Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 144 Insting Seorang Ibu


__ADS_3

Bry kembali ke ruangan perawatan Vara dengan langkah yang lunglai. Bry sekilas menatap Vara yang memandang dirinya dengan wajah datar. Sharon menatap Bry penuh tanya ke arah Bry, karena tidak melihat keberadaan Brandon.


"Bry, dimana Brandon?"


"Dia sedang bicara dengan Jayden. Lebih baik kamu lihat keadaan suamimu? Mungkin saja dia butuh kamu."


"Maksud kamu?"


"Mungkin saja Jayden sedang memukuli suamimu?"


"Apa? Kenapa kamu tidak menolongnya?"


Bry tidak menjawab pertanyaan Sharon yang seketika berlari keluar mencari tahu keberadaan suaminya. Bry menghempaskan tubuhnya yang lemas di atas sofa, lalu menyandarkan kepalanya seraya menutup matanya yang berat.


Vara memandang wajah Bry yang terlihat sangat lelah. Vara berdehem pelan, membuat Bry seketika membuka matanya dan menatap wajah Vara yang kini sedang menatapnya.


"Sharon sudah mengatakan tentang hubungan kita, dia juga menunjukan  photo-photoku bersamamu dan juga kedua anak kembar kita. Tapi maaf, aku benar-benar tidak mengingatmu juga Bradley dan Briley. Seingatku, aku masih belum menikah apalagi memiliki anak."


Bry tersenyum tipis, sesungguhnya dia ingin sekali menghampiri Vara dan memeluknya dengan erat. Tapi Bry masih belum sanggup menerima penolakan Vara untuk yang kesekian kalinya.


"Tidak apa-apa. Aku akan membantumu mengingat semuanya."


"Hmm, aku ingin kembali ke Indonesia secepatnya. Tapi aku ingin pulang ke rumah orangtuaku."


Bry terkejut dengan keinginan Vara, namun sesaat kemudian Bry mencoba menetralkan ekspresi terkejut sekaligus kecewanya itu.


"Aku bukannya melarang, tapi aku tidak memberitahu keadaanmu pada Mama Irena dan Papa Devan. Aku tidak ingin mereka khawatir dan sedih. Jika kamu pulang ke rumah mereka, maka kamu akan membuat mereka sedih."


Vara menundukan kepalanya seakan merenungi perkataan Bry yang masuk akal. Dia tidak ingin membuat kedua orangtuanya khawatir apalagi sedih karena melihat keadaannya.


"Baiklah, aku akan tinggal di rumahmu. Tapi berikan aku kamar sendiri, aku tidak bisa berbagi kamar bersamamu."


Perkataan Vara bagaikan palu besar yang menghantam dadanya, tapi saat ini Bry harus banyak bersabar.


"Ok.. Besok pagi kita pulang ke Indonesia."


Senyum yang amat sangat tipis terulas di bibir Vara. Bry kembali memejamkan matanya membayangkan hari-harinya yang pasti akan terasa suram dan menyedihkan.


Selang beberapa saat kemudian Sharon, Brandon dan Jayden masuk ke dalam ruangan perawatan Vara. Wajah Brandon dan Jayden sama-sama babak belur. Bry tentu saja sudah bisa menebak apa yang terjadi.


"Besok kami akan pulang ke Indonesia. Terima kasih atas semua bantuan kalian selama kami disini."


Bry berkata dengan sangat tulus sambil menatap wajah sahabat-sahabatnya bergantian.


"Bryllian, maafkan aku. Karena aku adalah salah satu penyebab Vara jadi seperti ini."


Brandon menunduk karena terlalu malu dan merasa bersalah pada Vara dan Bry.


"Aku sudah tidak menyalahkanmu. Aku menyadari ini semua sudah takdir Tuhan."

__ADS_1


Sharon merangkul Brandon yang mulai berkaca-kaca. Sedangkan Jayden memilih pergi dari ruangan itu karena masih merasa cukup emosi. Terlebih dia merasa kecewa karena besok Vara akan kembali ke Indonesia.


Vara yang melihat Brandon menangis dengan mengatakan hal yang tidak dipahaminya, hanya bisa memgerutkan kening.


'Sebenarnya apa yang mereka bicarakan, kenapa si Brandon itu seperti merasa bersalah padaku? Aku akan menanyakannya nanti pada Bryllian, laki-laki yang katanya suamiku itu.' Batin Vara.


*************************


Keesokan harinya..


Vara, Bry, si kembar dan seluruh rombongan pelayan dan pengawalnya sudah berada di dalam private jet milik Bry, hendak meninggalkan Korea menuju Indonesia. Brandon, Sharon, Mommy Jhena dan Daddy Dave, Abeoji Wang dan Eomma Adelia mengantar Bry dan Vara sampai airport. Mereka sangat sedih melepas Vara dengan keadaan yang masih mengkhawatirkan. Tapi Bry meyakinkan mereka bahwa dia akan selalu menjaga Vara dan berusaha mengembalikan ingatan Vara.


Saat ini Vara memilih duduk berjauhan dari Bry, tempat duduknya terhalang 2 line namun dengan posisi yang berseberangan. Bry pun tidak mau memaksa Vara untuk langsung dekat dengannya, dia ingin membuat Vara nyaman dulu bersamanya, meskipun harus memerlukan waktu yang tidak sebentar.


Tiba-tiba Bradley dan Briley menangis dengan keras, membuat Bry seketika mendekat dan mengambil alih Briley dari tangan babysitter yang meronta-ronta minta digendong. Sedangkan Bradley digendong oleh Bi Mona. Bry duduk di sebelah Bi Mona sambil mendekap erat Briley.


"Bi Mona, tolong peluk Bradley. Setiap kali landing dan take off, aku dan Vara pasti mendekap mereka."


Sebenarnya Bry ingin sekali agar Vara menggendong Bradley dan menenangkannya, terlebih Vara selalu menyusui bayinya yang paling rewel  setiap kali take off atau landing. Karena dengan begitu, si kembar akan sedikit merasa nyaman saat adanya tekanan udara yang mengganggu telinga mereka setiap kali pesawat mengudara ataupun mendarat.


Vara yang melihat Bradley masih saja menangis merasa sangat khawatir. Terlebih Bradley menangis dengan keras sampai suaranya serak. Tiba-tiba mata Vara berkaca-kaca, entah kenapa perasaannya terasa begitu sakit melihat Bradley seperti itu. Vara segera menghampiri Bradley yang sedang digendong oleh Bi Mona.


“Bi Mona, biar Bradley aku yang gendong.”


“Baiklah Nyonya.”


Bi Mona segera menyerahkan Bradley ke tangan Vara, yang segera duduk di sebelah Bry. Vara menggendong Bradley dengan sedikit kaku, tidak seperti biasanya. Namun dia terlihat berusaha sekali menenangkan Bradley meskipun sulit.


Bry cukup senang dengan apa yang dilakukan oleh Vara, meskipun hatinya sedikit nyeri saat Vara memanggil dirinya sendiri “Aku” bukan “Mommy” seperti biasanya.


Bradley tidak juga berhenti menangis, meskipun saat ini posisinya sedah terlihat sangat nyaman dengan menyandarkan kepalanya di dada Vara, sama seperti yang dilakukan Briley di dada Bry.


Tiba-tiba Bradley menjulur-julurkan lidahnya di dada Vara, membuat Vara mengerutkan keningnya karena tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh Bradley.


Bry yang melihat Vara kebingungan, tersenyum tipis.


“Bradley sedang mencari sumber ASI.”


“Seketika wajah Vara merona malu, terlebih saat Bry menatap bagian dada Vara saat mengatakan sumber ASI.


Sesaat kemudian Pilot Arda mengumumkan bahwa pesawat akan segera take off dan meminta semua penumpang yang berada di dalam private jet Bry untuk duduk dengan baik dan memasang sabuk pengaman.


Saat pesawat mulai take off, Bradley menangis semakin keras, sehingga  membuat Briley yang sudah tertidur, menjadi bangun dan ikut menangis. Bry segera mendekap erat Briley, berusaha membuatnya kembali nyaman dan tertidur kembali. Namun alangkah terkejutnya Bry, saat tiba-tiba Vara membuka kancing kemejanya dan mengeluarkan salah satu bukit kembarnya dan langsung menyodorkannya tepat di depan mulut Bradley. Bayi yang kehausan itu, segera menyambar sesuatu yang beberapa hari ini dicarinya. ASI Vara hanya keluar sedikit, sehingga Bradley terlihat begitu bekerja keras untuk menghilangkan rasa hausnya.


Posisi pesawat sudah stabil, terlihat jelas, Vara menunjukan ekspresi yang tenang dan lega saat Bradley mulai berhenti menangis dan nyaman dengan posisinya. Vara mengulas senyum tipisnya, membuat Bry yang beberapa hari ini tidak melihat senyum di wajah Vara, merasa sangat terkesima.


Vara yang baru menyadari kalau Bry melihat dan memperhatikannya, segera menutupi dadanya dengan selimut yang tersimpan tepat di depannya.


“Tutupi sedikit saja, kasihan Bradley nanti tidak bisa bernafas. Tenang saja, semua pelayan dan pengawal tidak tidak akan kesini.”

__ADS_1


‘Aku bukan takut ada yang datang, tapi aku malu karena kamu melihat dadaku. Meskipun aku tahu kamu suamiku, tapi aku kan tidak ingat.’ Protes Vara dalam hati.


Bry tampak bisa menebak apa yang dipikirkan oleh Vara.


“Aku kan sudah sering melihatnya, kamu tidak perlu malu.”


Bry tersenyum sambil menatap Vara dengan tatapan menggoda. Biasanya  pipi Vara akan merona karena malu, dan Vara akan menunduk sambil tersenyum malu. Tapi tidak kali ini, Vara malah menatapnya dengan tajam.


“Dasar mesum.”


Jawab Vara dengan nada bicara yang ketus, namun Vara tetap menuruti perkataan Bry dnegan tidak menutupi wajah Bradley, sehingga dadanya masih tetap terlihat. Tapi Vara berusaha menahan malunya demi Bradley.


Sebenarnya Bry sedikit kecewa denga sikap Vara yang ketus padanya, tapi sesaat kemudian Bry tersenyum, merasa déjà vu dengan kejadian barusan. Dulu saat pertama kali Bry mendekati Vara, Vara pun bersikap acuh tak acuh dan terkesan jutek, meskipun tidak sekasar sekarang.


Vara yang menyadari senyum manis yang terukir di wajah Bry, menjadi penasaran dengan apa yang dipikirkan Bry.


“Kenapa kamu senyum-senyum seperti itu? Sudah gila ya?”


Senyum Bry mengembang semakin lebar dengan mata menatap tepat di manik mata Vara.


“Iya, aku sudah gila, dan selalu tergila-gila padamu.”


Blush..


Pipi Vara merona, entah kenapa Vara merasa malu sekaligus senang mendengar gombalan Bry. Vara mengalihkan pandangannya, menatap pemandangan melalui jendela pesawat. Sesungguhnya Vara tidak ingin Bry merasa senang karena berhasil membuat Vara tersipu karena gombalannya.


Bry maerasa sangat bahagia dengan reaksi Vara yang terlihat merona, bahkan tidak ada kata-kata sanggahan yang keluar dari mulut Vara.


Tiba-tiba mata Bry kembali tertuju pada bukit kembar Vara yang masih menempel di mulut Bradley.


‘Son, kapan giliran Daddy? Daddy juga mau.' Keluh Bry dalam hati.


*************************


Terima kasih banyak untuk semua readers & author2 kece yang sudah mampir dan juga mendukung novel ini.. 😍


Kalian semua begitu berharga buat author. Love u so much.. ❤❤❤


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊


Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊


#staysafe #stayhealthy


Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊

__ADS_1


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


(IG : zasnovia #staronadarknight)


__ADS_2