
"Vin.. lacak posisi Vara!"
Memang Bry sudah memasang alat pelacak GPS yang canggih berukuran micro di mobil dan beberapa barang Vara. Meskipun tanpa alat pelacak, dengan kemampuan Kevin dan Daniel, serta jaringan koneksi yang dimiliki Bry, Vara bisa dengan mudah ditemukan seperti sebelum-sebelumnya.
"Vara berada di Jungle Resort daerah bukit L." Bry menghela nafas kasar dan mengacak rambutnya.
"Retas CCTV-nya." Mata Bry semakin tajam dan memancarkan aura dinginnya.
"Sedang aku lakukan." Kevin sudah bisa menebak perintah Bry selanjutnya, sehingga sebelum diminta pun Kevin sudah meretas CCTV resort itu.
"Vara sampai jam 7.05"
Kevin menunjukan rekaman CCTV resort. Bry memperhatikan dengan fokus beberapa rekaman CCTV dengan beberapa layar berbeda.
"Dia masuk kamar 07.11"
"Lalu keluar dari kamar 07.25"
"Vara menuju kolam renang di 07.30, coba kita periksa CCTV yang terdekat dari kolam renang."
Lalu Kevin membiarkan Bry melihat rekaman CCTV itu sendirian. Dimana terlihat Vara yang sedang berenang sendirian, seolah Vara sedang melepaskan bebannya. Bahkan Vara tidak beristirahat setelah berkali-kali berenang dari ujung yang satu ke ujung yang lain. Hal ini membuat dada Bry sesak. Namun setelah beberapa lama, tiba-tiba ekspresinya berubah. Pandangan matanya berubah sangat tajam.
"Kevin perbesar gambarnya." Bry mengeraskan rahangnya, dia tampak emosi saat melihat rekaman CCTV itu. Tampak Satya turun ke kolam renang dengan bertelanjang dada. Berdiri ditengah kolam renang, membuat Vara menubruk badan Satya saat sedang berenang.
Bry mengepalkan tangannya, saat melihat Satya menahan tangan Vara yang hendak pergi. Bry memukul lengan sofa saat melihat Vara dan Satya berenang bersama. Sampai puncaknya Bry berteriak mengeluarkan emosinya saat melihat Vara dan Satya makan berdua di pinggir kolam renang. Terlihat sangat dekat.
"Aaaaaargghh.. Kurang ajar kamu Satya." Mata Bry menatap semakin tajam setiap kali Satya memperhatikan Vara yang sedang makan dengan lahap.
"Bry sepertinya kita sudah tahu apa yang diinginkannya. Apa kamu yakin akan menyerahkannya?" Perkataan Kevin semakin menyulut emosi Bry.
Bry langsung berlari keluar menuju mobilnya, lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Kevin dan Daniel pun menyusul di belakang mobil Bry, dengan kecepatan yang tidak jauh berbeda. Diikuti 2 mobil berisi 8 pengawal pribadi yang Daniel siapkan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.
__ADS_1
JUNGLE RESORT
Mobil Bry masuk ke area parkir Jungle Resort dengan terburu-buru, diikuti 3 mobil dibelakangnya. Bry langsung berlari menuju lobby resort hendak bertanya pada Receptionist tentang arah ke kamar Vara, yang nomor kamarnya sudah Bry ketahui dari rekaman CCTV yang ditunjukan Kevin.
Tapi langkahnya tiba-tiba terhenti, saat Satya keluar dari lift dengan ditemani Larry orang kepercayaannya dan 6 pengawal pribadinya. Sesaat kemudian Daniel, Kevin dan 8 pengawal pribadi Bry juga memasuki lobby resort. Di mata orang yang melihat, posisi mereka terlihat seperti akan baku hantam. Terlebih dengan penampilan semua pengawal pribadi Satya & pengawal pribadi Bry yang memiliki badan tinggi besar, berpakaian celana hitam, dan jas hitam membuat mereka terlihat semakin menyeramkan.
Satya menyeringai saat melihat ekspresi Bry yang tampak menahan emosi. Tentu saja Satya tahu alasannya. Bahkan Satya sengaja menunggu Bry dan anak buahnya datang untuk sekedar bersenang-senang sebelum pergi.
"Akhirnya kita benar-benar bertemu, Bryllian." Satya menatap Bry dengan sangat tajam, sambil menyunggingkan senyum sinisnya.
"Apa maumu?" Bry langsung to the point menanyakan maksud Satya.
"Kamu pasti sudah tahu apa yang aku inginkan." Satya memasang seringai meremehkan ke arah Bry.
"Kamu bisa ambil beberapa perusahaanku, semaumu.." Bry berkata dengan nada datar, namun membuat Kevin, Daniel dan semua pengawal Bry terkejut.
"Hahaha.. Perusahaanmu tidak cukup berharga bagiku. Jika aku mau, aku bisa mengambilnya darimu tanpa perlu kamu berikan." Tawa Satya berubah menjadi tatapan tajam yang menguarkan aura dingin. Satya lalu mendekat ke arah Bry.
"Lakukan. Aku tidak akan membela diri." Satya menyunggingkan senyum sinisnya, saat mendengar perkataan Bry yang menurutnya sekedar bualan saja.
"Kematian terlalu menyenangkan untukmu. Aku ingin melihat kamu menderita dan kehilangan segala hal yang kamu punya, termasuk Vara."
Seketika Bry mencekik leher Satya dengan sekuat tenaga. Membuat semua pengawal pribadi Satya bergerak maju untuk menyelamatkan Boss-nya. Tapi Satya mengangkat tangannya meminta semuanya mundur. Begitupun dengan Kevin, Daniel dan semua pengawal pribadi Bry yang bersiap-siap dengan situasi terburuk.
"Aku sudah katakan, akan memberikan apa yang aku bisa. Tapi jangan mengancamku dengan melibatkan Vara." Bry sudah tidak bisa menahan emosinya.
Satya memegang dan mencengkram tangan Bry yang mencekik lehernya. Seringainya kembali muncul. Dihempaskannya tangan Bry dengan sangat keras.
"Jangan pikir aku tidak bisa membunuhmu. Aku tidak mungkin melakukannya disini. Besok malam datanglah ke mansion-ku, jika kamu benar menginginkan pengampunan dariku. Tanyakan alamatku kepada kedua asisten bodohmu itu." Satya menyunggingkan senyum sinisnya kearah Kevin dan Daniel.
Kevin dan Daniel mulai menyadari kebodohan mereka, tampaknya apa yang mereka lakukan dengan memantau mansion Satya sudah diketahui oleh pemiliknya.
"Tapi jika kamu tidak datang, itu artinya kamu setuju menyerahkan Vara kepadaku."
__ADS_1
Rahang Bry mengeras tapi Satya malah tertawa sambil pergi meninggalkan Bry. Diikuti semua anak buahnya menuju area parkir. Satya masuk ke dalam mobil sport berwarna silver bersama Larry. Diikuti semua pengawal pribadinya yang memasuki 2 mobil berwarna hitam. Kemudian mereka melajukannya dengan kecepatan diatas rata-rata.
Daniel dan Kevin tampak sangat gusar. Mereka khawatir pada Bry. Tapi ekspresi Bry masih kembali terlihat tenang.
"Bry, kamu tidak akan datang kan? Satya bisa membunuhmu disana." Kevin sudah panik sejak tadi, tapi tidak menunjukannya karena tidak ingin membuat Satya merasa puas.
"Kita bicarakan nanti." Saat ini Bry lebih ingin memastikan keadaan Vara.
"Kalian pulanglah. Aku masih ingin disini bersama Vara."
"Baiklah.. Tapi aku tinggalkan 4 bodyguard ya." Daniel yang ingin memastikan keselamatan Bry, langsung mendapat anggukan dari Bry.
"Berjagalah dari jauh, jangan sampai kekasihku tahu kalau kalian mengikutiku." Bry memberi instruksi pada keempat pengawal pribadinya. Dan keempat orang itu langsung membungkukan badannya kearah Bry.
"Algeseumnida..." Kata mereka bersamaan.
Lalu Bry segera berlari ke kamar yang ditempati Vara. Begitupun Kevin, Daniel dan 4 pengawal langsung pergi dan melajukan mobilnya untuk kembali pulang.
Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
__ADS_1