
Jarak antara pintu gerbang mansion dan mansion utama cukup jauh. Daniel menjalankan mobilnya dengan perlahan. Pemandangan menuju mansion Satya di malam hari sedikit menyeramkan. Pohon-pohon pinus yang rimbun dan hanya diterangi lampu remang-remang membuat Kevin yang duduk di sebelah Daniel, bergidik ngeri.
"Kenapa suasananya jadi menyeramkan seperti ini?" Kevin memalingkan pandangannya dari arah luar dan menundukan kepalanya.
"Suasana di dalam nanti sepertinya akan lebih menyeramkan."
Daniel menimpali perkataan Kevin, membuat Kevin mengernyitkan keningnya dan mulai bertanya-tanya apa maksud dari perkataan Daniel. Sedangkan Bry hanya diam dan memejamkan matanya berusaha menenangkan diri.
Selang beberapa detik, mereka sudah sampai di depan mansion Satya yang megah dan luas. Berbeda dengan suasana jalan menuju mansion, justru mansion Satya tampak terang benderang. Membuat kemegahan dan kemewahan mansionnya terlihat jelas meskipun di malam hari.
Terlihat para pengawal Satya berjaga di semua sudut mansion. Larry, orang kepercayaan Satya, langsung mengarahkan Bry, Kevin dan Daniel untuk masuk. Namun keempat pengawal pribadi Bry, hanya diizinkan menunggu di sebuah ruang tunggu khusus diluar mansion.
Kevin dan Daniel mengarahkan pandangannya mengitari sekeliling mansion. Design eksterior dan interior mansion Satya benar-benar memukau mata. Saat memasuki mansion, yang pertama terlihat adalah sebuah ruangan luas yang sepertinya cukup untuk menampung ratusan orang, jika dipakai untuk tempat pesta. Di sebelah kanan dan kiri ruangan, terdapat tangga yang sama-sama menuju ke lantai 2. Dan disamping tangga terdapat beberapa ruangan dan juga koridor yang entah mengarah kemana.
Larry mengarahkan tamu-tamunya ke sebelah kanan ruangan, melewati sebuah koridor yang panjang dengan hiasan lampu-lampu mewah di kanan kirinya. Lalu meminta Bry, Kevin dan Daniel untuk memasuki lift yang terletak di persimpangan koridor.
Setelah mereka masuk ke dalam lift, Larry menekan angka 3 pada lift tersebut. Lift yang terbuat dari kaca tebal yang transparan, membuat Kevin dan Daniel leluasa melihat pemandangan dari lift yang bergerak naik.
__ADS_1
Tampak kolam renang yang sangat luas dengan dihiasi lampu-lampu taman di pinggirnya. Dan yang lebih menakjubkan adalah keberadaan sebuah bangunan yang terpisahkan kolam renang dan taman bunga di seberang sana. Bangunan yang jauh lebih besar, lebih tinggi dan lebih indah dari bangunan yang sedang mereka pijak saat ini. Berbeda dengan Kevin dan Daniel yang terkagum-kagum dengan mansion Satya, Bry tampak lebih sibuk dengan pikirannya sendiri.
Kevin dan Daniel masih belum puas melihat pemandangan di depan mata mereka, namun lift sudah sampai di depan ruangan yang mereka tuju.
"Silahkan masuk." Larry mempersilahkan Bry, Kevin dan Daniel masuk ke sebuah ruangan yang merupakan ruang kerja Satya. Satya tampak berdiri menghadap ke jendela dengan memegang segelas wine. Satya berbalik menatap tamu-tamunya dengan ekspresi tak terbaca.
Satya duduk di sebuah sofa yang berjarak beberapa meter dari meja kerjanya lalu menyimpan gelas wine-nya diatas meja. Larry mendekat dan berdiri di samping kanan Satya.
"Silahkan duduk Bryllian Alden Harrison, Daniel Woo, dan Kevin Choi.."
Bry, Daniel dan Kevin sudah menduga kalau Satya pasti mencari tahu tentang mereka. Satya yang menganggap Bry musuh, akan mempelajari lawannya dengan lebih detail termasuk orang-orang kepercayaannya.
"Tidak perlu berbasa-basi, aku ingin mendengar bagaimana adikku meninggal berdasarkan ceritamu. Aku sudah tahu garis besarnya dari bukti-bukti yang aku dapatkan. Tapi karena orang-orangmu sudah mengamankan sebagian besar bukti, aku ingin kamu memberikan bukti yang kamu punya."
Satya mengatakan maksudnya dengan terus terang. Sesuai perkiraan Bry, Satya akan menanyakan kronologi kematian Arya dan meminta bukti-bukti yang sudah diamankan oleh orang-orang kepercayaan Bry.
"Baiklah.. Aku akan menceritakan kejadiannya."
__ADS_1
Bry menghela nafas sedalam-dalamnya. Tanpa membuang-buang waktu, Bry langsung menceritakan kejadiannya secara lengkap tanpa melewatkan hal sekecil apapun.
Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
__ADS_1