
Sepulang kuliah, Vara memutuskan untuk berjalan-jalan ke mall sebelum pulang ke rumah. Semua sahabatnya tidak ada yang bisa menemani, karena sudah terlanjur mempunyai acara masing-masing. Vara berbelanja baju dan tas untuk kuliah, dilanjutkan dengan melihat-lihat barang yang mungkin diperlukannya.
Vara hendak masuk ke sebuah toko sepatu, saat tidak sengaja dilihatnya Bry sedang berjalan sendirian. Bry tampak memegang 1 buket bunga mawar putih yang sangat indah. Wajahnya cerah dan terlihat bahagia dengan senyum tipisnya. Bry melangkahkan kakinya masuk ke sebuah toko perhiasan. Vara mengikuti Bry dengan tetap menjaga jarak agar Bry tidak mengetahui keberadaannya.
Dari luar toko, Vara melihat dengan jelas Bry sedang melihat-lihat perhiasan. Setelah beberapa menit, terlihat Bry menjatuhkan pilihannya pada sebuah kalung yang sangat indah dan pastinya sangat mahal. Perasaan Vara tidak enak, dia bertanya-tanya sebenarnya untuk siapa bunga dan kalung itu. Apa mungkin untuknya atau untuk perempuan lain. Bry beberapa hari ini mengatakan sangat sibuk di kantor. Namun hari ini Bry tampak dengan santainya berjalan-jalan di mall, bahkan membeli bunga dan perhiasan yang entah untuk siapa.
'Apa kamu mengkhianatiku, Bry? Apa semua perasaanmu padaku hanya sebuah kebohongan?'
Vara tetap mengikuti Bry yang sudah keluar dari toko perhiasan menuju tempat parkir. Vara segera masuk ke mobil dan mengikuti mobil Bry yang mulai melaju meninggalkan parkiran mall.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan mengikuti Bry, perasaan Vara sangat tidak nyaman. Hatinya ingin sekali mengelak, kalau Bry tidak melakukan hal yang salah . Tapi logikanya tidak bisa dibohongi, Vara tahu pasti, apa yang dilakukan Bry adalah untuk seseorang yang special. Dan kemungkinan besar orang special itu bukan dirinya.
Tubuh Vara terasa lemas, saat tiba-tiba mobil Bry memasuki pelataran Hotel A yang merupakan hotel berbintang 5. Vara terus mengikuti Bry dengan hati-hati. Berusaha tidak ketahuan dan tidak ketinggalan jejak Bry. Saat ini yang ada di dalam hati Vara bukan hanya rasa ingin tahu, tapi juga rasa sakit karena merasa terkhianati oleh orang yang dicintai.
Bry memasuki lift, Vara melihat dari luar lift, lantai berapa yang dituju oleh Bry. Setelah terlihat angka 5, Vara lalu masuk ke lift di sebelah lift yang Bry gunakan. Saat lift terbuka, Vara sempat kehilangan jejak. Namun sesaat kemudian Vara memutuskan untuk memilih berjalan ke sebelah kanan lift, dimana ada tanda panah bertuliskan Restaurant.
Vara mengedarkan pandangannya ke arah dalam restaurant. Pandangannya berhenti pada sosok yang dia cari. Bry tampak sedang duduk di sebelah perempuan cantik, yang bergelayut manja di lengan Bry. Vara dengan jelas dapat melihat mereka meskipun jarak Vara dengan Bry cukup jauh, karena posisi Bry dan perempuan itu menghadap ke arah luar. Di depan Bry dan perempuan itu duduk seorang laki-laki dan perempuan, namun Vara tidak bisa melihat mereka karena posisinya yang membelakangi pintu.
'Jadi ini maksud kamu? Saat kamu bertanya, apa yang akan aku lakukan, jika aku mengetahui kalau kamu tidak sebaik yang aku pikir? Jadi kamu butuh jawabannya untuk ini? Baiklah.. Tapi jawabanku kali ini berbeda.'
__ADS_1
"Vara, ayo kita pergi.." Vara mendongakan kepalanya menatap seseorang yang tiba-tiba berdiri di sebelahnya. Namun sebelum menjawab, tangan Vara sudah ditarik untuk pergi dari tempat itu.
Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.
__ADS_1
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..