Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 38 Aku Tidak Seperti Dia


__ADS_3

WARNING..!!!


Mengandung konten dewasa, diperuntukan hanya untuk yang berusia 21 tahun keatas atau sudah menikah. Mohon bagi yang dibawah umur, tolong di-skip saja ya. Mohon lebih bijak untuk memilih bacaan. Terima kasih.


***************************************


Pengawal Satya membukakan pintu limousine hitam milik Satya. Satya segera mendudukan tubuh Vara di kursi belakang, kemudian menyusul duduk di sebelah Vara. Pengawal sekaligus sopir Satya segera melajukan mobil tersebut, dengan 1 pengawal duduk disebelahnya bertugas memastikan keselamatan Satya.


1 jam yang lalu, Satya sedang menghadiri pesta yang diadakan oleh seorang pengusaha besar dengan dihadiri tamu-tamu penting dari kalangan pengusaha dan pejabat negara. Tapi Satya mulai tidak nyaman menikmati pesta saat mendapat laporan dari Larry tentang Vara. Anak buah Larry yang diberi tugas mengikuti Vara, melaporkan keberadaan Vara di Hotel A tampak sedang mengikuti Bry. Satya terus meminta anak buahnya memantau apa yang dilakukan Vara. Tapi Satya berubah panik dan memutuskan pergi dari tempat pesta, saat tahu Brandon membawa Vara ke Club B.


Saat ini di dalam limousine Satya yang luas dan mewah, Vara masih terlihat sangat gelisah sambil sesekali menatap Satya dan menggigit bibir bawahnya. Satya segera menutup sekat yang membatasi kursi bagian belakang dengan bagian depan, agar 2 orang pengawalnya tidak dapat melihat tingkah Vara yang aneh.


Satya baru menyadari kiss mark yang tersebar di leher dan dada Vara. Seketika emosi yang tadi sudah mereda, mulai naik kembali.


"Bastaaard! Awas kamu Brandon. Kamu tidak akan bisa selamat dariku." Satya memukul pinggiran kursi mobil dengan sangat keras.


Beberapa saat emosi masih menyelimuti pikiran Satya, namun tiba-tiba Satya dikejutkan oleh Vara yang merengkuh leher Satya dengan erat. Sedetik kemudian bibir Vara sudah mendarat tepat diatas bibir Satya. Vara menjilati dan ******* bibir Satya, menggoda Satya untuk membalas ciuman panasnya. Satya yang mulai terbawa suasana, akhirnya membalas dan mengimbangi ciuman panas Vara.


Selang beberapa menit kemudian, Satya tampak menyadari sesuatu dan melepaskan tangan Vara yang melingkar di lehernya. Satya berusaha menghentikan ciuman mereka.


"Varaaa.. Hen..ti.. kaaan." Vara masih saja memaksa menempelkan bibirnya di bibir Satya. Satya berusaha mendorong bahu Vara, agar bibir Vara bisa lepas dari bibirnya.


Vara tampak kecewa dan lebih gelisah saat pertautan bibir mereka terlepas. Satya memegang kuat bahu Vara, karena Vara terus saja memaksa untuk mendekat pada Satya.

__ADS_1


"Vara, sadarlah.. Aku tidak sama seperti si brengsek Brandon, yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan kamu. Aku laki-laki normal, tapi aku ingin melakukan  hal ini saat kamu dalam keadaan sadar. Aku tidak ingin kamu menyesal melakukannya dan malah membenciku."


Sejenak Vara berhenti mendekati Satya, meskipun terlihat lebih gelisah dari sebelumnya.


'Satya, tolong kuatlah.. Jangan sentuh aku, meskipun aku begitu memaksa.' Batin Vara.


Vara menahan gejolak tubuhnya yang bergairah, namun desahan tetap lolos dari mulut Vara.


"Aaaaaahh.. Men..jauh..laaaahh." Satya mulai paham, apa yang Vara pikirkan tidak sejalan dengan hasrat tubuhnya.


Vara memaksa memeluk Satya dan menempelkan bibirnya di leher Satya. Satya lebih kuat menahan tubuh Vara, namun berusaha untuk tidak menyakiti Vara.


"Vara, nanti saat kamu sadar, kamu pasti akan membunuhku, jika aku membiarkan kamu melakukannya."


Begitu sampai di kamar tamu, Satya langsung membawa Vara ke kamar mandi. Dinyalakannya shower tepat diatas kepala mereka. Perlahan diturunkan dan dipeluknya Vara, agar air tepat mengguyur dan mendinginkan tubuh mereka. Vara masih sedikit memberontak, lalu melepas kemejanya dengan kasar dan berniat membuka tanktop hitamnya yang sudah tersingkap memperlihatkan perut dan sebagian bra hitam yang dipakai Vara. Namun Satya dengan sigap menahan tangan Vara agar tidak melakukannya.


"Vara, please.. Jangan menyiksaku. Aku sudah bersusah payah menahannya."


Satya menjadi gusar saat menyadari ada perubahan pada dirinya.


Merasa caranya tidak berguna untuk menyadarkan Vara, Satya mulai mengisi bathtub dengan air dingin. Satya membawa Vara masuk ke dalam bathtub dengan posisi Satya memeluk Vara dari belakang, menahan tubuh Vara agar tidak lagi memberontak dan melakukan hal-hal yang akan disesalinya nanti.


Setelah setengah jam bergerak dengan tidak nyaman dan sedikit memberontak, akhirnya suasana menjadi hening. Terlihat Vara mulai tertidur di dada Satya karena kelelahan memberontak. Satya menggendong Vara ke dalam kamar dan meminta pelayan perempuan untuk menggantikan baju Vara dengan kimono tidur. Satya pun bergegas mengganti pakaiannya yang basah.

__ADS_1


Satya membaringkan tubuh Vara di atas tempat tidur, kemudian menyelimuti tubuh Vara yang tampak kedinginan. Dirapihkannya rambut-rambut yang menghalangi mata dan kening Vara. Perlahan dikecupnya kening Vara dengan sangat lembut. Ditatapnya gurat-gurat lelah dan mata yang terlihat sembab dan membengkak di wajah Vara.


"Tidur yang nyenyak ya. Istirahatkan tubuh juga pikiranmu. Dan lupakanlah kejadian hari ini."


Satya berjalan ke arah sofa untuk merebahkan tubuhnya yang lelah.


Drrtt.. Drrtt.. Drrtt..


Tampak panggilan masuk dari Larry.


"Ada apa?" Satya tanpa basa-basi langsung bertanya maksud Larry menelponnya.


"Tuan.. Brandon kabur."


**********************************


Terima kasih banyak sudah mampir di novel ini. Semoga selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊


#staysafe #stayhealthy


Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊

__ADS_1


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


__ADS_2