
"Oh maaf-maaf reflek doang.Sorry Dim gue gak ada maksud."Rio tahu ia salah apalagi melihat raut wajah Dimas sudah tak bersahabat lagi menurut nya.
Dinda juga melihat raut wajah Dimas memang sudah berubah merah padam menahan cemburu dan emosi membuat Dinda cemas dan merasa bersalah.
Dinda memegang lengan kekar kekasihnya dan mengelus pelan mencoba meredahkan emosi kekasihnya itu.
"Gak perlu cemburu,Rio hanya menghapus air mata ku itu saja gak lebih.Bahkan lebih banyak dirimu menyentuh ku seperti tadi."
Ck ini memalukan.Bagaimana bisa aku menginginkan nya tadi.Dan kenapa aku harus mengatakan ini sih..
Dimas tersenyum mengingat kejadian di kamar Dinda tadi.Tapi ia harus terlihat cemburu agar ia tahu bagaimana Dinda marayu nya saat ini.
"Baru saja ku peringatkan jangan bersentuhan dengan pria lain tapi kamu uda melanggar nya."Ucap Dimas pura-pura marah pada Dinda nya.
"Hey brother,gue gak ada maksud,gitu doang uda cemburu."Sambung Rio merasa bersalah pada Dinda.
"Sudah tak apa Yo,aku jadi sensitif bawaan hamil,dan aku lagi kesel pada Dimas makanya sampek nangis."Bukan Dimas yang menjawab melainkan Dinda.
"Jadi kamu senang di sentuh Riyo?dan kamu malah menyalahkan aku?".Tanya Dimas kesal.
"Siapa yang bilang begitu sih? Dan siapa yang menyalahkanmu?"Tatapan Dinda mulai tak bersahabat.
"Kamu yang mengatakan nya tadi sayang."Jawab Dimas enteng.
"Sudahlah,Sekarang bagaimana nasib ku Dim..Empat hari lagi aku akan pulang,Hasil lukisan mu tidak akan hilang seluruhnya."Protes Dinda pada Dimas mengingat kejadian di kamar tadi.
"Tinggallah lebih lama sampai semua itu hilang sayang."Dimas tersenyum senang.
"Ck..Ini semua salahmu Dim..Bagaimana bisa seluruh tubuhku ada jejakmu."Ucap Dinda kesal.
"Hei..tapi kamu sangat menikmati tadi.Yauda sekali lagi kita coba tanpa jejak ya."Jawab Dimas dengan senyum menyeringai.
"Gak mau,jangan coba-coba lagi."
Rio yang mendengarkan tak mengerti, sebenarnya keduanya sedang berbicara apa .
"Sebenernya kalian ngomongin apa?"tanya Rio dengan polos.
"Jomblo diem aja."Jawab keduanya berbarengan.
Dinda dan Dimas saling pandang seakan keduanya mengingat kejadian tadi di kamar.Dimas menatap dengan tatapan memuja tentu itu membuat Dinda bertambah malu.
Ini sangat memalukan,tapi tadi benar-benar membuatku mabuk kepayang..aahh sembunyikan Dinda Bu...
FLASHBACK ON
Selesai mandi Dinda melilitkan handuk yang menutupi setengah paha putih mulus Dinda.
__ADS_1
Ia berjalan kearah lemari pakaian untuk memilih yang hendak di pakainya.
Ia tak menyadari bahwa ada sepasang mata memperhatikan semua gerak geriknya.
Sepasang mata itu adalah Dimas.Sebenarnya ia tak berniat melihat itu,tadi ia masuk hanya ingin mengambil ponsel untuk menghubungi asisten sekaligus sahabatnya itu.Namun sepertinya pemandangan di depan mata lebih penting dan sangat indah pikirnya.
Lihatlah Dindaku..walau kamu sedang hamil sekalipun kamu tampak sangat seksi,bagaimana bisa aku tak jatuh cinta padamu.Bahkan hanya menyebut namamu saja kadar cintaku bertambah.Kamu selalu membuatku jatuh cinta Din.
Saat Dinda hendak memakai pelindung b*kit kemb*r nya Dimas langsung menghentikan nya.
"Stop sayang jangan bergerak."
Sontak itu membuat Dinda terkejut dan menuruti perintah dari asal suara.
Dimas mendekati Dinda tanpa suara.Dinda menunduk malu karena ada Dimas di hadapannya.
"Jangan nunduk Dinda,Lihat ke arah ku dong."
Dinda menggeleng cepat karena sungguh ia sangat malu saat ini.
Dimas lantas memegang kedua pipi Dinda nya dengan lembut,di arahkan nya wajah Dinda nya ke wajah Dimas.
Dimas tersenyum melihat raut wajah kekasihnya memerah menahan malu.
Dicium kening kekasihnya,cukup lama bibir Dimas disana seakan menyalurkan rasa sayang teramat dalam pada Dinda nya.
Dikecup sayang kedua mata Dinda nya.
Di kecup hidung Dinda nya.
Di kecup kedua pipi Dinda nya.
Di kecup dagu Dinda nya.
Kemudian Dimas berhenti membuat Dinda membuka mata kembali.
Pandangan mereka saling beradu.
*Deg..deg..deg..
Ya ampun jantung gue lagi-lagi mau lompat.Dim..jangan di tatap gini dong..jantung gue..
Deg..deg..deg..
Lihat lah Din,selalu begini jantung gue saat dengan mu..aku bahagia Din akhirnya aku mendapatkan cintamu*.
Dimas memajukan wajah hingga Dimas membungkam bibir ranum Dinda.Sesaat Dinda diam tanpa membalas merasakan lembutnya ciuman itu.
__ADS_1
Karena tak mendapat balasan,Dimas melepaskan pangutan nya.Ia mengira Dinda menolak perlakuan nya saat ini.
Dan Dinda paham arti tatapan Dimas memancarkan kekecewaan disana.
Tanpa pikir lagi,Dinda mengalungkan tangan nya ke leher Dimas.Ia berjinjit mengecup bibir sexy Dimas.Bibir atas tipis dan bibir bawah sedikit tebal dengan belahan di tengah nya.
Kenapa aku baru sadar bila bibirmu seksi seperti ini Dim.
Dimas tersenyum saat ia mengerti bila Dinda tidak menolak.Dimas menggendong ala bride style menuju ranjang.Dikukung tubuh Dinda di bawah tubuhnya.
Ia mengulangi mengecup seluruh wajah Dinda nya.
Di pangut kembali bibir Dinda nya tentu dengan Dinda membalas nya.Sangat lembut sangat membuat Dinda mabuk kepayang.
Cukup lama mereka saling berpangut.Saat pasokan udara hampir habis,mereka melepaskan pangutan nya.
"Kamu bisa mengimbangi ku sayang."Ucap Dimas dengan nafas tersengal.
Dinda tak menjawab.
"Aku mencintaimu Din,sangat mencintaimu."Ucap Dimas seraya mengecup daun telinga Dinda.
Dikecup kembali belakang telinga Dinda hingga menimbulkan geli namun Dinda memberi akses untuk Dimas melancarkan aksinya.
"Berjanjilah untuk tidak melakukan hal ini lagi pada pria mana pun selain aku Din.."Perintah Dimas di sela-sela permainan nya.
"Ti-tidak Dim,bahkan aku sudah pisah kamar sshh.."Ucap Dinda terbata karena ia sudah mulai bergair*h.
"Oh ya?"Tanya Dinda seraya kecupan turun ke area leher jenjang Dinda,Bukan hanya kecupan melainkan jila*an dan meninggalkan jejak kissmark disana bukan hanya satu jejak cukup banyak seakan ia sedang melukis di leher Dinda nya itu.
"Ya..Sshhh Dim."Dinda sangat menikmati perlakuan manis Dimas.
"Ya sayang..keluarkan saja suara indahmu sayang."Dimas sudah beralih ke pundak mulus Dinda nya.Tak ada yang terlewat dengan kecupan dan kissmark di tubuh Dinda.Bahkan kedua punggung tangan Dinda juga terdapat kissmark ciptaan Dimas.
"Aku gak tahan Dim..Ahhh."Tubuh Dinda menggeliat lalu menegang menandakan pelepasan pertama untuk Dinda.
Tentu itu membuat Dimas tersenyum senang karena bisa membuat Dinda nya seperti ini.
Dinda sudah terbawa na*su terlihat dari tatapan nya pada Dimas begitu juga dengan Dimas.
Ini masih begini uda pelepasan..aahh Dimas kamu membuatku candu.. kenapa aku tak pernah mendapatkan dari mereka..
🌸
🌸
Mau lanjut gak? jangan lupa like yaa.. komen juga dong..
__ADS_1