
Tok.. Tok.. Tok..
Vara baru selesai mandi dan berganti pakaian, saat ketukan terdengar di pintu kamarnya.
'Pasti Bryllian.. Aku harus bersikap seolah tidak mengetahui apa yang dilakukannya tadi. Tapi kenapa jantungku berdetak begitu kencang, setiap kali berada di dekatnya.' Batin Vara.
Vara berusaha menetralkan detak jantungnya karena kembali teringat dengan kejadian saat bangun tidur tadi. Vara ta lalu membuka pintu kamarnya, yang kemudian menampakan Bry yang berdiri memegang 1 baki berisi sarapan untuk Vara.
"Morning Sayang.. Aku bawakan sarapan pagi buat kamu. Aku sendiri lho yang memasaknya."
"Bohong.. Aku tidak percaya kalau kamu yang memasaknya. Lagipula kalau kamu yang memasaknya, aku tidak mau memakannya. Pasti rasanya aneh sekali."
"Aku serius Sayang, cobalah. Sedikiiiiiitt saja."
Bry lalu menyimpan sepiring nasi goreng yang dibalut telor dadar yang dikenal dengan nama omurice itu, dan juga susu hangat diatas meja.
Bry menarik pelan tangan Vara untuk duduk bersamanya di sofa kamar.
"Cobalah Sayang!"
Dengan sedikit ragu, Vara memotong sedikit saja bagian ujung omurice-nya dan menyuapkan ke mulutnya.
'Wah ternyata enak sekali.' Puji Vara dalam hati.
Vara kembali menyendokan omurice ke dalam mulutnya dengan suapan yang sangat besar, membuat kedua pipinya menggembung. Bry menggelengkan kepalanya seraya tersenyum. Bry merasa usahanya tidak sia-sia kali ini, dia sengaja menyempatkan waktu untuk memasak dan menyiapkan sarapan untuk Vara sebelum berangkat ke kantor.
(Bry saat memasak telor dadar untuk omurice tadi pagi)
"Pelan-pelan makannya Sayang, tidak akan ada yang meminta makananmu."
Vara mulai memelankan kunyahannya sambil menatap Bry yang menatap penuh cinta padanya.
'Apa dia selalu bersikap semanis ini? Awalnya aku sebal sekali padanya, tapi kenapa sekarang aku menyukai semua yang dia lakukan padaku?'
Vara sibuk dengan pikirannya, sampai Bry menyadarkan Vara dari lamunannya dengan mengelus puncak kepalanya dengan lembut.
"Habiskan makananmu, aku akan berganti pakaian lalu berangkat ke kantor. Aku sudah terlalu lama bolos bekerja."
Bry berjalan ke ruangan walk in closet, sementara Vara melanjutkan sarapannya.
5 menit kemudian Bry kembali dari ruangan walk in closet, Vara seketika terkesima saat melihat suaminya yang terlihat sangat tampan dengan kemeja warna navy-nya dengan celana warna senada dan dasi motif berwarna biru muda. Jas-nya sengaja Bry sampirkan di tangannya.
"Aku tampan ya Sayang? Biasanya kamu yang memilihkan bajuku sebelum aku bekerja."
"Hmm.. Benarkah?"
"Iya Sayang.. Kamu baik-baik di rumah, jaga Bradley & Briley. I.."
__ADS_1
Bry menghentikan perkataannya yang belum selesai.
"Kenapa kamu tidak menyelesaikan perkataanmu?"
Bry tersenyum menatap Vara dengan tatapan sendu.
"Aku takut kamu tidak menyukai perkataanku. Aku berangkat dulu ya Sayang."
'Sepertinya dia akan mengatakan kalimat yang sama seperti saat bangun tidur, dan entah kenapa aku ingin dia mengatakannya lagi. Eh ada apa dengan otakku ini.'
Vara yang menggeleng-gelengkan kepala, kembali dihampiri Bry yang sudah berjalan hendak keluar dari kamar.
"Kenapa Sayang, pusing?"
"Eh tidak kok."
"Hmm.. Hati-hati di jalan."
"Ok.. Terima kasih ya Sayang."
Bry mendekatkan wajahnya ke wajah Vara, yang seketika refleks memundurkan tubuhnya. Bry tersenyum kecut menanggapi penolakan Vara.
"Ya sudah, aku berangkat ya."
Tanpa menunggu jawaban Vara, Bry langsung keluar dari kamarnya. Bry memilih diantar oleh sopir menuju kantor, karena badannya masih cukup lelah ditambah pikirannya masih kacau karena masalah ingatan Vara yang belum kembali.
*************************
Sudah 3 jam sejak Bry tiba di ruangannya, tapi ekspresinya masih saja sama. Bukan berkas-berkas menumpuk yang membuatnya terlihat mengerutkan keningnya, tapi Bry sedang sibuk memikirkan cara agar Vara bisa menjadi pribadinya yang dulu. Bry merasa tertekan dengan sikap Vara yang dingin, dia benar-benar merindukan istrinya yang selalu hangat dan penuh cinta.
Drrtt.. Drrtt.. Drrtt..
Tampak panggilan masuk dari Jofran, Kepala Pengawalnya.
"Ada apa Jofran?"
"Tuan, maaf Nyonya meminta saya mengajarinya bela diri."
"Apa?"
"Tadi Nyonya melihat saya dan tim berlatih di taman belakang, tiba-tiba Nyonya datang dan meminta saya mengajarinya."
"Baiklah, ajari gerakan basic yang gampang saja. Berlatihlah di ruang latihan, cukup latih olehmu dan beberapa orang tim-mu. Jangan lupa, Bi Mona juga harus menemani."
"Baik Tuan."
Bry menutup teleponnya dan beberapa menit kemudian memeriksa rekaman CCTV yang ada di ruang latihan. Vara, Jofran dan 2 orang timnya yang seorang perempuan dan laki-laki dengan skill beladiri mumpuni, mulai masuk ke dalam ruang latihan.
Bry memperhatikan Vara yang mengikuti gerakan Jofran untuk memulai pemanasan. Lalu diikuti dengan latihan gerakan-gerakan dasar Taekwondo yang memang menjadi beladiri wajib bagi anak buah Bry. Bahkan setelah berlatih selama 1 jam, Jofran mengajarkan beberapa teknik pertahanan diri sederhana, saat menghadapi serangan orang jahat. Bry melihat jelas semangat di wajah dan gesture tubuh Vara saat berlatih.
__ADS_1
'Sayang sebenarnya apa yang terjadi padamu? Apa sebenarnya yang kamu pikirkan?' Batin Bry.
*************************
MANSION BRY & VARA
Jam dinding sudah menunjukan pukul 8 malam, saat Bry tiba di mansion-nya. Bry langsung menuju kamarnya merasa tidak sabar ingin bertemu dengan Vara, namun istrinya itu tidak ada di kamarnya. Bry lalu memasuki kamar si kembar melalui pintu kamarnya, dan hatinya seketika dipenuhi perasaan bahagia saat melihat Vara yang sedang menyusui Briley di atas tempat tidur. Mata Vara terpejam, nampaknya dia ketiduran saat menyusui Briley. Briley pun memejamkan Matanya, meskipun mulutnya tidak berhenti menempel di sumber ASI-nya. Sedangkan Bradley tertidur dengan lelap di dalam box bayinya.
'Terima kasih Sayang, karena tidak melupakan kasih sayangmu pada mereka.' Ungkap Bry dalam hati.
Bry duduk di sofa kamar lalu menundukan kepalanya. Air matanya jatuh seketika, tidak bisa dibendung meskipun Bry menahannya sekuat tenaga. Tanpa Bry sadari, Vara terbangun dari tidurnya. Diliriknya Bry yang menangis dengan suara tertahan.
'Ada apa dengannya? Kenapa dia menangis seperti itu? Dan kenapa hatiku terasa sakit melihatnya menangis? Dari suara tangisnya, aku tahu dia sedang menahan duka yang begitu dalam. Apa ini semua karena aku?'ย Tanya Vara dalam hati.
Setelah melepas perlahan mulut Briley dari dadanya, Vara mengancingkan piyamanya, kemudian perlahan menghampiri Bry yang masih menangis tertahan. Direngkuhnya kepala Bry lalu dipeluknya sehingga kepala Bry menempel di dada Vara.
Bry terkejut dengan apa yang dilakukan Vara, tapi entah kenapa tangis Bry malah semakin keras. Ini pertama kalinya Bry menangis sekeras ini, seolah meluapkan seluruh emosi yang tertahan danย kesedihan di hatinya.
Tiba-tiba Vara mendaratkan bibirnya di bibir Bry yang basah karena air mata. Kemudian melum*tnya dengan sangat lembut. Bry yang membelalakan matanya karena terkejut dengan ciuman Vara, refleks menghentikan tangisnya. Bry memeluk pinggang Vara dan membalas ciuman Vara dengan sangat liar, seolah meluapkan rasa rindu yang selama ini dirasakannya. Vara pun terlihat menikmati apa yang dia dan Bry lakukan. Melupakan fakta bahwa dia berciuman dengan seseorang yang tidak diingatnya. Mungkin pikirannya lupa, tapi tubuhnya seolah mengenali siapa ada di hadapannya saat ini.
Vara dan Bry terpaksa menghentikan ciuman panas mereka saat keduanya merasa kehabisan nafas. Keduanya masih saling menempelkan kening dengan nafas menderu dari mulut mereka.
"I Love you, Zivara Narendra Anarghya."
Seketika perasaan bahagia memenuhi hati Vara, membuat Vara tidak ragu mendaratkan kembali bibirnya di bibir Bry yang membalas ciuman Vara dengan lebih liar lagi.
*************************
Image Source : Instagram
Terima kasih banyak untuk semua readers & author2 kece yang sudah mampir dan juga mendukung novel ini.. ๐
Kalian semua begitu berharga buat author. Love u so much.. โคโคโค
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok ๐
Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung ๐
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. ๐
#staysafe #stayhealthy
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya ๐
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
__ADS_1
(IG : zasnovia #staronadarknight)