
Vara yang melihat mobil Brandon sudah keluar dari halaman rumahnya, langsung beralih menatap Bry dengan tajam.
"Bry kenapa kamu sengaja sekali memancing emosi Brandon?"
"Memancing bagaimana? Dari awal dia tidak menganggap aku ada. Sikapku tidak salah kan, dia sengaja membuatmu merasa bersalah. Aku benar-benar tidak menyukai hal itu."
Dalam hati, Vara membenarkan asumsi Bry. Tapi Vara tidak ingin Bry merasa benar dengan sikapnya.
"Tapi dia sahabatku. Jangan bersikap kasar terhadapnya."
Bry langsung menatap mata Vara dengan sangat dalam, membuat Vara mengalihkan pandangannya kearah lain karena menghindari tatapan Bry yang menghujam tepat di manik mata juga hatinya.
"Tapi kamu tahu sejak lama kan, kalau dia tidak menganggapmu hanya sebagai sahabatnya?"
Vara ragu menjawab, tapi akhirnya Vara menganggukan kepalanya. Bry memegang kedua bahu Vara. Menatap lekat dengan mata tajam yang seketika berubah sendu.
"Aku laki-laki, aku tahu tatapan dia terhadap kamu berbeda sejak awal. Aku selalu merasa hampir gila setiap kali kau bersamanya. Aku tidak suka kamu membelanya. Tolong jangan buat aku seperti ini lagi."
Vara begitu terkesiap dengan kejujuran Bry.
Perlahan Vara memegang pipi kiri Bry dengan tangan kanannya, lalu Bry memegang tangan Vara yang berada di pipinya.
"Aku tidak akan melakukannya lagi."
Senyum Vara mengembang di wajah cantiknya namun Bry yang masih bertahan dengan wajah sendunya.
"Tersenyumlah.. Aku tidak suka melihat kamu seperti ini."
__ADS_1
Bry memaksakan bibirnya untuk tersenyum, tapi tetap saja tidak bisa menutupi perasaannya yang masih belum membaik.
Vara menangkup kedua pipi Bry, menekannya sedikit lebih keras sehingga membuat Bry mengerucutkan bibirnya.
"Hahaha.. Kamu lucu sekali Bry."
Vara tidak henti-hentinya mengerucutkan bibir Bry, dan tertawa lebih keras.
Bry mendekatkan bibirnya yang mengerucut ke bibir Vara, lalu mengecup singkat bibir Vara. Vara yang tidak siap dengan tindakan Bry, langsung melepaskan tangannya dari pipi Bry.
"Bry.. Kamu selalu saja cari kesempatan."
Vara cemberut dan menggembungkan pipinya. Bry tertawa pelan, merasa gemas melihat tingkah Vara.
Vara berdiri dan hendak berjalan menuju dapur, tapi Bry memeluk Vara dari belakang dan menyelusupkan kepalanya di ceruk leher Vara.
Vara sesaat terdiam, lalu membalikan badannya menghadap Bry. Vara menatap manik mata Bry dengan dalam.
"Aku tidak mengerti kenapa kamu sering mengatakan hal ini. Aku menyayangimu dan aku tidak akan pernah pergi dari kamu, Bry."
Bry tersenyum lalu mencium kening Vara dengan sangat lembut. Lalu beralih mencium hidung, pipi kanan, pipi kiri dan dagu Vara. Tentu saja yang dilakukan Bry membuat wajah Vara berubah merah karena malu. Bry sangat menyukai reaksi Vara yang lucu dan menggemaskan.
Sesaat kemudian Bry mencium bibir Vara dengan lembut. Vara mengalungkan tangannya di leher Bry dan mulai membalas ciuman Bry dengan sama lembutnya.
************************************
Malam harinya Vara bersiap-siap untuk dinner dengan Bry. Jam 4 sore tadi Bry pulang ke apartment-nya untuk bersiap-siap. Karena malam ini mereka akan makan malam di Restaurant bintang 5 yang mewah dan berkelas, maka Bry harus pulang untuk mengenakan pakaian formalnya.
Jam 7 malam, mobil sport Bry sudah terparkir di halaman rumah Vara. Bry setia menunggu Vara yang masih bersiap-siap dikamarnya. Bry memeriksa kembali persiapannya melalui gadgetnya, agar malam ini berjalan sesuai dengan rencana.
__ADS_1
Vara keluar dari kamarnya dan menuruni tangga dengan perlahan. Bry terpesona melihat Vara yang tampak semakin cantik dengan gaun warna hitamnya, senada sekali dengan kemeja Bry yang berwarna hitam juga jas abu gelapnya.
Bry mengulurkan tangannya yang disambut uluran tangan Vara.
"Sayang, kamu cantik sekali. Rasanya aku tidak ingin orang lain melihatmu malam ini." Vara tertawa kecil.
"Berhenti menggombal. Nanti kita terlambat."
Vara berusaha menyembunyikan rasa senangnya karena pujian Bry. Lalu mereka segera berangkat dengan menggunakan mobil sport Bry menuju Restaurant mewah yang Bry persiapkan.
************************
Image Source : Google & Instagram (Edited)
Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya..
__ADS_1