannya.Namun bila dengan orang yang sudah mengenal dekat Dinda maka ia akan menjadi dirinya sendiri.Ceria,jujur apa adanya,dan manja.
"Enak niyeee yang liburan hasil malak suami idaman."Ledek Sari diseberang sana.
"Lebih enak dirimu tahu gak sih.. hidup bebas."
"Jangan ngomongin aku, jadi gimana hubungan mu dengan suami mu?"tanya Sari dengan serius karena ia tahu gimana kehidupan Dinda karena Dinda selalu bercerita padanya.
"Gak tahu, entaran aja setelah pulang liburan.Aku mau tenangi pikiran aku dahulu."
"Jaga kesehatan disana Din, kamu sendirian loh.."
"Iya-iya aku ngerti."
"Apa mereka tidak khawatirkan kamu Din?"
"Pastilah, apalagi pengawal berwajah datar itu."Terang Dinda seraya mengunyah makanannya.
"Ah iya, gimana ceritanya itu?"Tanya Sari karena ia benar-benar penasaran,bagaimana bisa berwajah datar itu jatuh cinta pada sahabat nya walau sudah bersuami.
"Dia hanya berwajah datar pada orang lain,tidak denganku.Aku juga merasakan cinta untukku.Sangat sayang jika hanya ku jadikan simpanan.Tapi aku sudah terbuai dengan bujuk rayu nya.Ahh.. aku bingung dengan perasaan ku."
"Ck..Kau ini.Bagaimana bisa kau selingkuh Dinda."Geram Sari menggunakan logat bahasa orang Medan.
"Ya mau gimana lagi? ia sangat gagah Sar.Aku jadi gak tahan lihat roti sobeknya."
Keduanya tergelak dengan ucapan Dinda Astaga..Otak keduanya sama mesumnya.
Tanpa Dinda sadari,di sebelah meja Dinda ada dua pria sedang sibuk memeriksa laporan keuangan hasil usaha yang berada di kota Medan.Ia tidak mendatangi tempat-tempat usahanya karena terikat janji pada seseorang untuk tidak kembali ke kota penuh kenangan cinta pertamanya itu.Ia hanya memantau dari kejauhan dan kebetulan ia libur kuliah di negara kelahirannya maka ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia tanpa harus ke kota Medan.
__ADS_1
"Siapa sih ni cewek frontal banget kalau bicara."gerutu Rio saat mendengar perkataan Dinda pada sahabatnya di balik layar ponsel Dinda.
Yaa,posisi Dinda saat ini dibalik punggung Dimas, keduanya saling membelakangi sehingga tidak menyadari keberadaan keduanya.Dan Rio sendiri berada duduk berhadapan dengan Dimas sehingga hanya dapat melihat punggung Dinda saja.
Seperti suara Dinda,apakah benar?tapi kenapa bisa Dinda ada disini?apa Dinda sedang liburan dengan suaminya?haruskah aku bahagia atau bersedih bila benar wanita itu Dinda?
"Gak usah ikut campur Yo, kita disini meeting."jawab Dimas datar.
"Lo sih pilih tempat terbuka jadi gak konsen begini.Dan itu cewek apa gak malu bicara frontal begitu."
"Fokus."ucap Dimas tanpa menoleh kearah Rio sang sahabat merangkap sebagaiasisten pribadi itu.
Ck... Rio hanya berdecak kesal dengan Dimas karena kian hari semakin dingin kepada semua orang.
Apa pengaruh Dinda begitu besar untuk lo Dim? Aku turut sedih.Tapi,yang dilakukan Dinda ke lo benar.Dinda gak ingin lo itu jadi simpanan dia atau hanya mencintai Dinda dalam diam. Dinda ingin lo bahagia bersama dengan yang lain.Dan lihat lah, tanpa bertemu Dinda lo selalu ngomong setiap hari cinta Lo bertambah untuk Dinda.Gue jadi takut jatuh cinta karena lihat lo Dim. Gumam Rio dalam hati seraya memeriksa hasil pembukaan bulanan Minimarket milik Dimas di kota Medan.
"Dan gimana Dimas Din?"Tanya Sari karena ia juga tahu bagaimana kisah Dimas dan Dinda.
"Jadi baru sadar Din?"
Dinda hanya mengangguk dan menopang dagu.Dia semakin bingung dengan perasaannya.Kepada suami ia sama sekali tidak merasa nyaman saat di dekatnya.Kepada sang pengawal ia merasakan pengawal nya itu jatuh cinta padanya,namun ia merasa dirinya tidak bisa membalas cinta sang pengawal.Padahal ia sendiri sudah mencoba menerima agar ia berada dihati, tapi nyatanya ia tidak bisa.ia hanya menerima kehadiran sang pengawal tetapi tidak untuk membalas cintanya.Tetapi dengan Dimas,entah mengapa merasa ada perasaan lain.Bila dipikirkan hanya beberapa kali mereka berinteraksi.Tapi lihatlah, saat nama Dimas disebut saja sudah membuat ia menyadari cinta Dimas sangat besar untuknya dan entah mengapa hatinya ingin menerima cinta Dimas.Tapi kembali lagi,ia sadar tak akan mungkin Dimas dan Dinda bersatu.Keadaan tidak menyatukan Cinta Dimas untuk Dinda.
"Jangan bilang kamu juga menyadari kamu juga cinta Dimas Din."
"Aku juga gak tahu Sari..Entah mengapa ingat Dimas selalu membuatku rindu dan ingin membalas cinta nya,Aku melihat tatapan matanya terakhir kali nya.Mata itu menyiratkan Cinta tulis tanpa embel-embel ***** Sar,Bukankah pria seperti itu yang kita cari? tapi semua gak akan mungkin."
Dibalik punggung Dinda,Dimas senyum menyeringai mendengar perkataan wanita dibalik punggung nya itu.
Andai yang bicara itu Dindaku.
Rio berdiri sehingga tertangkap kamera ponsel Dinda dan Sari dapat melihat Rio berdiri di belakang Dinda.
__ADS_1
"Mam*us."Sari terbelalak melihat Rio akan melewati Dinda.
"Woy tempurung idup,aku lagi cerita sedih kau bilang mam*us."Cerocos Sari menggunakan logat bahasa orang Medan karena ia mengira sari meledek nya.
Rio mendengar wanita yang sedari tadi membuat sebal dirinya langsung melihat siapa wanita itu.Dan ia terperanjat melihat siapa wanita tersebut.Ia membeku tak berkutik.
"Bukan gila'..Gawat Din, lihat ke samping deh."
Dinda menoleh kearah samping kanan,ia tidak melihat siapapun,semua orang sedang makan.Dan ia menoleh ke arah samping kanan.
Dan...sama hal dengan Rio,ia membeku seakan sulit untuk bergerak maupun berbicara. Itu artinya Dimas ada disini?Jangan katakan orang di belakang ku adalah Dimas.Astaga.. jangan sampai Dimas mendengar pembicaraan ku,Tapi kenapa dia disini?apa dia berbohong?
Dimas melihat Asisten pribadi nya masih berdiri ditempat membuat ia kesal.
"Lo ngapain disitu aja sih Yo, kata Lo kebelet."Dimas berbicara dan menoleh kearah Asisten pribadi nya itu.
Dimas mengikuti arah pandangan mata Rio yang masih mematung di tempat tadi.
*Deg
Deg*
*Dinda...
Dimas*...
🌸
🌸
Maaf terlambat up🙏🙏
__ADS_1
mohon dukungan like komen dan vote nya yaa