
Bry berjalan mondar-mandir di dalam ruang kerjanya membuat Daniel yang melihatnya menjadi ikut bingung dengan tingkah Bry.
"Daniel.. Aku tidak mau tahu, kamu harus mempercepat keberangkatanku ke Spanyol. Selesaikan semua dokumen, reschedule semua jadwal. Aku harus berangkat ke Spanyol secepatnya, sebelum bocah laki-laki itu menyebabkan banyak masalah."
"Tenanglah.. Vara tidak mungkin jatuh cinta pada laki-laki lain. Dia begitu mencintaimu, meskipun mungkin saat ini dia masih marah padamu."
"Iya.. Tapi aku bukan sedang meragukan perasaan Vara, aku benar-benar tidak percaya pada bocah itu."
"Hahaha.. Berhentilah khawatir Bro, semua akan baik-baik saja."
Bry hanya mengangguk lemah mendengar nasihat sahabatnya itu. Daniel tersenyum sambil menggeleng pelan kepalanya lalu keluar dari ruangan Bry tanpa mengatakan apapun. Daniel tidak ingin membuang-buang waktu dan segera menyelesaikan segala urusan Bry agar Bry bisa segera berangkat ke Spanyol.
Jika bukan karena terkendala masalah perpanjangan masa berlaku Visa Schengen milik Bry juga proyek yang tidak bisa ditunda, pasti Bry bisa secepatnya terbang menuju Granada. Tapi jarak & keadaan lagi-lagi menguji kesabaran Bry, dan Daniel berusaha keras untuk segera menghentikan penderitaan sahabatnya itu dengan mengurus segalanya agar lebih cepat selesai.
Setelah Daniel pergi, Bry Β kembali berkutat dengan pekerjaannya yang menumpuk. Sesekali ditatapnya layar ponsel yang Β menampilkan wajah gadis yang dirindukannya. Perasaannya tidak tenang & khawatir, membuatnya tidak bisa fokus pada pekerjaannya. Namun demi cutinya selama 2 minggu, Bry mau tidak mau kembali bekerja keras menyelesaikan semua pekerjaan pentingnya.
***********
__ADS_1
Bry yang sedang membahas proyek penting dengan Kevin dan Daniel berubah kesal saat detektif suruhan Daniel kembali mengiriminya kabar buruk, setelah hampir setiap hari mengirim photo Vara dengan laki-laki yang sama. Kali ini Bry terlihat sangat kesal melihat photo Vara yang sedang duduk di sebuah restaurant yang cukup mewah sambil tersenyum ke arah laki-laki itu.
"Aaaaarrggh.. Kenapa bocah ini terus-terusan menempel pada Vara, membuatku emosi saja."
"Sudahlah Bro.. Sebentar lagi kamu akan bertemu dengan Vara, dan kamu bisa menjauhkan dia dari laki-laki manapun sesuai keinginan kamu."
Kevin yang mendengar perkataan Daniel malah terkekeh karena merasa tidak yakin.
"Mungkin Bry bisa menjauhkan Vara dari laki-laki manapun. Tapi tidak dengan bocah itu,hahaha.."
Bry melotot ke arah Kevin, seketika Kevin langsung menutup mulutnya, namun tawa yang keras tetap lolos dari mulutnya tanpa bisa dia tahan.
"Pelajaran seperti apa yang akan kamu berikan Bro? Aku benar-benar penasaran, hahaha..."
Kali ini Daniel yang memancing tawa Kevin, tidak peduli sahabatnya itu sudah terlihat sangat kesal dengan candaan kedua sahabatnya.
"Benar-benar menyebalkan."
__ADS_1
**********
Bry sudah berada di atas pesawat yang menerbangkannya ke Granada Spanyol. Perasaannya menghangat setiap kali mengingat dirinya yang akan segera melihat gadis yang dicintainya. Pikirannya hanya tertuju pada Vara yang begitu dirindukannya. Tapi Bry masih harus bersabar selama lebih dari 30 jam untuk kembali melihat wajah cantik Vara.
Bry sudah menyiapkan banyak kata-kata untuk menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi antara dirinya dengan Vara. Kali ini Bry akan membuat Vara tetap disampingnya dan tidak akan pernah dia biarkan untuk pergi meninggalkannya lagi.
ππππππππππ
γ
Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya π
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
γ
__ADS_1
γ