Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 53 Makan Malam Keluarga


__ADS_3

Bry menghabiskan waktunya seharian bersama Vara, seolah tidak rela melewatkan kebersamaan disaat ada kesempatan bertemu diantara waktu sibuknya. Meskipun hanya menonton di rumah, mengobrol dan bermain game bersama, tapi saat dilakukan bersama orang tersayang rasanya berlipat-lipat lebih menyenangkan.


Waktu menunjukan pukul 18.30 saat Vara selesai bersiap untuk pergi makan malam di rumah orangtua Bry. Bry pun sudah menunggu Vara di ruang tamu dengan pakaian semi formalnya yang dia bawa sejak pagi di mobilnya.


Bry tidak berusaha menyembunyikan rasa terpesonanya saat melihat Vara menuruni tangga dengan memakai gaun pemberiannya. Bry mengulurkan tangannya saat Vara sampai di anak tangga terbawah.



"You are so gorgeous, My Love.."


Pujian yang dikatakan dengan nada sangat lembut oleh Bry berhasil membuat Vara tersipu malu. Vara bukan terlihat menawan karena gaun pemberian Bry, tapi gaun pemberian Bry terlihat jauh lebih bagus karena dipakai oleh Vara yang sangat cantik.


"Thank you.. You are so handsome.." Bry tertawa mendengar pujian yang akhirnya keluar dari mulut Vara.


"Thank you, My Love.." Mata Bry yang berbinar diiringi suara lembut menerbangkan perasaan Vara seketika.


"Ayo kita pergi sekarang.." Bry menarik lembut tangan Vara menuju mobilnya. Lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, setelah sebelumnya memberitahukan tujuannya kepada Pak Rahman yang membukakan pintu gerbang.


Setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam, mobil Bry berhenti di depan sebuah pintu gerbang yang tinggi dan mewah. Security segera membukakan pintu gerbang begitu melihat Bry dan menundukan kepalanya.


Bry kembali melajukan mobilnya melewati deretan air mancur juga kebun bunga yang indah yang dihiasi lampu-lampu yang bersinar terang di setiap sisinya. Beberapa saat kemudian mobil Bry berhenti tepat di sebuah mansion yang sangat mewah dan luas dengan pohon-pohon disekitarnya. Mata Vara tampak tidak berkedip melihat bangunan mansion megah didepan matanya.



Bry merangkul bahu Vara memasuki sebuah pintu besar dengan ukiran indah. Kemudian melintasi ruang tamu yang luas & megah. Diperlukan waktu dan beberapa ruangan yang harus dilewati sampai akhirnya Bry dan Vara sampai di ruangan keluarga. Tampak pria dan perempuan paruh baya yang melihat Bry dan Vara dengan tersenyum. Vara membalas senyum mereka dengan mengurai senyumnya yang paling sempurna.

__ADS_1


Bry langsung merentangkan tangannya untuk memeluk orangtuanya bergantian, yang dibalas pelukan penuh kasih dari keduanya.


"Mom.. Dad.. Aku membawa calon menantu untuk kalian"


Vara tampak salah tingkah dengan perkataan Bry, tapi kedua orangtua Bry justru tampak tersenyum lembut melihat sinar cinta di mata putra mereka saat melihat gadis cantik di sebelahnya.


"Kemarilah Sayang.. Nama saya Jhena dan ini Daddy-nya Bry bernama Dave." Vara menyalami kedua orangtua Bry dengan sangat sopan sambil mengembangkan senyum yang lebih lebar.


"Saya Zivara, Tante.. Om.. Panggil saja saya Vara."


"Sayang panggil kami Mommy dan Daddy seperti Bry memanggil kami."


Vara sedikit terkejut dengan permintaan Mommy Jhena, dan kemudian ditatapnya Daddy Dave seolah Vara sedang bertanya sekaligus meminta persetujuan. Daddy Dave mengulas senyum penuh wibawa dan kharismatiknya ke arah Vara.


"Iya Vara.. Kamu bisa memanggil kami Daddy dan Mommy."


"Baik Daddy.. Mommy.." Pipi Vara merona merah karena malu.


"Baiklah, ayo kita makan malam dulu."


Ajak Mommy Jhena sambil memeluk pinggang Daddy Dave dengan mesra, diikuti Vara dan Bry yang berjalan dibelakang sambil berpegangan tangan.


Di meja makan terhidang banyak makanan khas Korea seperti Bibimbap, Jajangmyeon, Bulgogi, Kimbap, dan kimchi. Ada juga makanan khas Inggris favorit Daddy Dave seperti Roast Meats, Fish and Chips, dan Yorkshire Pudding sebagai dessertnya.


"Silahkan dimakan Vara, jangan malu-malu ya.." Vara menganggukan kepalanya pelan dan tersenyum dengan  manis.

__ADS_1


Bry mengambilkan Vara beberapa makanan Korea yang Vara sukai, karena Vara merasa sedikit kikuk di depan orangtua Bry.


"Terima kasih Sayang." Vara berkata sepelan mungkin, namun masih dapat didengar kedua orangtua Bry yang mencoba menahan senyum mereka agar Vara tidak merasa malu.


"Sama-sama Sayang." Tatapan penuh cinta tampak jelas dimata Bry.


Interaksi diantara putra dan kekasihnya tidak luput dari perhatian Mommy Jhena dan Daddy Dave.  Mereka terlihat sangat menyukai pilihan putranya. Berbeda dengan Kim Ha Ni yang kekanak-kanakan, Vara terlihat sangat ramah, sopan  dan juga dewasa.


Mereka makan sambil sesekali mengobrol dan bercanda. Namun kedatangan seseorang tiba-tiba merusak suasana yang tadinya hangat dan menyenangkan, menjadi tidak nyaman dan sedikit menyebalkan.


*****************************************


Image Source : Instagram & Google


 


 


 


Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..

__ADS_1


 


 


__ADS_2