PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
Episode 34


__ADS_3

"Lalu apa Din?begitu tak berharga kah cintaku Din?Begitu rendahkah perasaanku untukmu?Aku yang bodoh tak dapat menghapus cintaku untukmu,Tapi bagaimana bisa aku menghapus cinta ku jika mengingat namamu saja membuat aku jatuh cinta padamu lagi dan lagi."Tatapan Dimas berubah sendu.


Deg


Segitu cinta kah kamu Dim?


Dinda tak dapat berkata-kata,ia bersyukur dicintai seseorang sebesar ini.Andai ia bertemu dahulu dengannya sebelum seseorang dari masalalu nya yang saat ini mengirim takdir kelam padanya.Ia pasti sangat bahagia.


Mata indah miliknya sedari tadi menahan air mata yang ingin keluar akhirnya pertahanan berhasil di lewati begitu saja.Air mata Dinda mengalir deras.Ia tak dapat menahan haru.Ia tak sanggup mengungkapkan rasa bahagia.Hanya lewat air mata ia dapat menyampaikan isi hatinya.Semoga Dimas juga mengerti.


"Tolong jangan menangis Din,hatiku sangat sakit saat melihatmu menangis.Ku mohon."Pinta Dimas pada Dinda nya.


Hanya satu orang yang mampu membuat seorang Serkan Dimas Dinata memohon.Bahkan pada orang tuanya sekalipun ia tak pernah memohon.Ia di besarkan dengan penuh peraturan dan ketegasan.Ia sudah di doktrin sedari kecil bahwa seorang pebisnis pantang memohon pada siapapun.Bahkan Rio yang memang sudah dari kecil di asuh oleh kedua orang tua Dimas dididik sama hal dengan Dimas.Namun Rio sering berprofesi menjadi sahabat jika menyangkut Dinda cinta nya.


Tok..tok..tok..


Suara ketukan pintu dari arah luar terdengar.


Keduanya tak beranjak,hanya Dimas mengambil ponselnya menghubungi seseorang.


📱Dimas


*Tetap di luar jangan mengganggu.


Dimas mematikan sambungan telepon.Ia kembali menatap manik mata hitam Dinda nya menangis.


"Jangan menangis sayang."Ucapnya lagi sambil menghapus air mata Dinda.


Dinda menggapai tangan Dimas yang masih berada di pipinya.Di kecup singkat telapak tangan Dimas.


"Maaf."


Hanya kata itu yang dapat ia ucapkan.Ia tak tahu harus mengatakan apa.Ia sadari cinta Dimas tulus dan ia menerima dan membalas cintanya.Namun tak bisa di pungkiri,ada rasa ragu untuk cinta mereka.


"Tolong jangan ragukan cintaku lagi Din."Pinta Dimas.


Dinda mengangguk lalu berkata lagi.


"Dim.."


"Ya sayang.."


"Peluk.."Rengek Dinda manja.


Dimas terkekeh mendengar rengekan Dinda nya.Jika sudah merengek manja itu artinya sifat asli Dinda nya sudah mode on.


Dimas meraih tubuh Dinda nya ke dalam dekapan.Keduanya masih diam menikmati pelukan hangat dan nyaman itu di iringi detak jantung bersautan di dada masing-masing.


"Aku akan merindukanmu Din."


Dinda hanya mengangguk,ia baru teringat jika waktu liburan nya sisa dua hari lagi,dan ia sama sekali tidak ada mengunjungi tempat wisata sesuai rencana awal.Ia benar-benar menghabiskan waktu bersama Dimas di Villa.


"Dim,dua hari lagi aku akan pulang."

__ADS_1


"Ya aku tahu,dan aku gak rela."


"Jangan begitu,aku harus kuliah dan kamu juga."


"Kapan kamu akan cuti kuliah sayang?Perut mu sudah sangat besar."


"Dua bulan lagi aku cuti Dim,dan aku masuk setelah umur baby ku dua bulan."


"Itu terlalu cepat.Ingat kesehatan yang utama Din."


"Enggak Dim,Aku harus menyelesaikan kuliahku tepat waktu dan segera pisah dengan suami ku."


"Apa masalah saat ini sangat serius Din?"


"Bisa di bilang begitu..Tapi aku gak mau gegabah,aku ingin pisah baik-baik."


"Baiklah,jika sudah berpisah segeralah hubungi aku agar kita cepat menikah.Aku tak ingin kamu jauh lagi dengan ku."


"Ya baiklah Tuan Muda."Dinda tersenyum menampakkan gigi rata nya.


Dimas yang sudah gemas melihat tingkah Dinda nya pun mencium pipi Dinda menekan kuat dengan ciuman di pipi Dinda.


"Iihh sakit Dim.."


Keluh Dinda mengusap-usap pipi yang di cium Dimas.


"Kamu gemesin sayang.."


"Tapi sakit.."Keluh Dinda cemberut.


"Udah jangan cemberut gitu,maaf ya.."


Deg..


Dinda terpaku dengan ciuman Dimas tiba-tiba.


Selalu saja jantung ini.Huh...beneran dah harus berobat.


"Kenapa sayang?aku tahu pasti jantung mu berdebar-debar kan?"Bisik Dimas.


"Kok tahu sih? Kamu dukun ya?"Dinda terheran kenapa Dimas bisa tahu apa yang di alami nya.


Dimas berdecak sebal dengan pertanyaan Dinda nya.


"Mana ada dukun setampan ini Dinda."Jawab Dimas ketus.


"Kan aku tanya kenapa kamu marah begitu heh?"Dinda beranjak membuka pintu tampak Rio dengan wajah muram.


Dinda senyum tanpa rasa bersalah menyapa Rio di hadapan nya.


"Masuk Yo."


"Ngapain aja lama bener."

__ADS_1


Dinda tersenyum dan berjalan bersisian dengan Rio,ada dua orang pelayan restoran mengikuti di belakang membawa makan malam Dimas dan Dinda.


Dimas melihat Dinda nya berbincang dengan laki-laki lain meski itu sahabatnya pun tak terima apalagi berjalan bersisian seperti itu.Ia melangkahkan kaki nya berdiri di samping Dinda,Memeluk pinggang Dinda dengan posesif membuat kedua orang sedang berbincang menoleh ke arahnya.


"Cih..pacar kamu terlalu posesif Din."Desis Rio saat melihat keposesifan Dimas pada Dinda.


Namun Dimas tak menghiraukan perkataan Rio.Ia malah beralih memandang wajah Dinda nya.Dan itu membuat Dinda mengerutkan kening bingung atas tatapan Dimas yang ia tak mengerti.


"Kan uda aku peringatkan jangan bicara pada laki-laki lain sayang saat bersama ku."


"Tapi kan aku gak aneh-aneh Dim."protes Dinda sedikit sebal tapi banyak cinta nya.


"Bisa jadi aneh-aneh kalau di biarin."sargah Dimas .


"Kalau gak percaya tanya aja Rio."Jawab Dinda.


"Iya kan Yo?"Dinda beralih ke arah Rio.


"Betul kan bang,kami tadi gak aneh-aneh?"Tanya Dinda pada salah satu pelayan yang masuk ke dalam kamar Dinda.


"Kamu ini memang harus di hukum lagi agar tidak bicara pada laki-laki lain ya Din?Tadi Rio sekarang bertambah lagi pelayan ini."


Rio dan kedua pelayan hanya geleng-geleng kepala melihat keposesifan Dimas pada Dinda.


"Aku gak mau jadi macan tutul lagi Dimas iihh.."


"Ck..gak mau tapi ketagihan."


Rio dan kedua pelayan itu saling pandang seakan mengerti arti pandangan itu berbicara Jadi macan tutul ketagihan?


"Kamu sih buat aku ketagihan."Bisik Dinda senyum-senyum malu.


"Oh ya?jadi beneran kamu ketagihan?"


"Eh Woy..Kami masih di bawah umur."Protes Rio pada sepasang kekasih di mabuk asmara ini.


Dimas dan Dinda saling pandang mengerti kalau mereka lupa ada orang lain di kamar Dinda.


"Ah maaf Yo,jangan ma-mmph."


Belum selesai Dinda bicara bibir nya sudah di bungkam dengan bibir Dimas.Cukup lama Dimas mencium nya walau Dinda tak membalas nya.


"Sudah aku bilang jangan bicara pada laki-laki lain saat bersamaku Dinda.."


"Berasa nonton film biru gue."Ucap Rio mulai sebal dengan bos sekaligus bos nya yang sangat posesif.


"Oke baiklah sayang,maaf ya.. sekarang kita makan,ini sudah sangat terlambat.Aku lapar." Dinda memilih menyelesaikan perdebatan daripada harus di hukum menjadi macan tutul oleh kekasihnya.


Pelayan pun menyusun makan malam di meja sofa lalu pergi.Dimas dan Dinda makan dalam diam menikmati makan malam yang sudah terlambat.Rio?ia lagi-lagi harus menjadi obat nyamuk di antara Dimas dan Dinda.


🌸


🌸

__ADS_1


TBC


__ADS_2