
Di dalam kamar Dinda masih termenung.Ia sama sekali tidak merasakan kantuk lagi.Dada nya terasa sesak.Tidak di pungkiri jika ia merasa cemburu saat melihat suami sendiri bersama perempuan lain baik itu hanya masalalu bahkan masalalu nya kini telah tiada.Terlebih hanya sekedar sebuah foto.
Bukankah sangat sulit jika harus bersaing dengan dia yang sudah tiada dan juga dia yang lebih dulu hadir dalam hidup sang suami? Jika masalalu nya masih ada mungkin masih bisa ia membuat sang suami benar-benar melupakan nya.Tapi ini sudah tiada,pasti selalu terkenang di hati.
Mengapa ia cemburu?Apakah hati nya sudah mulai menerima cinta nya?Menerima kehadiran sang suami di hati nya? Tidak,ini tidak boleh terjadi.Bagaimana bisa ia hidup dengan seseorang dengan bayang-bayang masa lalunya?
Dinda menjadi bimbang akan perasaan nya.Ia sangat tidak mengerti mengapa sekarang tidak mudah percaya cinta seseorang? ataukah ini bisa disebut rasa trauma yang tercipta dari masalalu nya hingga dia hamil? ternyata penyesalan itu masih ada.
Dinda menggigit bibir bawah sangat kuat agar tidak mengeluarkan isak tangis di samping sang mertua.Dinda bangkit menuju kamar mandi untuk membasuh wajah nya,mencoba meredahkan air matanya.
Tampak dari pantulan cermin kamar mandi,mata memerah serta tampak lingkaran hitam di bawah mata karena sampai jam 3 dini hari belum juga tertidur dan wajah sembab habis menangis.
Saat keluar dari kamar mandi,Mama Rahma terbangun."Loh Mama kok bangun?"tanya Dinda dengan suara serak khas suara habis nangis.
"Iya Mama tadi cari kamu Din,Kamu kenapa?Kenapa mata kamu merah seperti habis nangis?"Tanya sang Mama menatap curiga.
"Ah iya Dinda tidak bisa tidur Ma,Mungkin karena sampai jam segini belum tidur, jadi mata Dinda merah." Dinda beralasan agar sang Mama mertua tidak curiga lagi.
"Ya sudah,Mama panggil suami kamu dulu siapa tahu kamu bisa tidur karena ada suami kamu."Mama Rahma keluar kamar untuk memanggil Toni.Ia merasa jika menantu nya butuh suami nya.Ia tahu jika sang menantu menangis di dalam kamar mandi tadi.
Bagaimana ini?bermaksud untuk menghindar kenapa disuruh kesini.Ibuuu..Bantu Dinda.
Mama Rahma dan Toni masuk ke kamar.Toni mendekati Dinda dengan rasa khawatir.
"Kamu kenapa sayang?"Terdengar suara khawatir saat Toni berbicara.
"Tidak apa-apa."Jawab Dinda dingin.
Mama Rahma melihat itupun menjadi canggung diantara anak dan menantunya lantas keluar dari kamar.Saat Mama Rahma sudah keluar dari kamar,Toni mendekati Dinda.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang?"Jawab Toni lembut.
Dinda hanya menggeleng,ia tidak sanggup berbicara pada sang suami.Ia benar-benar butuh waktu sendiri saat ini.
Dinda merebahkan tubuh nya di sisi kanan dimana sang mertua tidur tadi.Lagi-lagi Toni bingung dengan sikap Dinda beruba menjadi dingin terhadapnya.Terakhir masih baik-baik saja.
"Kamu marah karena kakak ketiduran?"Toni tidak bisa melihat sang istri bersikap dingin seperti ini.
"Tidak,Tidurlah.Dinda sudah mengantuk."Dinda merebahkan tubuh nya membelakangi Toni.Tidak seperti biasanya Dinda tidur berjauhan dengan nya.
Toni mendekati sang istri,Di peluk istrinya,di cium pucuk kepala sang istri.Dinda di perlakukan seperti itu menjadi menghangat,siapa yang tidak akan jatuh cinta jika di perlakukan semanis itu?
Tapi Dinda masih bimbang,bahkan hampir berniat benar-benar menjauhi sang suami.Karena ia tidak bisa bersama seseorang yang masih hidup dengan bayang-bayang masalalu nya.
Dinda tidak bergerak ataupun berkata apapun,ia berpura-pura tidur.Dinda masih butuh waktu untuk mempertimbangkan hati nya.Ia benar-benar belum siap untuk berbicara dengan sang suami.
Dua jam kemudian,Dinda dan Toni sama-sama tidak bisa tidur,mereka hanya memejamkan mata namun pikiran terus terngiang.Dinda membalikkan badan ke arah sang suami.Toni.
Toni merasa senang sang istri membalikkan badan ke arahnya.Ia masih pura-pura tidur.
Dinda membelai pipi sang suami dengan ibu jari.Tanpa di perintah,air mata sudah menetes membasahi pipi Dinda.
"Maafkan Dinda kak.."Ucap Dinda dengan suara serak.
"Dinda tidak tahu ini rasa cinta atau hanya karena terbiasa bersama,maafkan Dinda jika Dinda harus menahan hati agar tidak merasakan sakit lagi.Dinda tidak bisa hidup menjadi orang ketiga."Sambung Dinda lagi.
Dinda mengecup kening Toni cukup lama dengan air mata terus menetes hingga menetesi kulit wajah Toni.
"Aku sudah mulai mencintaimu,tapi aku memutuskan rasa ini hilang.Maaf."
__ADS_1
Dinda pelan-pelan melepaskan pelukan Toni berjalan keluar kamar.Tak lupa ia menghapus air mata nya.Dinda berjalan menuju kamar sang Ibu.Ia membutuhkan pelukan sang Ibu sekarang untuk menenangkan hati dan pikiran.
****
Toni membuka mata,ia sangat terkejut atas apa yang baru ia dengar.Istrinya meminta maaf? istrinya mencintai nya tapi kenapa harus menahan diri? Dan tadi istrinya juga mengatakan menjadi orang ketiga?Apa maksud dari perkataan sang istri? Apa sebenarnya yang terjadi saat ia tertidur di sofa tadi.
Mata Toni memerah,ia takut di tinggal pergi oleh Dinda. Di tinggal pergi lagi dengan orang tercinta nya seperti di masa lalu. Bagaimana bisa sang istri mengakui cinta nya tapi di saat itu pula sang istri memutuskan menghilangkan rasa di hati nya.
Toni benar-benar takut ditinggalkan kembali.Rasa hancur di masa lalu terngiang lagi di bayangan nya.Bagaimana mantan tunangan nya meninggal di dalam pelukan nya. Kejadian di masa lalu seakan membekas di hatinya hingga menimbulkan trauma mendalam.
Lalu apakah benar Toni mencintai Dinda?Sedangkan saat hati Dinda sakit dan memutuskan hatinya pergi tapi yang di ingat Toni saat ia kehilangan mantan tunangan. Itulah yang di ragukan Dinda sekarang ini.
*****
Jam sudah menunjukkan pukul 05.30 waktu setempat.Dinda masih menangis sesenggukan di dalam pelukan sang Ibu.Ia bingung harus bagaimana.Ia bimbang dan ia ragu akan cinta sang suami untuknya.Dan ia memikirkan bagaimana nasib hati nya yang sudah mulai mencintai suaminya jika sang suami masih hidup dalam bayang-bayang masalalu.
"Sabar nduk,itukan masa lalu suamimu."
"Dinda takut Bu,Dinda takut jika harus menjalani pernikahan dengan kepura-puraan lagi.Kenapa Dinda menerima kak Toni saat itu menjadi suami Dinda,lebih baik Dinda sendiri Bu."Dinda tidak tahu mengapa sangat merasa sakit,beda jauh saat mengetahui mantan suami nya memiliki kekasih.
"Sudah-sudah,coba bicara baik-baik dengan suami mu Din, sekarang sudah pagi.. jalan-jalan pagi sangat bagus untuk orang hamil tua.Sudah sana banguni suami mu ajak jalan-jalan."
Dinda hanya mengangguk.
🌸
🌸
TBC
__ADS_1