
Vara terganggu dari tidurnya saat merasakan geli di leher, tengkuk dan punggungnya. Bry yang memeluk Vara dari belakang ternyata sedang menciumi istrinya dengan begitu gemasnya.
"Bry, geliiii.."
Bry hanya terkekeh, niatnya membangunkan Vara ternyata berhasil.
"Bry, apa sudah pagi ?"
"Hmm..baru jam setengah 5 pagi Sayang."
"Aku mau tidur sebentar lagi ya Bry, nanti baru mandi. Kan sahabat-sahabat kita meminta kita bergabung untuk sarapan pagi."
"Baiklah Sayang.."
Vara kembali memejamkan matanya, karena masih mengantuk dan lelah efek pergulatan mereka semalam. Namun beberapa detik kemudian, Bry malah mengganggu Vara yang baru saja hendak memejamkan matanya.
"Sayang.. Bisakah kita melakukannya sekali lagi?"
Vara membelalakan matanya dengan sempurna, namun Bry tidak bisa melihat reaksi Vara ini karena tubuh Vara yang membelakangi Bry.
"Sayaaaang.."
Bry memanggil Vara dengan manja meminta jawaban, namun Vara masih belum memberikan reaksi apapun.
"Sayaaaang.. Bolehkah?"
Bry menciumi punggung Vara membuat Vara menggerakan badannya karena geli.
"Sayaaaang.. Ayolaaaah.."
Vara membalik badannya menghadap Bry, lalu menganggukan kepalanya sedikit pelan. Tapi reaksi yang ditunjukan Bry begitu antusias, wajah sumringahnya langsung terpampang dengan jelas. Sehingga pagi ini kembali menjadi pagi yang panas bagi mereka berdua.
**************************************
ROOFTOP RESTAURANT - HOTEL KI
Pemandangan indah yang terlihat dari atas rooftop benar-benar memanjakan mata. Daniel, Danila, Vanny, Samuel, Kevin, Reyvan dan Sharon sepupu Vara dan Reyvan pun sangat menikmati sarapan mereka pagi ini.
Keluarga besar Vara dan Bry menikmati sarapan mereka di restaurant indoor dan akan segera meninggalkan hotel pagi ini. Sedangkan sahabat-sahabat Vara dan Bry berniat menunggu Bry dan Vara untuk sarapan bersama sebelum Bry dan Vara berangkat menuju Pulau pribadi keluarga Harrison untuk berbulan madu.
"Dimana Kendrick?"
Reyvan bertanya pada Daniel setelah sebelumnya mengedarkan pandangan ke beberapa arah.
"Dia masih tidur, dia memang sulit bangun pagi."
"Oh begitu.. Hmm, sepertinya pengantin baru kita juga akan sangat terlambat untuk bergabung, pasti mereka sudah sarapan sekarang."
Reyvan melirik jam di pergelangan tangannya yang menunjukan angka 8.
"Sarapan yang lain kan maksudmu Reyvan? Hahaha.."
Daniel menanggapi perkataan Reyvan dengan tertawa nakal, yang langsung dicubit pelan oleh Danila.
"Aduuuh.. Sakit Sayang."
"Jangan mesum Daniel..!"
__ADS_1
Daniel malah menanggapi perkataan Danila dengan senyuman menggoda kearah kekasihnya.
"Tapi kamu suka kan?"
"Ih tidak sama sekali.."
Danila memasang wajah cemberutnya, tapi justru membuat Daniel semakin gencar menggoda kekasihnya. Tingkah Daniel dan Danila mengundang tawa Reyvan, Kevin, Vanny, Samuel dan Sharon sepupu Vara yang ikut sarapan pagi ini.
"Bry dan Vara lama sekali."
Kevin melirik jam di pergelangan tangannya dengan sedikit kesal.
"Sebaiknya kita tidak mengganggu mereka. Biarkan saja mereka mau bergabung atau tidak. 1 jam lagi, aku harus mengantar Sharon ke bandara. Dia akan segera kembali ke Korea."
"Oh iya Sharon, kamu juga sedang menyusun skripsi ya sekarang? Kamu kuliah di E University kan?"
Vanny bertanya dengan sangat penasaran kepada sepupu Vara yang baru dikenalnya, saat sama-sama menjadi Bridesmaid kemarin.
"Iya benar Vanny.. Sama sepertimu, aku juga sedang menyusun skripsi."
Vanny menganggukan kepalanya beberapa kali.
"Kalau kamu sudah lulus kuliah, kamu akan kembali ke Indonesia atau tetap di Korea?"
Kali ini Danila yang mengungkapkan rasa ingin tahunya.
"Sepertinya aku akan tetap tinggal di Korea dan bekerja disana."
"Oh begitu.. Enak sekali bisa tinggal di Korea."
Danila menunjukan senyum manisnya yang tidak luput dari pengamatan Daniel.
Danila mengangguk dengan cepat, matanya terlihat berbinar menatap Daniel.
"Ya sudah, setelah kita menikah, ayo kita tinggal di Korea."
Daniel tersenyum seraya menggenggam tangan Danila yang hanya bisa menatap tidak percaya kearah Daniel.
"Kamu serius Sayang? Tapi kan kamu bekerja disini.. Mana mungkin bisa pindah ke Korea."
"Bry pernah memberiku pilihan, tetap di Indonesia atau mengurus perusahaan di Korea, tapi aku memilih tetap disini. Mungkin saja jika aku memintanya, Bry akan mengizinkannya."
Danila hanya mengangguk sambil mengelus pelan tangan Daniel.
"Wow.. Romantis sekali.."
Sharon menangkupkan kedua tangannya karena merasa senang melihat pemandangan didepannya, yang juga mengundang senyum semua orang.
Obrolan mereka pun semakin seru, diselingi aktifitas mengabadikan moment dengan camera ponsel mereka masing-masing.
Sharon yang sudah lama tidak menginjakan kaki di Kota B, merasa wajib berphoto dengan banyak pose yang ditanggapi dengan gelengan kepala Reyvan, yang sesekali menyesap espresso-nya. Mereka memang sepupu yang cukup dekat, terlebih umur Sharon yang sama dengan Vara, membuat Reyvan memperlakukannya seperti adik kandungnya sendiri.
Daniel dan Danila juga tampak sibuk berphoto berdua dengan pose-pose yang sangat mesra. Begitupun dengan Vanny dan Samuel yang terus saja mengabadikan kebersamaan mereka dengan ponsel Vanny, yang tentu saja membuat Kevin merasa sangat cemburu.
__ADS_1
'Sejak kapan mereka menjadi dekat? Bukankah mereka selalu tidak akur? Apa mereka berpacaran? Ah tidak mungkin.. Vanny bisakah kita kembali dekat seperti dulu?' Batin Kevin.
Jauh di lubuk hati Kevin, nama Vanny sudah terlanjur terukir cukup dalam di ruang hatinya. Gadis yang beberapa lama cukup membuat hari-harinya berwarna itu, sanggup mengubah seorang Kevin menjadi lebih baik. Sayangnya kebersamaan mereka tidak berlangsung lama, karena Vanny sudah terlanjur kecewa dengan kenyataan yang dilihatnya, dan Kevin tidak berniat menjelaskan apapun pada Vanny. Sehingga kisah mereka berakhir, bahkan sebelum sempat dimulai.
1 jam kemudian Bry dan Vara datang sambil bergandengan tangan, yang langsung disambut dengan begitu ramainya oleh sahabat-sahabat dan saudaranya itu.
"Wah pengantin baru. Aku pikir kalian tidak akan keluar kamar sampai sore nanti."
Kevin mulai menggoda Bry dan Vara.
"Sebenarnya memang itu mauku, tapi kalian memang sangat mengganggu. Kenapa meminta kami bergabung untuk sarapan, kami masih sangat betah dikamar."
Bry yang memasang ekspresi kesal seketika mendapat sambutan tawa dari semuanya. Vara yang merasa sangat malu, memukul pelan lengan Bry yang malah tertawa lebar menanggapi kekesalan istrinya.
"Sekarang sarapan dulu, nanti kalian bisa lanjutkan lagi kegiatan kalian yang terganggu oleh kami, hahaha.."
"Siaaaapp.."
Jawaban Bry pada Reyvan lagi-lagi mengundang tawa semua orang. Daniel mendekat kearah Bry dan membisikinya sesuatu.
"Bro.. Bagaimana rasanya semalam?"
"Amaziiiiiing.."
Jawaban Bry yang terdengar cukup keras mengundang perhatian semua orang.
"Apanya yang amazing Bry?"
Danila bertanya dengan rasa ingin tahu yang tinggi, terlebih perkataan Bry keluar setelah Daniel membisiki Bry sesuatu.
"Tentu saja malam pertamaku dengan Vara, amaziiiiiing.."
Perkataan Bry yang terkesan sangat terbuka meledakan tawa semua orang, namun berbeda dengan Vara yang mulai memukuli lengan Bry.
"Apa-apaan kamu Bry, membuat aku malu saja."
Bry terkekeh menanggapi kekesalan istrinya itu, sedangkan yang lain tidak hentinya tertawa sambil menggelengkan kepala mereka. Sesaat kemudian Bry membisiki Vara.
"Tapi semalam memang luar biasa Sayang.. Kamu membuatku melayang, rasanya aku ingin melakukannya lagi dan lagi.."
Semburat merah menyebar di pipi Vara, rasa malunya membuatnya tidak berani menatap Bry. Ditatapnya makanan dihadapannya dan menyuapkannya pelan-pelan ke mulutnya. Sedangkan Bry tidak henti-hentinya tersenyum senang membayangkan malam pertamanya bersama Vara.
**************************
Image Source : Instagram (Edited)
Terima kasih banyak sudah mampir di novel ini. Semoga selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊
#staysafe #stayhealthy
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
__ADS_1
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..