PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
episode 6


__ADS_3

Di dalam mobil, Dimas tak langsung menjalankan mobil nya. Ia masih menatap wajah cantik wanita yang di cintai nya, istri orang.


"Kenapa kamu menatap ku seperti itu Dim?"


"Kamu cantik." jawab Dimas singkat namun membuat hati wanita tersebut menghangat.


blush.. wajah Dinda memerah bak kepiting rebus.


Oh my God.. jantung gue mau copot rasanya.


"Kita mau kemana Din?" tanya Dimas untuk mengalihkan pikiran Dinda yang sedang malu. Ia menyadari hal itu.


"Ke Tembung, Perumahan Indah Permai no.34B ya."


"Rumah kak Sari?"


Dinda mengangguk dan berkata lagi. "Heei.. kenapa panggil Sari dengan sebutan kakak? dari tadi kamu ngomong sama aku gak panggil kakak tu kayak waktu itu." Protes nya mengerucutkan bibir nya.


Dimas yang mendengar perkataan Dinda dan melihat ekspresi Dinda pun langsung menepikan mobilnya di depan ruko yang sedang tutup.


"Hei kok berhenti, rumah Sari masih jauh loh.." ucap nya lagi.


Dimas yang gemas melihat Dinda langsung meraup bibir ranum Dinda. Ditariknya tengkuk leher Dinda memperdalam Ciuman nya.


Akhirnya Dimas bisa merasakan bibir manis milik wanita yang di cintai nya, ia benar-benar sangat mendambakan wanita ini. Walau ia tak membalas pangutan nya namun Dimas benar-benar merasa bahagia saat ini.


Dinda yang dikejutkan oleh perlakuan Dimas hanya diam mematung.


Jantungku .. oh Tuhan.. kenapa rasanya berbeda.. Tubuh... sadar lah, kenapa kau menikmati nya..


Dinda yang tersadar berusaha mendorong tubuh kekar milik Dimas, tetapi itu pasti tidak akan bisa karena tubuh nya lebih mungil dari Dimas.


Begitu nafas keduanya terlihat seakan habis, Dimas melepaskan pangutan nya.


Dilihat nya wajah wanita nya memerah.


"Apa maksud dari ini Dim?"


"Mungkin kamu tak akan percaya Din kalau selama ini aku memperhatikan mu."


"Aku Suka kamu Din"


"Aku sayang kamu, aku mencintaimu"


Dinda tersentak langsung menatap wajah Dimas, ia memandangi manik mata hitam milik lelaki di depan nya ini.


ia tak melihat ada kebohongan disana.


Apakah benar? kenapa jantung ini selalu berdetak sangat keras sih kalau bersama dengan Dimas.


Dinda memalingkan wajahnya demi kesehatan jantungnya, ia tak tahan bila harus berlama-lama menatap kedua mata Dimas.


"Sejak kapan Dim?"

__ADS_1


"sejak pertama kita bertemu , aku bodoh Din, yang tak berani mendekati mu, aku takut kamu menolak ku Din."


"Kamu tak mengenal ku lebih jauh Dim, aku bukan wanita baik-baik."


"Enggak Din, perasaan ku tulus untuk mu. Aku mencintaimu tanpa syarat, bahkan aku tau semua hal tentang mu. Siapa Lelaki pertama di hatimu, siapa suami mu sekarang juga aku tau alasan kamu menerima untuk di nikahi nya." Jelas Dimas panjang lebar .


"Tapi perasaan mu saat ini salah Dim, Aku sudah menikah."


"Yaa memang aku akui ini salah, tapi izin kan aku menjadi pilihan dimana kau membutuhkan seseorang untuk tempat mengaduh, tempat berkeluh kesah , tempat menjadi pilihan kedua mu Din."


Andai aku masih sendiri Dim. Dengan mudah nya aku menerima mu walau belum ada kamu di hati ku, aku sakit merasakan perasaan ini di tinggalkan oleh lelaki yang kucintai dengan janin yang telah hidup di rahim ku.


"Enggak Dimas , kamu tidak boleh seperti ini. Jujur!. andai.. aku masih sendiri pasti aku menerima dan dengan mudah membalas cinta mu. Tetapi keadaan sekarang berbeda, walaupun aku belum menikah pun aku tak akan menerima mu."


"kenapa Din?" Dimas menoleh kearah Dinda. Tatapan mereka bertemu . Cukup lama Dinda terdiam menikmati tatapan indah di depan nya..


Dinda tersenyum."Tidak Dim.. aku gak akan bisa menerima cinta tulus mu. Sungguh! Kamu terlalu baik jika aku menerima mu bila aku masih sendiri, Dan aku tak akan sanggup menjadikan mu tempat pilihan kedua ku. Aku ingin kamu bahagia, belajarlah menerima cinta yang lain."


Dinda membelai pipi mulus Dimas dan tersenyum manis ke arah Dimas .


Dimas meraih tangan Dinda yang membelai pipi nya. Ia tidak menjawab perkataan Dinda lagi, yang tak sanggup bila harus menuruti perkataan wanita yang ia cintai ini.


Diciumnya telapak tangan dan punggung tangan Dinda berulangkali.


"Kita pulang ya, aku antar.. jangan kerumah Sari sudah sore." Dinda hanya tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


Diperjalanan mereka hanya terdiam dengan pemikiran masing-masing.


*******


Ya dia adalah Arga Firmansyah , suami dari Dinda Lestari yang baru sehari ia nikahi.


"Katakan!". ucapnya tegas.


"Nyonya pergi ke minimarket membeli sesuatu dan pergi bersama salah satu pegawai minimarket itu lalu menuju ke rumah sahabat nya tuan." jawaban Toni orang suruhan tuan nya itu. Lebih baik tak ku beritahu nyonya tak sampai ke rumah sahabatnya dan cukup lama mereka di dalam mobil, kalau sempat aku laporkan, bisa habis nyonya. aku kasihan padanya. gumam Toni dalam hatinya.


"Hanya itu Ton? apakah lelaki itu ikut masuk kerumah Sari?"


"Tidak tuan, lelaki itu langsung balik ke minimarket tuan."


"Kau boleh pergi."


"Baik tuan. Permisi." Toni membungkuk tubuh nya dan keluar dari ruangan tersebut.


Arga mengambil ponsel nya di saku celana nya menghubungi seseorang.


📱Arga


*Ril, jemput saya sekarang juga.


Arga langsung mematikan sambungan telepon nya tanpa menunggu jawaban dari seseorang di seberang sana.


Sepuluh menit kemudian , Seseorang itu sudah berada di lobby Diskotik milik Arga.

__ADS_1


Melihat tuan nya sudah berada disana, ia langsung keluar dan membukakan pintu mobil nya.


"Antarkan saya pulang kerumah mertua saya."


"Baik tuan."


Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di alamat rumah yang ditunjukkan oleh tuan nya itu.


Inikan rumah Dinda,


****!! jangan bilang Dinda menikah dengan tuan Arga. Aril bermonolog dengan dirinya sendiri.


Aril turun dari mobil segera membukakan pintu mobil tuan nya.


Arga turun dan berjalan masuk kerumah di ikuti Aril di belakang Arga.


Mereka masuk kerumah, melihat menantu nya pulang, Ibu Dinda segera menghampiri nya.


Ibu terkejut melihat seseorang di belakang menantu nya itu, Dengan cepat ibu Dinda menguasai diri.


"Sudah pulang Ga?"


"Sudah bu, apa Dinda sudah pulang?"


"oh belum, tapi sudah di perjalanan pulang kok. Siapa itu Ga?" tanya ibu Dinda pura-pura tidak mengenal nya.


"Ini Aril Asisten pribadi aku Bu. Uda dulu ya Bu, aku mau ke kamar, kalau Dinda pulang langsung suruh ke kamar ya Bu."


Arga menaiki tangga ke lantai dua menuju kamar Dinda. Sedangkan di lantai dasar. Ibu dan mantan kekasih dari putri nya saling berdiam .


"Maafkan Aril Bu."


"Maaf untuk kesalahan yang mana ?"


"Semua nya Bu, aku pergi karena aku sudah di jodohkan Bu." ucap Aril lirih menyesali perbuatannya .


"Kamu tau, Dinda sekarang hamil. Dan sekarang kami harus membuat drama agar Arga percaya itu anak nya."


Deg


"Dinda hamil Bu? berapa bulan Bu?"


"Kamu hitung sendiri saat terakhir kamu melakukannya dengan Dinda. Dan ibu mohon, bersikap lah seolah kamu tak mengenali kami termasuk Dinda." Setelah mengucapkan kalimat itu ibu langsung pergi ke kamar nya.


Ibu menangis di dalam sana. Ibu semakin takut akan kehidupan putri kedua nya ini, ibu tak sanggup harus melihat kehancuran putri kedua nya.


Ibu tahu bahwa putri kedua nya ini tidak sekuat anak-anak nya yang lain.


Sedangkan di ruang tamu , Aril mematung setelah mendengarkan perkataan mantan calon ibu mertua nya itu.


Aril melangkahkan kaki nya keluar rumah sang mantan serta bos nya itu menuju mobil nya tadi.


Bodoh kamu Ril bodoh.. aaarrgghhh bagaimana jika tuan Arga mengetahui nya? bagaimana dengan hidup Dinda ? bagaimana kandungan nya ?

__ADS_1


***Mohon dukungan nya ya.. jangan lupa like dan komen yaa..


TBC***


__ADS_2