
HOTEL BRANDON - JEJU ISLAND
Sementara itu, Bry yang jengah dengan sikap Celline yang terus saja mendekatinya, segera pergi dari rooftop restaurant itu. Dia tidak peduli dengan Celline yang terus saja memanggil namanya. Bry memasuki lift dengan pikiran yang sedikit berantakan. Bukan karena masih ada cinta di hatinya terhadap Celline, tapi karena khawatir kalau Celline akan mengganggu Vara nanti.
FLASHBACK ON (BRY)
Sekitar 5 tahun yang lalu..
Celline adalah teman kuliah Bry saat di Inggris, mereka tidak sengaja bertemu di foodcourt kampus, di tahun kedua Bry berkuliah disana. Mereka satu angkatan namun di jurusan yangΒ berbeda.
Setelah dikhianati oleh Kim Ha Ni semasa SMA, Bry tidak percaya dengan perempuan mana pun. Dia sangat menjaga jarak dengan perempuan, meskipun begitu banyak perempuan yang mendekatinya. Begitupun dengan Celline, dia pun selalu memakai alasan ingin berteman demi dekat dengan Bry. Celline tidak peduli Bry selalu bersikap acuh tak acuh bahkan memandang tidak suka padanya, Celline menebalkan mukanya demi bersama Bry. Terlebih Bry terlihat kaya dengan motor sport dan penampilannya yang serba branded. Celline rela bersabar sampai bisa mendapatkan Bry.
Bry akui, mental Celline memang sekuat baja. Meskipun Bry terang-terangan menolaknya, Celline tetap kukuh berusaha meluluhkan Bry. Dia rela membawakan makanan untuk Bry, menemani (mengikuti lebih tepatnya) kemanapun Bry pergi bahkan selalu mengingatkan Bry untuk menjaga kesehatan.
Lama-lama pertahanan Bry luluh, karena merasa mulai nyaman dengan kehadiran Celline yang bisa menerima sikap Bry yang dingin. Bry akhirnya mau menerima perasaan Celline, yang tentu saja membuat Celline begitu bahagia.
Bry mulai membalas perasaan Celline terhadapnya, bahkan Bry memberikan perhatiannya kepada Celline. Apapun yang Celline minta akan Bry kabulkan, termasuk membelikan semua barang branded yang Celline inginkan. Meskipun cukup menguras kantongnya yang saat itu masih mengandalkan uang pemberian orangtuanya.
Hubungan mereka terlihat bahagia, mereka sering menghabiskan waktu bersama. Bahkan Bry yang tidak suka ada perempuan menyentuhnya, mulai membiarkan Celline mencium pipi bahkan bibirnya, meskipun belum bisa membalas ciuman Celline.
Tepat 6 bulan hubungan Bry dan Celline, Bry yang saat itu sedang mengantar Mommy Jhena untuk bertemu Daddy Dave yang sedang melakukan meeting dengan partner bisnisnya di sebuah hotel berbintang 5, tiba-tiba menangkap pemandangan yang sangat tidak diharapkannya.
Celline kekasihnya terlihat dirangkul mesra oleh seorang pria berusia sekitar 35 tahun, saat memasuki lobby hotel. Senyum menggoda jelas terpampang di wajah Celline. Bry pamit pada Mommy Jhena yang saat itu sudah bertemu dengan Daddy Dave. Bry segera mengikuti Celline dan pria itu dengan hati-hati, berharap dugaannya salah terhadap kekasihnya itu. Tapi Bry seketika lemas, saat Celline melangkah masuk bersama pria itu ke dalam sebuah kamar VIP.
Memang sudah beberapa minggu, Bry mendapat informasi dari teman-temannya kalau Celline seringkali terlihat bersama seorang pria berusia 35 tahunan di mall atau bahkan hotel. Beberapa orang mengatakan kalau pria itu adalah seorang pengusaha kaya yang sudah beristri. Namun saat itu Bry masih belum percaya sebelum melihat dengan mata kepalanya sendiri.
Bry menunggu Celline keluar dari kamar itu. Sempat terbersit untuk melabrak kekasihnya dan pria itu, tapi tidak ada sama sekali ekspresi terpaksa di wajah Celline. Bry hanya akan memastikan kebenarannya dan jika memang Celline sudah mengkhianatinya, maka Bry akan meninggalkan perempuan itu.
Bry menunggu dengan hati yang panas, dan selang 1 jam kemudian, Celline keluar dengan raut muka yang sangat bahagia. Bry yang menunggu di ujung koridor segera mendekati Celline yang berjalan ke arahnya. Celline yang baru saja menyadari keberadaan Bry seketika mematung.
Setelah berada tepat di hadapan Celline, Bry segera membuka tas Celline. Ada segepok uang dollar di dalamnya, jelas tertulis di lembar putih di depannya 5000 dollar dan juga beberapa buah "pengaman" untuk pria.
"Ternyata kamu semurah itu."
__ADS_1
Bry meninggalkan Celline yang masih mematung di depannya. Celline shock, sehingga tidak menyadari kalau Bry sudah menghilang dari hadapannya.
FLASHBACK OFF
*************************
Bry memasuki kamarnya berharap Vara sudah tidak marah padanya, tapi saat sampai di kamar, Bry begitu kecewa karena Vara tidak ada disana. Segera dihubunginya nomor ponsel Vara, namun betapa terkejutnya saat Vara berkali-kali menolak panggilannya.
"Aaaaarrrgh.."
Bry berteriak kesal, karena menganggap Vara masih marah padanya, tanpa menyadari kesalahannya yang bertambah sehingga membuat Vara semakin marah dan membencinya.
Bry segera keluar dari kamar menuju kamar Bradley dan Briley.
Bry memencet bel kamar kedua anak kembarnya dengan tidak sabar. Bi Mona yang membukakan pintu terkejut saat Bry menerobos masuk ke dalam kamar. Wajahnya kembali kecewa saat tidak menemukan istrinya disana. Mata Bry mengarah pada box bayi milik Briley yang kosong.
"Dimana Briley?"
"Tuan Kecil dibawa ke Rumah Sakit oleh Nyonya Vara, karena suhu tubuhnya naik lagi."
Suara Bry meninggi meskipun masih sedikit ditahannya karena tidak ingin membuat Bradley terbangun.
"Ma..Maaf Tuan, Nyonya menyuruh saya untuk tidak memberitahu anda, jika anda tidak bertanya."
"Varaaaa.."
Bry menggeram menahan emosinya yang sudah memuncak. Tanpa berkata apapun, Bry bergegas meninggalkan kamar itu hendak menuju Rumah Sakit.
Di lobby, Bry berpapasan dengan Brandon dan Sharon yang baru saja berbelanja di mall sebelah hotel.
"Ada apa Bryllian?"
Brandon bertanya dengan tatapan penuh tanya.
__ADS_1
"Briley sakit, aku mau ke Rumah Sakit. Vara sudah membawa Briley kesana."
"Kami ikut."
Bry hanya mengangguk lalu berlari menuju parkiran. Brandon menyuruh Bry masuk ke dalam mobilnya karena takut Bry mengebut karena khawatir dengan keadaan Briley. Bry duduk di sebelah Brandon sementara Sharon duduk di kursi belakang.
*************************
RUMAH SAKIT - JEJU ISLAND
Sesampainya di Rumah Sakit, Bry segera mencari tahu dimana Briley dirawat. Bry pun segera berlari tanpa menunggu Brandon dan Sharon yang berlari kecil di belakangnya.
Bry langsung membuka perlahan pintu kamar perawatan VIP yang ditujunya, namun pemandangan yang pertama kali dilihatnya, terasa menyesakan dada. Vara tersenyum sambil menggendong Briley di dalam dekapannya, sementara Jayden berdiri tepat di sebelah Vara dengan telunjuknya yang dipegang erat oleh Briley, namun tatapan Jayden mengarah tepat di wajah cantik Vara. Terlihat seperti sebuah keluarga kecil yang bahagia.
Brandon yang melihat arah pandang Bry, mulai berbisik di telinga Bry.
"Aku memang sudah bukan sainganmu lagi, tapi sekarang kamu memiliki saingan baru. Bahkan orang itu lebih dulu mengenal Vara dibanding kamu. Jangan lengah!"
Bry menatap tajam ke arah Brandon, sementara Brandon hanya tersenyum jahil melihat ekspresi marah di wajah Bry.
************************
Terima kasih banyak untuk semua readers & author2 kece yang sudah mampir dan juga mendukung novel ini.. π
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya.. (like & vote boleh banget kok π)
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. π
#staysafe #stayhealthy
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya π
__ADS_1
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..