
RUMAH SAKIT BR GROUP
Bry dan Vara sudah sampai di Rumah Sakit BR Group milik Bry, setelah sebelumnya Bry meminta Daniel memberitahukan rencana kedatangannya ke bagian Obgyn Rumah Sakit untuk memeriksakan kandungan Vara.
Tentu saja kabar ini bukan hanya membuat sibuk bagian Obgyn, tapi juga membuat heboh seluruh management Rumah Sakit yang langsung bersiap menyambut kedatangan pemilik Rumah Sakit tempat mereka bekerja. Dokter kandungan perempuan terbaik pun sengaja ditugaskan untuk memeriksa kandungan Vara, sesuai permintaan Bry.
Bry dan Vara langsung memasuki Ruang Periksa Kandungan setelah sebelumnya disambut oleh jajaran management Rumah Sakit. Jajaran management Rumah Sakit menunggu diluar dengan hati sedikit was-was meskipun mereka menyangka akan ada kabar bahagia dari Bry dan Vara.
Vara segera merebahkan dirinya di tempat tidur dan membuka kancing kemeja di bagian perutnya, setelah Dokter kandungan yang bernama Dokter Anata itu memintanya. Seorang perawat segera mengolesi perut Vara dengan gel berwarna bening.
"Tuan Bry silahkan melihat ke monitor ya. Saya akan memeriksa kandungan Nyonya Vara."
Dokter Anata mulai memutar-mutar alat diatas perut Vara dengan menatap fokus ke monitor.
"Wah selamat Tuan Bry dan Nyonya Vara, seperti yang terlihat di monitor ada 2 janin yang saat ini berada didalam kandungan Nyonya Vara. Anda akan mendapatkan anak kembar Tuan Bry."
"Kembar?"
Bry menatap tidak percaya kearah monitor, begitupun Vara yang sudah tidak bisa menahan rasa haru, sehingga air matanya sudah mengalir deras di pipinya.
Bry yang baru tersadar saat mendengar isakan Vara, segera merengkuh kepala Vara yang masih terbaring ditempat tidur.
"Sayang.. Kita akan memiliki anak kembar. Alhamdulillah Ya Allah.. Terima kasih ya Sayang."
Isakan Vara terdengar semakin keras, air mata Bry pun mulai menetes meskipun tanpa isakan disana.
Dokter Anata membiarkan pasangan itu meluapkan rasa harunya dan mengambil kesempatan untuk memberitahukan kabar gembira ini di group chat Dokter Rumah Sakit BR Group.
Kabar kehamilan Vara segera tersebar di jajaran management Rumah Sakit. Mereka mengucapkan selamat dan doa untuk kelancaran kehamilan Vara kepada Vara dan Bry.
Karena suasana hatinya sedang merasa sangat bahagia, Bry meminta Daniel menyuruh orang menyiapkan bingkisan untuk semua jajaran management dan seluruh karyawan Rumah Sakit sebagai tanda terima kasih dan bahagianya atas kehamilan Vara.
Tentu saja hal ini membuat seluruh Management dan karyawan Rumah Sakit BR Group merasa berterima kasih dan bersyukur bekerja pada orang sebaik, sebijak dan sedermawan Bry.
BR GROUP
Bry tidak hentinya memandangi photo di layar ponselnya, photo USG kehamilan Vara yang berisi 2 janin berukuran sangat kecil didalam 2 kantung rahim terpisah yang baru berusia 8 minggu.
Bry juga sudah mengirim photo USG itu pada Mommy Jhena dan Mama Irena, yang langsung memberikan ucapan selamat dan nasehat-nasehat untuk Bry agar menjaga Vara selama kehamilannya.
Mommy Jhena bahkan langsung berniat datang ke Indonesia dalam waktu dekat ini, untuk memastikan kehamilan menantunya dalam keadaan lancar dan baik-baik saja. Fakta bahwa dirinya akan mempunyai 2 cucu sekaligus membuat Mommy Jhena merasa sangat bersemangat dan bersyukur.
Sebenarnya hari ini Bry, hanya ingin menemani istrinya dirumah, tapi 1 jam lagi Bry harus menghadiri meeting dengan jajaran management untuk persiapan pembukaan perusahaan cabang di kota C.
__ADS_1
Daniel dan Kevin masuk ke ruangan Bry tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Bro.. Selamat ya, akhirnya kamu akan jadi seorang Ayah."
Daniel memeluk Bry yang masih dalam posisi duduk, kemudian Kevin pun ikut memeluk Bry, sehingga mereka bertiga berpelukan seperti anak kecil.
"Selamat Bro.. Anak kembar benar-benar akan sangat menggemaskan."
Kevin terlihat sangat antusias membayangkan sahabatnya akan memiliki anak kembar.
"Thanks Bro.. Aku benar-benar bahagia, akhirnya aku akan memiliki keluarga yang lengkap."
"Iya Bro, jaga istrimu baik-baik."
Daniel menepuk pelan punggung Bry sebagai bentuk dukungan pada sahabat terbaiknya.
"Tentu saja. Aku tidak akan membiarkan dia merasa sendirian selama kehamilannya. Aku akan menjaganya sebaik yang aku bisa."
Kevin dan Daniel mengangguk-anggukan kepalanya karena yakin Bry bisa melakukannya.
"Bro.. Selamat menikmat ya, biasanya ibu hamil sering meminta hal atau makanan yang aneh-aneh."
Bry menatap Kevin dengan sangat santai.
"Oh syukurlah kalau begitu."
Drrtt.. Drrtt.. Drrtt..
Panggilan video call dari Vara segera diangkat Bry dan langsung mengarahkan layar ponselnya tepat didepan wajahnya.
"Kenapa Sayang?"
"Honey, aku mau makan strawberry berwarna merah dan juga strawberry putih berukuran besar, yang dipetik langsung dari pohonnya."
Bry mengerutkan keningnya menanggapi permintaan Vara. Otaknya berpikir keras dimana dia bisa menemukan kebun strawberry merah dan strawberry putih di kota itu.
"Hmm, baiklah.. 3 jam lagi aku akan menjemputmu ya. Aku ada meeting penting dulu Sayang."
"Tapi Honey, aku menginginkannya sekarang juga. Rasanya aku sudah tidak kuat, apalagi harus menunggu selama 3 jam."
"Baiklah Sayang, tunggu aku ya. Aku akan menjemputmu sekarang juga."
Bry lalu mematikan panggilan video call dari Vara dan langsung melihat kearah Daniel dan Kevin yang terlihat menahan tawa dengan sekuat tenaga.
__ADS_1
"Jangan tertawa. Aku doakan kalian akan mengalami hal yang lebih parah dari ini."
"Jangan.. Jangan.."
Daniel dan Kevin berteriak bersamaan, lalu kemudian tertawa dengan keras. Bry hanya bisa mendengus kesal melihat kedua sahabatnya terlihat bahagia diatas penderitaannya.
"Daniel.. Kevin.. Handle meeting hari ini, aku benar-benar harus menemani Vara ke kebun strawberry."
"Baiklah.."
Daniel dan Kevin menjawab bersamaan.
"Thanks ya.."
Kevin mulai sibuk dengan ponselnya, sedangkan Bry membereskan beberapa barangnya lalu menyambar jasnya bersiap-siap pergi.
"Aku mengirimkan lokasi kebun strawberry merah dan strawberry putih ukuran besar ke ponselmu. Tapi lokasinya cukup jauh dari mansionmu. Karena kebun strawberry yang memiliki jenis strawberry ukuran besar berwarna merah dan putih hanya disitu Bro."
Bry yang sejak tadi terlihat bingung mengangguk dan tersenyum menanggapi perkataan Kevin.
"Thanks Bro.. Kamu penyelamatku."
Kevin menautkan ibu jari dan telunjuknya membentuk lambang OK.
Bry segera keluar dari ruangannya, sedangkan Daniel dan Kevin masih menahan tawa mereka saat mereka mengikuti Bry keluar ruangan.
Bry yang berlari-lari kecil menuju tempat parkir, menarik perhatian staff-staffnya yang sedang fokus bekerja. Mereka bertanya-tanya kenapa Boss mereka begitu terburu-buru pergi. Seolah ada hal mendesak yang harus dilakukannya.
'Semoga Vara tidak meminta sesuatu yang lebih aneh dari ini, Aamiin..' Batin Bry.
****************************************
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
__ADS_1