
"Oohh ini ternyata ja lang yang di puja suamiku.." Suara ketus itu mendekat kearah Dinda dengan tatapan menghina.
"Ja lang?"Tanya Dinda mengerutkan kedua alis.Merasa tidak mengenal wanita sedang berjalan kearah nya menunjukkan keangkuhan.
"Ya kami ja lang bernama Dinda kan?" Tanya wanita itu masih dengan keangkuhan.
"Ya saya Dinda,tapi maaf kenapa kamu menyebut saya ja lang?"Dinda masih menanggapi dengan tenang.
"Ya, karena kamu adalah ja lang suamiku."
Toni dan Dinda saling pandang.Dinda memikirkan apa orang ini salah orang?.
Lain dengan Dinda,Toni justru sudah cemburu membawa salah paham.
"Sayang,kamu ada main dengan laki-laki lain?"
Dinda terperanjat mendengar tuduhan suami nya itu. "Enak saja kalau nuduh.Kenapa kakak ikutan wanita ini?Sudahlah jangan tidur kamar Dinda malam ini."Bela Dinda.
"Eh jangan dong,kamu lupa malam ini malam pertama kita?"Panik Toni saat di beri ancaman dari Dinda.
"Hahaha..ini incaran kamu yang baru ja lang setelah mendapatkan suamiku?" Tawa wanita itu menggelegar saat mendengar Toni mengatakan malam pertama.
"Eh Begu..Muncung kau dijaga..Dari tadi aku tetap sopan sama kau tapi kau malah asik bilang aku ja lang.Kau siapa heh?Suamimu siapa?"Emosi Dinda mulai terpancing dan pasti keluar jurus bicara bahasa orang Medan.
Wanita itu bernama Santi gelagapan mendengar amarah Dinda.Ia tidak menyangka jika Dinda bisa melawan nya.
"Gak usah ngelak Dinda..Kamu yang buat suamiku dingin bahkan saat bercinta,dia selalu menyebut namamu."
Dinda dan Toni terperanjat.Lagi-lagi keduanya saling pandang.Kali ini Toni terlihat menahan emosi.Ia tidak rela jika istrinya menjadi pusat fantasi laki-laki lain.
"Siapa suamimu?"Suara bass itu tampak menahan amarah.
Wanita bernama Santi itu menelan saliva kasar saat di tatap mata elang laki-laki itu.
"A-Aril."jawab Santi gugup.
Dinda terbelalak saat mendengar nama sang mantan disebut.Ia baru tahu sekarang jika wanita di depan nya adalah istri sang mantan yang membuat ia dan Aril berpisah menyisakan benih di rahimnya.
"Ck Aril ya?Kenapa kau marah padaku jika suami pengecut mu itu masih mencintaiku? Tolong ya tante..Aku sudah tidak ada urusan lagi dengan nya."
"Ah ya..satu lagi,suami mu itu hanya bawahan suamiku."Lanjut Dinda seraya berjalan meninggalkan Sinta.
Sinta mendengar itu hanya bisa mengepalkan tangan.Ia masih begitu emosi.Ia frustasi karena sampai sekarang belum juga bisa meluluhkan suaminya.Aril.
Toni tampak diam dengan wajah muram.
__ADS_1
"Sayang."Panggil Toni.
"Ya kak.."Dinda mendongak menatap Toni karena Dinda hanya setinggi pundak Toni.
"Kamu tidak peka."Hardik Toni.
Dinda tidak menanggapi,ia hanya berjalan memasuki pintu utama rumah yang ia tinggali lebih kurang 6 bulan itu.
Netra Dinda menangkap sosok laki-laki tidak jauh darinya sedang bercengkrama.Ia menatap nanar.Ia tidak menyangka pernikahan nya hancur dan saling ingkar akan janji suci.
Sesal pun sudah tidak dapat memperbaiki hubungan yang sudah retak.Dinda berjalan menghampiri Arga dan juga Mira.
"Mbak Mira."Dinda menyapa Mira bukan Arga.
"Kamu baru datang Din?kemana saja?"Tanya Mira sedikit terkejut karena ia melupakan adik angkat kekasihnya.
"Nginap di rumah teman.Mbak pinjam bang Arga sebentar boleh?"Izin Dinda karena ia tidak ingin dicurigai oleh Mira.
Mira menoleh kearah Arga,sebenarnya ada curiga antara keduanya namun ia menepis pikiran buruk tentang kekasihnya itu.
Mira mengangguk."Bicaralah sebentar lagi acara akan di mulai."
Dinda tersenyum dan berjalan menuju kamar tamu yang ia tempati diikuti Arga.Sedangkan Toni hanya bisa menatap keduanya yang sudah hilang di balik pintu kamar tertutup.
Di kamar tamu tampak Dinda duduk di tepi tempat tidur dan Arga berdiri 2 meter dari Dinda berada.
"Bang,apa kabar?"Pertanyaan aneh yang Dinda berikan justru membuat hati Arga sakit.
"Maafin abang dek.."Arga mendekati Dinda berlutut pada Dinda.
Dinda terkejut dengan apa yang dilakukan Arga. Dinda tidak tega melihat itu merasa tidak enak hati.
"Duduklah sebelah Dinda bang,kita bicarakan segalanya dengan damai,Jangan minta maaf bang,Dinda lah seharusnya minta maaf.Dinda gak bisa jadi istri yang baik untuk abang.Maaf."
Dinda tidak menangis?Bohong.Ia menangis di pelukan Arga saat ini.Ia menangis bukan seperti di sinetron-sinetron suami mendua karena menikah lagi.Tidak.Ia menangis karena harus gagal menjalani rumah tangga.Saling berkhianat adalah kesalahan fatal di dalam rumah tangga.
Walau ia awalnya merasa sakit saat mengetahui suaminya akan bertunangan malam ini,tapi bukan soal hati yang cinta nya di duakan.Ia sakit karena kecewa atas keputusan suaminya tanpa berbicara dahulu saat akan mengambil keputusan.
Dan ia juga merasa bersalah karena telah lebih dalam berkhianat.Ia telah di peristri laki-laki lain saat masih berstatus istri orang.
"Jangan menangis Din."Ujar Arga masih memeluk istri tengah hamil itu.
"Maafkan Dinda kak,Dinda mohon bahagialah bersama mbak Mira."Pinta Dinda di sela-sela isak tangis nya.
Arga menggeleng."Bagaimana dengan kita Din?"
__ADS_1
"Dinda dan anak kita akan baik-baik saja."
"Jangan membuat Abang semakin bersalah sayang.."
"Enggak bang,Dinda baik-baik saja sungguh.Dan Dinda tidak akan membatasi abang untuk bertemu dengan anak kita nanti."
"Kenapa kamu berbicara seakan ingin pergi dari abang Dinda?"
"Benar bang,Tolong talak Dinda sekarang juga bang."Dinda memelas berharap Arga mengabulkan permintaan nya.
"Tidak.Bagaimana bisa abang talak kamu Dinda?"Arga mulai emosi saat Dinda meminta talak padanya.
"Abang jangan egois, bagaimana bisa seumur hidup Dinda di rumah ini menjadi adik angkat abang padahal abang suami Dinda.Dinda istri pertama abang."
Arga marah,ia membanting barang-barang yang ada di kamar Dinda saat ini untuk melampiaskan amarah nya.Beruntung kamar Dinda kedap suara hingga tidak terdengar suara gaduh di dalam kamar.
Ia marah tidak bisa menghalangi Dinda pergi dari hidupnya.
Ia marah pada dirinya yang pecundang tidak bisa mengambil keputusan sesuai hatinya.
Sungguh ia tidak ingin berpisah pada istri kecilnya.
Arga berbalik menatap netra Dinda lekat.Ia berjalan mendekati Dinda sedang terpaku di tatap seperti itu.
"Abang mau apa?"tanya Dinda gugup.
"Abang menginginkan mu Din."
"Ja-jangan bang."tolak Dinda.
"Ini yang terakhir sebelum permintaan mu abang kabulkan,Abang mohon sayang."Pintanya,ia benar-benar merindukan istri kecilnya.
"Acara abang 1 jam lagi."Dinda masih mencoba menolah.
"Tak apa,hanya sekali.Abang janji."
Dinda mengangguk.
Dan terjadilah hak dan kewajiban sepasang suami istri itu untuk terakhir kali.
🌸
🌸
TBC
__ADS_1