Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 107 Boys..


__ADS_3

Sejak pagi Vara dan Bry sudah mengikuti arahan photographer dalam sesi pemotretan kehamilan Vara. Lokasi yang dipilih hanya dibelakang mansion mereka, karena Bry merasa Vara mungkin akan terlalu lelah jika harus melakukan sesi photo diluar mansion. Terlebih lagi di belakang mansion Bry cukup banyak spot bagus yang bisa dijadikan lokasi photo.


Taman bunga yang luas, danau buatan dengan deretan pohon sakura yang sedang mekar, juga deretan gazebo diatas danau buatan, terlihat sangat bagus untuk dijadikan lokasi photo.


Kostum yang digunakan pun berbeda-beda, mulai dari pakaian formal seperti jas untuk Bry dan gaun panjang untuk Vara, sampai dengan pakaian santai.


Tapi Vara begitu antusias saat mengenakan hanbok dari Halmeoni dan Harabeoji (Nenek dan Kakek). Hanbok dengan paduan warna pink muda dan tua bermotif bunga itu terlihat cantik menempel ditubuhnya, begitu juga hanbok berwarna hijau toscha yang dikenakan Bry, terlihat begitu bagus dan cocok ditubuh Bry.


Vara merasa begitu senang akhirnya bisa mengenakan pakaian khas itu bersama-sama dengan Bry yang terlihat lebih gagah dan tampan dari biasanya.


"Yeppeuda (cantiknya)..."


Mata Bry tidak berkedip menatap Vara, menunjukan rasa kagum yang tergambar di wajah tampan Bry.


"Benarkah aku cantik Honey?"


"Sangat cantik Sayang.. Kamu begitu anggun."


Pipi Vara berubah merah karena malu dengan pujian dari Bry.


"Terima kasih Honey.. Kamu juga terlihat gagah dan tampan."


Mata Vara terlihat berbinar saat mengucap pujian untuk Bry yang memang terlihat jauh lebih tampan.


"Tentu saja.. Suamimu ini selalu terlihat tampan mengenakan pakaian apapun."


Vara memutar kedua matanya karena jengah dengan tanggapan suaminya yang terlalu percaya diri.


"Ah aku menyesal sekali, sudah memujimu."


Bry tertawa mendengar perkataan Vara yang justru membuatnya gemas.


"Tapi benar kan Sayang, aku selalu terlihat tampan. Terlebih sekarang, aku seperti aktor Korea yang dramanya sering kamu tonton. Ayo kita tanya kedua bayi kita."


Bry sedikit membungkuk dan menghadapkan wajahnya kearah perut Vara, lalu dielusnya perlahan perut Vara dengan sebelah tangannya.


"Boys.. Daddy-mu ini tampan kan? Dan nanti kalian akan setampan Daddy kan?"


Perut Vara bergelombang, gerakan yang cukup kuat dari kedua bayi mereka membuat Bry terlihat takjub dan bahagia.


"Wow.. Sayang, mereka bergerak. Akhirnya aku bisa merasakan gerakan mereka."


Senyum manis Vara mengembang di wajah cantiknya, melihat suaminya terlihat begitu bahagia.


"Iya Sayang.. Sekarang ini memang gerakan mereka mulai terasa kuat."

__ADS_1


"Mereka semakin aktif ya Sayang. Oh iya, gerakan mereka tanda setuju bahwa aku tampan dan mereka akan setampan aku kan?"


Vara kembali memutar kedua matanya sambil mendengus kesal.


"Bagaimana kalau mereka perempuan, Honey?"


Vara bertanya penuh rasa ingin tahu.


"Tidak apa-apa, aku juga menyukai anak perempuan. Jika anak kita ini perempuan, mereka akan secantik kamu. Tapi aku yakin kedua bayi kita ini adalah laki-laki. Iya kan boys."


Bry kembali mengelus perut Vara dengan penuh kasih sayang.


"Baiklah.. Jika mereka laki-laki, mereka akan setampan kamu. Dan jika mereka perempuan, mereka juga akan tetap mirip denganmu."


Tawa Bry seketika meledak mendengar perkataan Vara yang terdengar seperti keluhan yang manja.


"Ok.. Pasti mereka akan mirip dengan kita berdua dan semoga hanya sifat-sifat baik kita saja yang menurun pada mereka."


Perkataan bijak Bry benar-benar mendamaikan hati Vara.


"Iya Honey, semoga kita bisa menjadi orangtua yang baik bagi mereka ya."


Bry mendaratkan bibirnya di puncak kepala Vara dengan lembut, sambil sesekali mengelus perut Vara penuh kasih sayang. Sedangkan Vara tidak hentinya menyunggingkan senyum karena rasa bahagia di hatinya. Vara sangat bersyukur karena Bry selalu menunjukan perhatian dan juga kasih sayangnya pada Vara dan kedua bayi dalam kandungannya.


Tanpa Bry dan Vara sadari, sejak tadi Photographer yang bertugas mengabadikan sesi photo pregancy Vara sudah memanggil mereka untuk berpose. Tapi Bry dan Vara terlalu fokus pada obrolan mereka, dan Photographer itu tidak mau mengganggu keromantisan Vara dan Bry. Sehingga akhirnya sang Photographer mengabadikan moment keromantisan tanpa script itu dengan mengambil photo mereka secara candid sebanyak-banyaknya.



*************************************


 


DOKTER KANDUNGAN - RUMAH SAKIT BR GROUP


Dokter Anata menyambut kedatangan Bry dan Vara diruangannya. Hari ini adalah jadwal pemeriksaan kandungan Vara yang sudah mencapai 24 weeks.


Bry dan Vara berharap bisa melihat jenis kelamin kedua anak mereka kali ini, karena 1 bulan yang lalu Bry dan Vara harus menelan rasa kecewa saat kedua bayi didalam kandungan Vara menyembunyikan milik mereka dengan begitu rapat. Meskipun Dokter Anata berusaha melihat dari berbagai arah, kedua bayi itu semakin menutupinya seolah mengetahui niat kedua orangtuanya.


Saat ini perut Vara sudah selesai diolesi gel dan alat yang dipegang Dokter Anata sudah mulai diputar-putar diatas perut Vara sehingga layar monitor USG 4 Dimensi didepan mereka sudah menunjukan pemandangan yang sejak tadi mereka harapkan.


Kedua bayi di perut Vara tampak bergerak dalam tempo lambat, salah satunya menghentak-hentakan kakinya dengan keras sehingga membuat Vara terkejut.


"Wow.. Sabar Boy, apa kamu juga merasa bersemangat bertemu kami? Tenang ya..!"


Seolah mengerti dengan perkataan Bry, bayi itu terlihat tenang dan hanya menggerakan tangan dan kakinya dengan perlahan.

__ADS_1


Sedangkan bayi yang sejak tadi hanya mengisap ibu jarinya, mulai menggerakan tangannya kearah saudaranya. Bry dan Vara tertawa melihat tingkah bayi mereka, dan tentu saja Bry tidak lupa mengabadikan moment lucu itu dengan camera ponselnya.


"Bayinya sangat sehat dan gerakannya juga aktif. Semua anggota tubuhnya berkembang dengan sempurna."


"Alhamdulillah.."


Vara dan Bry mengucap syukur bersamaan dan kembali menyimak penjelasan Dokter Anata dengan tetap menatap layar monitor USG.


"Sayang, sepertinya wajah mereka mirip kita berdua. Lihat bayi kita yang satu ini, bibirnya persis bibir kamu dan hidungnya juga persis hidung kamu Sayang."


"Iya benar Honey, dan bayi kita yang satu lagi bibirnya mirip denganmu, hidungnya juga persis hidung kamu Honey."


Bry memfokuskan pandangannya seolah mencari tahu kebenaran dari perkataan Vara.


"Kamu benar Sayang. Mereka mirip kita berdua, hahaha.. Adil sekali ya, hahaha.."


Bry tertawa senang sambil tidak henti mengarahkan camera ponselnya ke layar monitor.


"Nah akhirnya kedua dedek bayinya mau memberitahu jenis kelaminnya. Tuan Bry dan Nyonya Vara, selamat ya kedua bayinya berjenis kelamin laki-laki."


Vara dan Bry memfokuskan matanya kearah yang ditunjukan Dokter Anata, dan setelah bisa melihat jelas jenis kelamin anaknya, Vara mulai meneteskan air matanya tanpa suara. Sedangkan Bry terlihat begitu sumringah dengan kenyataan yang sesuai harapannya.


Bry mencium kening Vara dengan lembut.


"Anak kita laki-laki Sayang. Terima kasih.."


Manik mata Vara menatap tepat di kedua mata Bry yang mulai berkaca-kaca.


"Iya Honey.."


Dokter Anata hanya tersenyum menyaksikan calon orangtua didepannya merasakan haru yang amat sangat. Bry dan Vara larut dalam rasa syukur dan bahagia yang terasa akan membuncah dihati mereka.


****************************************


Image Source : Instagram (edited)


 


 


 


Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊

__ADS_1


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


__ADS_2