
Bry memasuki lobby kantor dengan raut wajah dinginnya, tidak ada senyum dan tanggapan apapun saat beberapa karyawannya memberikan ucapan "Selamat Pagi". Bahkan wajahnya terkesan marah dan merasa terganggu dengan apa yang dilakukan oleh karyawan-karyawannya.
Nayla sedikit berlari saat melihat Boss tampannya hendak memasuki lift khusus CEO. Dihampirinya Bry dengan sedikit membungkukan badannya dan memasang wajah paling manis yang dia punya.
"Selamat Pagi Mr. Bry.."
Bry hanya melirik sekilas lalu mulai masuk ke dalam lift, Nayla ikut masuk ke dalam lift namun seketika tangan Bry menahan pintu lift agar tidak menutup.
"Turun! Pakai lift lain! Aku tidak mau berbagi udara dalam ruangan yang sama dengan kamu."
Nayla masih merasa terkejut dengan kata-kata kasar yang keluar dari mulut Bry. Meskipun selama ini Bry tidak banyak bicara dan sering bersikap dingin, tapi Bry tidak kasar apalagi sampai melarangnya menaiki lift yang sama dengan bossnya itu. Karena memang Nayla adalah sekretaris pribadi Bry yang terbiasa menggunakan lift yang sama dengan Bry.
Nayla masih sibuk dengan pikirannya, saat suara Bry kembali terdengar lebih keras dan menggelegar dari sebelumnya.
"Keluar! Jika kamu tidak mau keluar, berikan surat pengunduran dirimu pagi ini juga!"
Suara Bry yang bisa terdengar ke seluruh sudut lobby perusahaan, mengundang mata semua orang yang berada disana untuk melihat kearah Bry dan Nayla.
Sorot mata Bry berubah lebih tajam tepat mengarah ke manik mata Nayla yang ketakutan. Nayla segera keluar dari dalam lift seraya menahan air mata yang sudah memaksa keluar dari sudut matanya.
Pintu lift CEO yang seketika tertutup dan bergerak naik, bersamaan hilangnya suasana hening yang sejak tadi tercipta. Suasana lobby berubah riuh dengan obrolan banyak staff yang merasa terkejut dengan sikap CEO mereka yang berubah dingin kembali, malah lebih dingin dan kasar.
__ADS_1
Beberapa orang tampak menghampiri dan berniat menghibur Nayla, namun Nayla menolak dan lebih memilih pergi menuju toilet untuk menangis sepuasnya.
Daniel dan Kevin yang sudah mengetahui kejadian di depan lift tadi berdasarkan laporan Kepala Security memilih mendiamkan dan tidak menanyakan kejadian itu. Mereka sudah bisa menebak alasan perubahan sikap Bry yang kembali dingin dan menjadi kasar, bersikap diam sepertinya lebih aman daripada ikut berkomentar atau bahkan sekedar mengingatkan.
Bry duduk dengan menyandarkan punggungnya ke kursi kerjanya. Menghadap monitor laptop yang sedari tadi hanya dipandangnya dengan tatapan kosong. Pikirannya melayang pada malam terakhir Bry bertemu Vara, pada pelukan terakhirnya pada Vara yang sudah sangat dia rindukan saat ini.
Bry melihat jam di ponselnya setiap beberapa menit sekali, berdasarkan jadwal penerbangan yang digunakan Vara, pesawatnya memerlukan 31 jam dengan 2 kali transit di Hongkong dan Barcelona untuk sampai ke Bandara Granada Spanyol. Masih perlu beberapa jam lagi sampai Vara tiba di Bandara Granada, tapi Bry sudah tidak sabar menunggu kabar dari beberapa detektif swasta di Granada yang sudah direkrut Daniel dan menunggu kedatangan Vara di Bandara Granada.
Bry menghela dan menghembuskan nafasnya dengan kasar, ditatapnya photo Vara yang menghiasi layar ponselnya dengan tatapan sendu dan penuh kekhawatiran.
'Vara izinkan aku menjemputmu pulang, aku merindukan kamu.. Aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu.'
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk.."
Kevin dan Daniel masuk ke ruang kerja Bry dengan raut wajah yang sangat tegang. Kevin dan Daniel tidak berani berdiri terlalu dekat dengan Bry, karena mereka sangat yakin, apa yang akan mereka sampaikan adalah kabar buruk yang akan memancing kemarahan Bry sampai ke puncaknya.
"Ada apa?"
"Hmm.. Kami mendapatkan kabar soal pembunuh Arya.."
__ADS_1
Seketika rahang Bry mengeras, tangannya mencengkram tangan kursi sampai berbekas. Matanya berkilat tajam aura mematikan seketika keluar dari wajahnya yang dingin.
"Siapa orangnya?"
Daniel menghela nafas sebelum menjelaskan pada Bry dengan raut waspada dan penuh kekhawatiran akan reaksi Bry.
"Dia adalah Kang In Pyo, orang kepercayaan Klan Wang Eagle yang sudah dihabisi oleh anak buah Satya."
"Apa katamu?"
Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
__ADS_1
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..