
Vara melirik Bry yang dengan percaya diri memasang senyum penuh pesonanya. Sama sekali tidak terlihat gugup di depan Mama dan Papa Vara.
"Iya Tante.. Om.. Saya Bryllian, panggil saja saya Bry. Saya pacar Vara. Kita baru dekat beberapa bulan ini, dan resmi berpacaran tadi malam." Bry mengatakannya dengan mengembangkan senyum sumringahnya.
"Oh jadi kamu Bry, yang semalam ditemui Vara diluar." Perkataan Papa Vara membuat Bry seketika menyadari, ada yang salah dari perkataannya tadi. Begitupun dengan Vara yang mulai menebak, kalau semalam mungkin saja Papanya memantau mereka dari CCTV.
"Hahaha.. Santai saja Bry. Om juga pernah muda." Bry bernafas lega mendengarnya sambil tersenyum tipis. Vara yang tadinya khawatir Papanya akan marah, menjadi tenang.
"Nama Om, Devan.. Dan ini Mama Vara, namanya Irena." Papa Vara mulai memperkenalkan diri.
"Iya Om Devan dan Tante Irena."
"Kamu romantis sekali ya Bry, bawain buket mawar merah buat Vara." Mama Vara sedikit menggoda Bry sambil melihat buket mawar merah diatas meja dekat meja makan.
"Eh iya Tante.." Jawab Bry dengan sedikit malu.
“Ma.. Bry membawakan Mama dan Papa sesuatu." Vara menunjukan 3 kotak besar yang tadi Bry bawa kepada Mamanya. Mama Vara langsung mendekat dan melihat-lihat barang yang dibawa Bry.
"Wah ada makanan khas Korea, kosmetik dan souvenir dari Korea. Aduh Bry kamu kok repot-repot sekali. Terima kasih ya." Mama Vara tampak senang.
"Tidak apa-apa Tante. Semoga Tante dan Om suka." Bry senang melihat Mama Vara menyukai hadiahnya.
"Terima kasih ya Bry." Papa Vara ikut berterima kasih, membuat Bry lega.
Mama dan Papa Vara tersenyum senang menatap Vara dan Bry bergantian. Selama beberapa minggu ini mereka memang menyadari, Vara mulai kembali ceria seperti dulu. Dan sekarang mereka tahu penyebabnya.
“Ayo ikut sarapan sama-sama Bry. Silahkan duduk." Ajak Mama Vara sambil berdiri dan menyiapkan sarapan untuk Bry. Bry duduk berhadapan dengan Papa Vara.
"Iya.. terima kasih banyak ya Tante dan Om.." Bry sebenarnya masih sangat kenyang. Tapi rasanya tidak sopan menolak sarapan dari calon mertuanya ini.
"Mau roti atau nasi goreng Bry?"
__ADS_1
"Roti saja Tante." Bry memilih menu yang berbeda dari menu sarapan sebelumnya.
Mama Bry menyodorkan 1 tangkup roti bakar isi coklat, dan Vara membawakan Bry segelas susu hangat.
"Terima kasih Tante.."
"Sama-sama Bry." Mama Vara nampak semakin menyukai sikap Bry.
"Terima kasih ya Sayang." Kata Bry setengah berbisik di telinga Vara yang duduk disebelahnya, namun Mama dan Papa Vara masih bisa mendengarnya. Membuat mereka menahan senyum di depan kedua anak muda yang sedang jatuh cinta itu.
“Bry, kamu orang Korea ya? Orangtua kamu tinggal dimana?" Mama Vara mulai mengeluarkan rasa penasarannya.
"Saya campuran Tante.. Ayah saya dari Inggris, sedangkan Ibu saya keturunan Korea-Indonesia. Saat ini mereka tinggal di Korea, tapi sering pulang ke Indonesia.”
"Oh begitu. Kamu sudah lama tinggal di Indonesia Bry?" Mama Vara melanjutkan pertanyaannya, untuk mengetahui lebih dekat tentang Bry.
"Saya baru 2 tahun tinggal di Indonesia. Tapi sebelumnya saya sering ikut kalau Ibu saya ke Indonesia, Tante." Mama Vara menganggukan kepalanya. Lalu obrolan mereka berlanjut semakin seru dan menyenangkan. Mama dan Papa Vara tampak sangat menyukai Bry yang sopan dan sangat dewasa.
"Iya Om.. Bry tahu. Tolong izinkan Bry menjaga Vara. Karena Bry benar-benar ingin Vara bahagia Om.. Tante.." Mama dan Papa Vara tersenyum dan menganggukan kepalanya.
Obrolan mereka pun terpaksa dihentikan, karena Mama dan Papa Vara harus segera berangkat keluar kota untuk menghadiri acara keluarga di rumah Nenek Vara.
"Vara.. Mama dan Papa berangkat dulu ya. Hati-hati dirumah. Besok sore Mama dan Papa pulang." Kata Mama Vara sambil mencium kening Vara. Papa Vara juga mencium pucuk kepala Vara.
"Iya Ma.. Salam sama Nenek ya Ma." Mama mengangguk pelan sambil tersenyum.
"Tolong jaga Vara ya Bry." Papa Vara menepuk pundak Bry pelan. Bry langsung menyalami Papa Vara dengan sedikit menundukan kepalanya tanda hormat.
"Baik Om.. Pasti.." Lalu Bry beralih menyalami Mama Vara.
"Ingat jangan nakal." Sikap Bry yang salah tingkah, malah membuat Mama Vara tertawa kecil.
__ADS_1
Bry dan Vara mengantar Mama dan Papa Vara keluar menuju mobilnya. Setelah Pak Rahman memasukan barang-barang yang hendak dibawa keluar kota, Mama dan Papa Vara masuk ke mobil. Kemudian melambaikan tangannya pada Bry dan Vara.
"Hati-hati dijalan Ma.. Pa.." Mama dan Papa mengangguk dengan tetap melambaikan tangan. Setelah Mobil Papa Vara keluar dari halaman rumah, Vara dan Bry masuk kembali kedalam rumah.
Vara mengambil buket bunga yang diberikan oleh Bry, sedangkan 3 kotak besar hadiah dari Bry, Vara meminta Bi Rahma untuk menyimpannya di tempat yang Vara tunjukan. Lalu Vara dan Bry berjalan menuju ruang tamu.
"Bry duduk di ruang tamu saja ya. Aku mau simpan dulu bunga dari kamu di kamar."
"Bagaimana kalau aku ikut kamu ke kamar?" Bry bercanda untuk menggoda Vara.
"Tidak boleeeeh.." Vara setengah berteriak, membuat Bry tertawa keras.
"Hahaha..Ok.. aku tunggu disini ya." Bry mendudukan dirinya di sofa yang menghadap ke luar. Lalu Vara bergegas naik menuju kamarnya.
Tiba-tiba sebuah mobil sport warna putih masuk ke halaman rumah Vara. Bry berdiri hendak melihat siapa yang datang. Perasaannya langsung kesal saat mengetahui siapa yang keluar dari mobil itu.
Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya..
__ADS_1