Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 81 Maukah Kamu Menikah Denganku?


__ADS_3

Semua orang terdiam, menunggu Bry menceritakan apa maksud perkataan dia sebelumnya. Meskipun mereka sudah sangat tidak sabar, tapi mereka tidak berani memaksa Bry untuk segera melanjutkan perkataannya.


"Saat aku tidak sadar sehabis operasi, aku bermimpi bertemu Arya. Dia memintaku memaafkanmu, dan dia mengatakan alasanmu melakukannya. Awalnya aku menganggap itu hanya bunga tidur, tapi dia memintaku menyampaikan satu pesan tentang orangtua kalian. Aku tidak yakin bisa mengatakannya disini, mungkin nanti aku akan mengatakannya padamu."


"Tidak.. Tolong katakan sekarang!"


Satya terlihat sudah tidak sabar mendengar pesan Arya untuknya. Begitupun Vara dan yang lainnya yang menunggu dengan gelisah.


"Arya memintamu mempertemukan kedua orangtua kalian, agar kesalahpahaman mereka segera bisa terselesaikan."


Satya kembali menyesap wine-nya dengan cukup keras.


"Baiklah..Terima kasih sudah menyampaikan pesan Arya padaku."


Bry hanya menganggukan kepalanya tanpa mengeluarkan suara. Tatapannya beralih pada Vara yang sedang berusaha keras menahan  air matanya agar tidak jatuh. Digenggamnya tangan Vara seerat mungkin.


"Sayang.. Arya bahagia melihat kebersamaan kita. Jangan lagi terbebani dengan rasa bersalah, Arya sungguh ingin kamu bahagia. Aku akan membahagiakan kamu seumur hidupku."


Air mata yang sejak tadi ditahan Vara, akhirnya lolos melewati pipinya. Bry mengeluarkan sebuah kotak berwarna biru tua dari saku jasnya yang sejak tadi hanya dia pegang tanpa dia kenakan.


Bry membuka kotak itu  tepat dihadapan memperlihatkan cincin berlian yang sangat cantik tersemat ditengah kotak. Vara seketika membulatkan matanya dengan sempurna, diikuti tatapan takjub dari semua orang yang berada di ruangan itu.


"Zivara Narendra Anarghya.. Maukah kamu menikah denganku?"


Belum hilang rasa terkejutnya, Vara kembali dikejutkan dengan perkataan Brandon yang tidak pernah diduganya.


Selama beberapa detik, Vara terlihat mematung dengan bibir kelu yang bingung hendak menjawab apa.


"Dek, ayo dijawab.." Reyvan menyadarkan Vara dari kebingungannya.


Semua orang terlihat menunggu dalam diam, dan memasang pendengaran mereka dengan baik agar tidak melewatkan apapun yang akan keluar dari mulut Vara.


"Hmm.. Aku.. Aku.. Mau menikah denganmu."


Jawaban Vara yang lirih mengundang sorakan tanda senang dari semua orang.


Bry menyimpan kotak cincin tadi diatas meja, lalu melingkarkan cincin yang indah itu di jari manis tangan kiri Vara. Bry mencium punggung tangan Vara dengan sangat lembut menimbulkan rasa haru bagi Vara dan semua orang yang melihat adegan penuh cinta itu.


Bry juga memperlihatkan cincin di jari manis tangan kirinya yang baru disadari Vara keberadaannya.


"Terima kasih ya Sayang. Aku berjanji akan selalu mencintaimu, menjagamu dan membahagiakanmu dengan sepenuh hati dan jiwaku."


Vara mengangguk pelan diiringi air mata yang lolos dari kelopak matanya. Bry tersenyum dan mendaratkan ciumannya di puncak kepala Vara.


"Selamat ya Dek. Semoga kamu selalu bahagia."


Reyvan merangkul Vara dan mengusapnya perlahan.


"Terima.. kasih.. ya Kak.."


Vara menjawab terbata-bata disela tangisnya.


"Selamat Bry.. Tolong jaga adikku baik-baik, dan tepati semua janjimu padanya."


Reyvan mengusap pelan bahu kanan Bry, mengurungkan niat untuk memeluk Bry karena luka di bahu kiri Bry pastinya masih sangat sakit.

__ADS_1


"Pasti Rey.. Aku akan menepati semua janjiku."


Reyvan menganggukan kepalanya, mempercayai apa yang didengarnya dari calon adik iparnya itu.


"Selamat ya Bro.. Aku ikut senang. Semoga semuanya lancar sampai hari H. Selamat ya Vara, aku yakin kamu akan benar-benar bahagia bersama Bry."


"Terima kasih Daniel."


Vara menganggukan kepalanya dan tersenyum kearah Daniel.


"Thanks Bro.."


Daniel menggenggam erat tangan Bry, yang dibalas senyum Bry dan tepukan di bahu Daniel. Dilanjutkan dengan Kevin yang juga menggenggam tangan Bry setelah Daniel melepasnya.


"Bro.. Akhirnya Vara bisa menjadi milikmu seutuhnya. Aku benar-benar senang. Selamat ya Vara, kamu tidak akan menyesal karena menikah dengan orang sehebat Bry."


"Tentu Kevin.. Terima kasih."


Vara lagi-lagi tersenyum pada sahabat Bry yang lainnya.


"Thanks Bro.. Sudah memujiku didepan calon istriku."


Bry menepuk pelan bahu Kevin seperti yang dilakukannya pada Daniel.


"Tapi itu tidak gratis  Bro.."


Candaan Kevin langsung memancing tawa Bry dan semua orang.


"Baiklah, aku akan membayarmu. Siapkan saja permintaanmu."


Kevin memutuskan untuk mengubah candaannya menjadi serius dengan memikirkan apa yang akan dimintanya pada Bry.


"Selamat untuk kalian berdua. Saya mendoakan yang terbaik untuk kebersamaan kalian."


"Terima kasih Larry." Jawab Vara dan Bry bersamaan.


"Selamat Hyung.. Akhirnya Vara mau menikah denganmu."


Kendrick sengaja mendekati kursi Bry dan memeluk Kakaknya dengan erat.


"Aaaw.. Kamu ingin membunuhku ya, lukaku masih sangat sakit."


Tingkah Kendrick terhadap Bry memancing tawa semua orang.


"Maafkan aku Hyung, aku benar-benar lupa."


Kendrick tersenyum jahil kearah Bry yang membalas dengan memelototi Kendrick.


"Sebentar lagi Vara akan menjadi Kakak iparmu, hahaha.."


Kevin mulai meledek Kendrick, merubah ekspresi Kendrick menjadi sedikit kesal.


"Aku akan berusaha membiasakan diri. Aku sudah merelakan Vara untuk Hyung, karena aku tahu perasaannya terhadap Vara tidak main-main."


"Wow.. Ada apa ini? Apakah Adikmu ini juga menyukai Vara? Apa kisah ini lebih rumit dari yang aku tahu?Hahaha.."

__ADS_1


Satya kali ini tidak berusaha menyembunyikan rasa ingin tahunya, dia malah ingin sekali menggoda Bry setelah mengetahui fakta ini.


"Berhenti tertawa, tapi kamu tidak berniat memperumit kisah ini kan?"


Bry menatap Satya dengan tatapan menyelisik.


"Untuk saat ini tidak.. Aku hanya ingin melihat dulu siapa pemenangnya, baru nanti aku akan melawannya."


"Apa kamu bilang? Apa kamu serius?"


Bry kembali menatap dalam-dalam wajah Satya, mencoba mencari tahu apakah Satya serius atau bercanda kali ini. Ekspresi semua orang pun berubah tegang menunggu jawaban dari Satya.


"Hahaha.. Aku hanya bercanda Bry. Kamu benar-benar tidak bisa diajak bercanda."


Jawaban Satya yang terdengar santai menarik nafas lega dari semua orang.


"Karena kamu memang tidak pernah bisa bercanda, makanya aku bertanya untuk menegaskan."


Bry memasang wajah kesal dihadapan Satya yang malah menanggapinya dengan senyum jahil untuk menggoda Bry.


"Sudah-sudah.. Sekarang kita sedang bahagia, apa sebaiknya kita lanjutkan acara ini?"


"Apa maksudmu Daniel?"


Bry mengerutkan keningnya penuh tanda tanya kearah Daniel.


"Apa sebaiknya kita membuat pesta perayaan untukmu dan Vara?"


"Ya, aku setuju.. Aku akan menyiapkan ruangan yang jauh lebih besar untuk kita semua. Aku juga akan menyiapkan banyak minuman untuk kita malam ini."


Ide Daniel segera direalisasikan Kendrick dengan baik, semua orang tampak bersemangat merayakan kebahagiaan Bry dan Vara yang tidak henti-hentinya saling memandang dengan tatapan mata penuh cinta dan kasih sayang.


*****************


 


 


 


Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2