Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 69 Aku Merindukanmu


__ADS_3

Bry merebahkan tubuhnya yang begitu lelah di tempat tidur hotel yang nyaman dan lembut, setelah perjalanan panjangnya selama lebih dari 30 jam dengan 2 kali transit di Hongkong dan Barcelona. Tubuh dan pikirannya memang perlu diistirahatkan, terlebih efek jetlag masih sangat terasa olehnya. Namun rasa rindu yang terlalu kuat untuk segera bertemu Vara membuatnya bersikap sedikit egois terhadap tubuhnya yang lelah. Bry segera bersiap-siap mandi dan berpenampilan terbaik untuk memberikan Vara kejutan dengan kemunculannya di depan kekasihnya itu.


Semburat jingga di langit sore Granada menyambut Bry yang baru saja keluar dari lobby hotel dan hendak menyetop taksi menuju apartemen Vara. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat ponselnya bergetar menandakan adanya pesan masuk.


Bry membuka sebuah pesan gambar yang berasal dari detektif swasta suruhannya. Kali ini photo yang memperlihatkan Vara sedang duduk sendirian di sebuah cafe menikmati segelas Caffe Latte dan sepotong cheese cake.


Jelas sekali terlihat mata Vara terlihat sangat sendu dan sembab seperti habis menangis. Perasaan Bry berubah khawatir, segera dihentikannya sebuah taksi untuk membawanya ke cafe tempat Vara berada. Di perjalanan Bry menghentikan taksi sebentar untuk membeli sebuket bunga mawar merah favorit Vara sebelum akhirnya melanjutkan perjalanannya kembali dengan meminta sopir taksi menjalankan mobilnya dengan sedikit lebih cepat.


Tidak sampai 15 menit, Bry sudah sampai di depan sebuah cafe dengan banyak ornamen Spanyol yang sangat kental. Segera dilangkahkan kakinya memasuki pintu cafe dan diedarkan pandangannya mencari sosok yang sangat dicintainya itu.


Tubuh mungil dan wajah cantik Vara tertangkap oleh mata Bry yang seketika berubah sendu dan mulai berkaca-kaca. Rasa rindu di dadanya terasa hampir membuncah menunggu diluapkan. Kakinya melangkah mendekati Vara yang duduk di pojok cafe yang tenang dan sepi tepat di sebelah jendela cafe.


Vara yang sedang melamun mendongakan kepalanya begitu menyadari ada seorang laki-laki menghampirinya dengan membawa sebuket bunga mawar merah yang sangat indah. Namun besarnya buket bunga yang menghalangi bagian dada dan wajah laki-laki itu, membuat Vara tidak bisa melihat siapa yang saat ini berada didepannya.


Sempat terlintas harapan di hati Vara, kalau laki-laki di depannya ini adalah Bry, laki-laki yang selama ini dia hindari namun justru semakin dia rindukan.

__ADS_1


Vara berdiri dari duduknya karena laki-laki di depannya ini tidak kunjung menurunkan buket bunganya yang menghalangi wajahnya. Vara mendorong pelan buket bunga yang dipegang laki-laki itu ke arah samping, membuat wajah laki-laki itu terlihat. Seketika Vara merasa terkejut melihat Bry yang menatapnya sendu meskipun senyum tipis nampak menghiasi wajah tampannya.



Bry memeluk Vara dengan sangat erat seolah tidak ingin melepas Vara lagi. Rasa rindu yang ada di dadanya kini tersalurkan lewat rengkuhan tangan Bry pada tubuh Vara yang begitu ingin disentuhnya selama ini. Isakan mulai terdengar dari mulut Vara. Vara semakin membenamkan kepalanya di dada Bry, tangannya yang sejak tadi hanya terjulur ke bawah, kali ini sudah melingkar begitu erat di pinggang Bry.


"Sayang.. Aku benar-benar merindukanmu. Aku tidak mau lagi jauh dari kamu, Sayang."


Bry mulai mencurahkan perasaannya didepan kekasihnya itu, membuat tangis Vara semakin jelas terdengar. Selama ini Vara menghibur dirinya sendiri dengan menikmati waktu dan menjalani kegiatan barunya tanpa kehadiran Bry. Tapi hatinya hampa dan semakin hari hatinya semakin terluka karena jauh dari Bry. Kehadiran laki-laki yang dicintainya saat ini seolah menegaskan perasaannya bahwa dia benar-benar merindukan laki-laki yang sempat ingin dilupakannya itu.


"Jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku lagi. Aku mohon.." Permintaan Bry terdengar begitu tulus dan sangat memelas.


Bibir Bry bergerak mencium kening Vara dengan sangat lembut, diikuti mencium pipi kanan dan kiri Vara yang basah oleh air mata. Hidung Vara pun tidak lepas dari kecupan manis  Bry, sampai akhirnya bibir Bry berada di depan bibir Vara yang sama-sama menghembuskan kehangatan dari hati mereka yang sudah lama saling merindukan.


Bry menempelkan bibirnya dengan sangat lembut di bibir Vara, menyesap pelan menyalurkan semua perasaan yang selama ini tidak bisa tersalurkan. Bibir Vara mulai membalas ciuman Bry tidak kalah lembutnya, pelukannya semakin erat mengikis jarak diantara mereka berdua.

__ADS_1


************************************


Image Source : Instagram


 


 


 


Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..

__ADS_1


__ADS_2