Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 34 Bagaimana Hubungan kalian?


__ADS_3

Vara dan kedua sahabatnya, Vanny dan Nila baru saja keluar dari kelas mereka. Hari ini masih ada 1 mata kuliah lagi, tapi mereka harus menunggu 1 jam. Sambil menunggu waktu masuk kelas, Vara, Vanny dan Nila memilih menghabiskan waktu mereka di foodcourt kampus.


"Var.. bagaimana hubungan kamu dengan Bry? Biasanya dia selalu jemput kalau kamu ada jadwal kuliah, kenapa beberapa hari ini tidak datang?" Vanny bertanya sambil sesekali menyeruput juice strawberrynya.


"Bry sedang sibuk, sudah 4 hari ini aku tidak bertemu dengannya. Chat atau telepon pun hanya menjelang waktu tidur."


"Tidak apa-apa, namanya juga pengusaha muda. Kamu harus mengerti." Nila yang sedang memakan pudingnya ikut menimpali.


"Iya, aku mengerti kesibukannya. Aku hanya khawatir saja. Terakhir bertemu dengan Bry, dia tampak sedang banyak masalah." Wajah Vara sedikit muram saat menceritakan keadaan kekasihnya itu.


"Tenanglah, yang penting kamu selalu ada untuk mendukungnya dan memberikan perhatian. Terkadang saat aku melakukan video call dengan Kevin di waktu malam, aku sering melihat Kevin, Bry dan Daniel masih sibuk dengan pekerjaan mereka."


Cerita Vanny membuat Vara penasaran dengan kelanjutan hubungan Vanny dengan Kevin.


"Oh iya, bagaimana hubungan kamu dengan Kevin? Apa kalian sudah semakin dekat?" Raut wajah Vanny merona, saat mendengar pertanyaan Vara.


"Kurasa begitu. Kita sering berkomunikasi, meskipun akhir-akhir ini tidak bisa sering bertemu."


"Apa kamu benar-benar menyukai Kevin?"


Vara semakin penasaran dengan perasaan sahabatnya ini. Karena selama mereka bersahabat, Vanny tidak pernah dekat dengan seorang laki-laki. Meskipun banyak laki-laki yang menyukainya.

__ADS_1


"Hmm.. Kurasa begitu. Aku.." Belum selesai Vanny berbicara, Nila sudah memotong perkataan Vanny.


"Dari tadi kamu terus saja bilang kurasa begitu. Sebenarnya kamu yakin tidak dengan perasaan kamu?" Vara mengangguk-anggukan kepala tanda setuju dengan perkataan Nila.


"Iya.. Aku senang saat bersama Kevin, aku juga selalu tidak sabar menunggu telepon atau chat dari Kevin." Vanny bercerita dengan mata berbinar-binar. Vara dan Nila tersenyum memperhatikan tingkah Vanny.


Samuel yang baru saja datang, mengurungkan niatnya untuk duduk bersama sahabat-sahabatnya. Dia sempat mendengar ungkapan perasaan Vanny tentang Kevin. Ada rasa sakit di dadanya, namun tentang penyebabnya, Samuel pun tak tahu.


"Eh Samuel.. Dari mana, kenapa saat bubar kelas kamu langsung menghilang?" Nila yang menyadari kedatangan Samuel langsung menyapa sahabatnya itu.


"Tadi Sania minta ditemani ke perpustakaan." Bry menjawab sambil mendudukan dirinya disebelah Nila, berhadapan dengan Vanny.


"Oh begitu.."


"Kita hanya berteman. Daniel cukup asyik dijadikan teman. Dia  terlalu dingin untuk dijadikan pacar." Vanny tertawa dengan cukup keras membuat Nila memicingkan matanya karena heran.


"Kenapa kamu tertawa?"


"Kamu bilang hanya teman. Tapi saat kita jalan-jalan ke mall berempat, kamu terlihat sangat cemburu saat ada teman perempuan Daniel yang menyapanya.  Mood kamu berubah buruk, bahkan kamu bertanya pada Daniel siapa perempuan itu dengan sangat kesal. Hahaha.." Nila melempar serbet ke arah Vanny yang malah semakin tertawa.


"Benarkah itu Nila? Apa kamu menyukai Daniel?" Wajah Nila berubah sangat merah seperti udang rebus. Tapi Nila tidak menjawab apa-apa, hanya meneruskan makannya dengan terus menundukan kepalanya.

__ADS_1


Vara dan Vanny semakin tertawa melihat tingkah Nila, sedangkan Samuel hanya tersenyum tipis.


"Samuel, apa Brandon menghubungimu? Kemana saja dia selama beberapa hari ini?" Samuel mengangkat bahunya menanggapi pertanyaan Vara.


"Entahlah.. Dia hanya bilang sedang malas. Tapi tidak pernah mengatakan karena apa, atau kemana saat dia bolos kuliah."


"Hmm begitu..Sikap dia aneh sekali. Sebenarnya ada apa ya." Vara berkata dengan pelan, lebih seperti berbicara pada dirinya sendiri.


"Eh sebentar lagi masuk. Kalian sudah selesai makan kan?" Pertanyaan Vanny ditanggapi anggukan semua sahabatnya, termasuk Nila yang masih meminum orange juicenya sampai tetes terakhir.


"Ayo kita masuk." Samuel berjalan menuju kelas dan langsung diikuti oleh ketiga sahabat perempuannya.


 


 


 


 


Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.

__ADS_1


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


__ADS_2