Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 135 Dua orang yang Kembali Hadir


__ADS_3

Vara terlihat sedang duduk di tengah tempat tidur Bradley dan Briley  sambil menggenggam tangan si kembar dengan lembut, saat Bry memasuki ruangan perawatan itu. Wajahnya tidak sekhawatir tadi, bahkan senyum tipis sudah mulai menghiasi wajah cantiknya saat ini.


Bry mendekat ke arah Vara, kemudian merangkul bahu Vara dengan posisi berdiri sambil memandang bergantian pada kedua anak kembarnya.


"Keadaan mereka sudah baik-baik saja kan?"


"Iya, Alhamdulillah Honey. Panasnya sudah turun. Baru saja Bi Mona dan baby sitter membereskan barang-barang Bradley dan Briley, tapi aku menyuruh mereka pulang, karena mereka harus istirahat. Besok pagi mereka kesini lagi, membawa baju kita. Semoga Bradley dan Briley besok sudah bisa pulang."


"Aamiin.. Kamu juga istirahatlah. Tidurlah dulu, aku akan menemanimu."


Vara menggeleng pelan dengan senyum mengembang di wajahnya.


"Aku ingin duduk di sofa sambil memelukmu."


"Baiklah Sayang."


Vara berdiri, lalu melingkarkan sebelah tangannya di pinggang Bry. Sementara Bry tidak melepas rangkulannya di bahu Vara, kemudian mereka berjalan menuju sofa dan mendudukan diri di sofa.


Vara menyandarkan kepalanya di dada Bry, sementara Bry sesekali mengelus bahu dan pelipis Vara.


"Honey, aku tidak tahu kejutan apa yang kamu siapkan, tapi maafkan aku ya, karena rencanamu gagal malam ini."


"Ya ampun Sayang, anak kita jauh lebih penting dari apapun. Jangan meminta maaf seperti itu."


"Terima kasih Honey."


Vara mengecup sekilas bibir Bry kemudian kembali menyandarkan kepalanya di dada Bry, sebelum Bry sempat membalas ciuman Vara.


"Ah kenapa sebentar sekali, tidak seru."


Vara terkekeh mendengar protes suaminya. Namun Vara tidak berniat mencium Bry kembali, karena Vara malah melingkarkan tangannya di pinggang Bry dan segera memejamkan matanya.


Bry tersenyum melihat tingkah Vara, terlihat jelas gurat lelah di wajah Vara, membuat Bry membatalkan niatnya untuk mencium Vara lebih dalam. Dirapihkannya anak-anak rambut yang jatuh di dahi dan mata Vara, lalu ikut dipejamkan matanya menyusul Vara ke alam mimpi.


Namun baru setengah jam terlelap, suara tangis Briley terdengar membahana membuat Vara dan Bry seketika terbangun. Vara segera menggendong Briley dan menyusuinya. Bradley yang sempat terganggu tidurnya pun, langsung ditenangkan oleh Bry dengan menepuk-nepuk pelan kaki Bradley, sampai Bradley tertidur kembali. Mereka berjaga semalaman sampai pagi menjelang.


************************


Keesokan paginya, Bi Mona sudah datang membawakan pakaian ganti untuk Bry dan Vara. Vara dan Bry langsung bersiap-siap untuk membawa Bradley dan Briley pulang, meskipun belum ada izin dari Dokter. Vara dan Bry harus menunggu hasil pemeriksaan Dokter terlebih dahulu.


Jam 9 pagi Jayden dan dua orang perawat masuk ke dalam ruangan Bradley dan Briley.


"Selamat pagi, bagaimana kabarnya pagi ini Tuan Bryllian dan Nyonya?"


Jayden menyapa dengan formal karena memposisikan dirinya sebagai dokter yang berhadapan dengan keluarga pasiennya.


"Selamat pagi Dokter."

__ADS_1


Bry dan Vara menjawab bersamaan.


"Dokter, apa hari ini kami bisa membawa anak kami pulang?"


Jayden yang menerima pertanyaan dari Vara, sejenak terkesiap karena mendengar kembali suara orang yang dirindukannya selama lebih dari 2 tahun ini.



"Sebentar ya, saya pastikan dulu keadaannya."


Jayden mulai memeriksa keadaan Bradley dan Briley secara bergantian, lalu berbicara dengan salah satu perawat yang menuliskan dalam laporannya. Jayden mendekat pada Vara dan Bry yang menunggu dengan ekspresi harap-harap cemas.


"Kedua anak Tuan Bryllian dan Nyonya sudah sangat membaik keadaannya, dan anda dapat membawa mereka pulang siang ini."


"Syukurlah.. Terima kasih banyak Dokter."


Bry merangkul Vara yang mulai berkaca-kaca karena begitu bahagia mendengar kondisi anak kembarnya yang baik-baik saja.


"Terima kasih Dokter Jayden."


Bry tulus mengucap terima kasih pada teman lamanya itu yang dibalas senyuman Jayden.


"Sama-sama."


Setelah Jayden keluar dari ruangan perawatan Bradley dan Briley, Bry dan Vara segera bersiap pulang. Karena semua barang sudah selesai dibereskan sejak pagi, Bry dan Vara tanpa membuang waktu segera membawa Bradley dan Briley pulang ke hotel Brandon, ditemani Bi Mona dan beberapa pengawal.


Panggilan dari seorang perempuan yang seketika membuat Bry membeku dan membelalakan matanya.


'Celline..' Batin Bry.


Perempuan bernama Celline Kim yang berjarak sekitar 10 meter itu, setengah berlari sambil tersenyum ke arah Bry. Setelah sampai tepat di depan Bry, dia berkata dengan nada yang sangat bahagia.


"Finally.. I found you."


Bry memasang raut terkejut, heran, tidak suka dan entah ekspresi apa lagi. Cukup membuat Vara bertanya-tanya di dalam hatinya.


Celline seperti hendak memeluk Bry, namun urung karena terhalang Briley yang berada dalam dekapan Bry.


"Bryllian.. Aku tidak menyangka bisa bertemu kamu disini. Hmm, Who's this baby?"


"Anakku. Salah satu anak kembarku."


"What? Jangan bercanda Bryllian!"


Celline menggeleng pelan kepalanya dengan tatapan memelas tepat ke dalam mata Bry yang tajam menantang. Vara sekuat tenaga menahan emosi, lalu memasukan Bradley ke dalam stroller. Vara juga mengambil Briley yang berada dalam dekapan Bry dan memasukannya juga ke dalam stroller, lalu meminta Bi Mona dan semua pengawalnya untuk pergi lebih dulu. Vara tidak ingin ada banyak orang yang menonton drama tidak bermutu yang sedang berlangsung saat ini.


Celline memandang tajam ke arah Vara, seolah bisa menebak siapa Vara dalam kehidupan Bry. Bry yang menyadari arah pandang Celline, segera melingkarkan tangannya di pinggang Vara.

__ADS_1


"Kenapa kamu muncul lagi di hadapanku? Pergilah, jangan ganggu kehidupanku dan keluargaku."


Nada bicara Bry yang terdengar sangat tegas, mengejutkan Celline.


"Bryllian.. Aku masih mencintaimu."


Vara memandang sangat tajam ke arah Celline yang terlihat tidak peduli.


"Tapi aku sudah tidak mencintaimu."


Perkataan Bry seketika bagai petir yang menyambar hati Vara.


'Apa perempuan ini mantan kekasih Bry?' TanyaVara dalam hati.


Vara sudah tidak tahan ingin bertanya pada Bry, tapi tidak saat ini. Vara masih saja berakting seolah kehadiran Celline bukan masalah besar untuknya.


"Bryllian.. Tolong beri aku kesempatan. Ayo kita memulai semuanya dari awal."


Celline memegang lengan Bry, membuat Vara meradang dan seketika menghempaskan tangan Celline yang masih memegang lengan Bry.


"Heh.. Jangan pernah ganggu dan sentuh suamiku. Pergilah, jangan pernah menampakan wajahmu lagi di depan suamiku."


Celline tersenyum sinis sambil menatap Vara dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Aku akan merebutnya darimu. Lihatlah, bahkan aku jauh lebih cantik dari kamu."


Emosi Bry naik saat mendengar Celline menghina Vara.


"Shut up! Jangan pernah bermimpi aku akan kembali padamu, karena itu tidak akan pernah terjadi. Istriku lebih segalanya dari kamu. Pergilah, selagi aku masih berbicara baik-baik padamu. Jika tidak, aku akan membuatmu menyesal."


Raut muka Celline berubah muram, dan Bry sama sekali tidak peduli. Bry menarik pelan tangan Vara, meninggalkan Celline yang masih diam mematung dengan hati yang sesak karena perkataan Bry.


'Bry, tidak peduli dengan cara apapun, aku akan membuatmu kembali padaku.' Tekad Celline dalam hati.


************************


Terima kasih banyak untuk semua readers & author2 kece yang sudah mampir dan juga mendukung novel ini.. 😍


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya.. (like & vote boleh banget kok 😁)


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊


#staysafe #stayhealthy


Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊

__ADS_1


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


__ADS_2