Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 18 Siapa Pengacau itu?


__ADS_3

Bry baru saja selesai mandi dan sedang menikmati makan malamnya yang telat, saat bel apartment-nya berbunyi. Diliriknya jam dinding di ruang tamu, sudah menunjukan lebih dari jam 12 malam. Bry mencari tahu siapa yang datang dengan melihat layar intercom-nya. Tampak wajah Daniel dan Kevin dengan ekspresi serius. Bry membukakan pintu, tanpa berkata apa-apa. Kevin dan Daniel langsung masuk dan duduk di sofa ruang tamu. Kevin mengeluarkan laptop-nya, lalu  menunjukan sesuatu pada Bry.


"Aku menemukan ini, IP peretas sistem kita dari Inggris. Tapi aku belum menemukan detailnya. Dan Daniel juga sudah mencari tahu soal perusahaan asing yang mengakuisisi perusahaan incaran kita. Perusahaan yang pusatnya di Inggris." Kevin mulai menjelaskan informasi yang didapatnya.


"Menurutmu apa hal ini ada kaitannya? Aku merasa ini sangat mencurigakan." Daniel bertanya pada Bry yang masih diam sejak tadi.


"Siapa pemilik perusahaan dari Inggris itu?" Bry bertanya dengan tatapan dingin.


"Namanya Satya Efrain Scott." Bry mengerutkan keningnya.


"Namanya seperti orang Indonesia.." Belum juga Bry menyelesaikan perkataannya, Daniel langsung menjawab.


"Dia keturunan Inggris-Indonesia, ayahnya Inggris dan Ibunya Indonesia. Kedua orangtuanya sudah bercerai, dia anak tunggal. Dia punya beberapa perusahaan di Indonesia yang dia akuisisi. Dan anehnya perusahaan itu bukan hanya 1 bidang. Malah ada yang tidak berkaitan sama sekali." Bry mengetuk-ngetukan jarinya pada pinggiran sofa. Berusaha menebak apa sebenarnya maksud dari laki-laki bernama Satya itu. Namun Bry belum menemukan benang merahnya.


"Terus cari info tentang laki-laki itu sebanyak-banyaknya. Aku ingin tahu maksud dia mengusikku." Kevin dan Daniel menganggukan kepalanya.


“Tidurlah disini." Bry menyuruh kedua sahabatnya menginap karena melihat mereka sudah terlihat lelah.

__ADS_1


“Baik, kami juga sudah lelah. Kevin menjawab, kemudian menuju ke kamar tamu yang biasa dia tempati saat menginap di apartment Bry.


"Aku tidur ya." Daniel menyusul ke kamar lain di sebelah kamar yang ditempati Kevin.


Bry pun masuk ke kamarnya, merebahkan diri hendak mengistirahatkan badan dan pikirannya. Pikirannya sangat rumit, masalah perusahaannya menyita perhatiannya kali ini. Diambilnya handphone yang berada diatas nakas. Lalu dilihatnya wallpaper handphone-nya. Photo Vara di pinggir pantai dengan rambut yang tertiup angin. Bry tersenyum, tiba-tiba ada kehangatan menyelimuti hati Bry. Bry merasa Vara adalah penghiburannya dikala pikirannya terasa sangat lelah. Perlahan Bry tertidur dengan tangan yang masih memegang erat handphone-nya.


Waktu masih menunjukan jam 05.30, saat Bry keluar dari kamarnya. Wangi masakan terasa menusuk hidung Bry. Diarahkan kakinya menuju dapur. Dilihatnya Daniel sedang memasak omurice (nasi goreng khas Korea) untuk sarapan. Bry langsung duduk di sebelah Kevin. Sambil melihat handphone-nya. Sama sekali tidak ada chat dari Vara, ekspresi Bry berubah malas.


"Makanlah.." Daniel meletakan sepiring omurice di depan Bry.


"Punyaku mana?" Kevin protes pada Daniel, saat melihat Daniel tidak membawakannya omurice seperti Bry.


"Kenapa kalian bangun dan sarapan pagi sekali?"


"Iya.. kita akan menyelidiki rumah Satya. Sepertinya aku menemukan tempat dia tinggal." Kevin menjelaskan sambil menyantap omurice-nya dengan lahap.


"Jangan laporkan sesuatu yang belum pasti." Bry menanggapi dengan nada datar.

__ADS_1


"Aku berniat memastikan asumsiku." Kevin masih fokus memakan makanannya.


"Ya sudah, aku mau ke rumah Vara hari ini. Kalau kalian sudah selesai dengan tugas kalian, jangan lupa ajak Vanny dan Nila jalan-jalan." Bry meninggalkan kedua sahabatnya menuju kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap.


Kevin dan Daniel saling berpandangan, mereka baru menyadari selama beberapa hari ini mereka sudah melupakan kedua gadis itu. Mereka terlalu fokus dengan masalah perusahaan. Daniel membatalkan rencana nonton mereka meskipun sesekali masih menyempatkan waktu untuk sekedar mengobrol melalui chat. Kevin pun begitu, rencananya untuk mengajak Vanny dinner juga ditunda. Mereka hanya beberapa kali mengobrol melalui Video Call menjelang waktu tidur


 


 


 


Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊


Terima Kasih banyak atas dukungannya..

__ADS_1


 


 


__ADS_2