Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 58 Kejutan di Siang Hari


__ADS_3

Vara terlihat memasuki lobby BR Group dengan langkah percaya diri, sambil menenteng 2 paperbag berisi makanan yang dibelinya dari restaurant untuk makan siangnya bersama Bry. Dihampirinya salah satu receptionist yang bertugas diantara 3 orang receptionist yang berjejer di meja, sambil mengurai senyum manis dan menyapa dengan sopan.


"Selamat Siang Mbak.. Saya mau bertemu dengan Pak Bry. Tolong katakan Vara datang."


"Mohon maaf.. Apa anda sudah ada janji dengan Pak Bry?"


"Belum Mbak.."


"Mohon maaf, jika tidak ada janji saya tidak bisa memberitahukan kedatangan anda pada sekretaris Pak Bry."


"Apakah Mbak bisa mengatakan pada Pak Bry melalui sekretarisnya kalau Vara menunggu? Saya yakin Pak Bry akan mengizinkan saya menemuinya."


"Mohon ditunggu sebentar. Saya akan menelepon Bu Nayla dulu."


Receptionist itu menelepon Sekretaris Bry, namun selang beberapa detik panggilan itu sudah terputus.


"Mohon maaf Mbak Vara, Bu Nayla tidak bisa mengaturkan janji dengan Pak Bry."


"Oh kenapa begitu ya?"


"Saya kurang tahu alasannya. Mohon maaf."


Vara hanya mengangguk seraya mengucapkan terima kasih pada Receptionist yang sudah melaksanakan tugasnya dengan baik itu. Vara tidak bisa kesal, karena memang seperti itulah prosedur penerimaan tamu yang benar. Hanya saja rencananya untuk memberikan Bry surprise menjadi gagal, karena Sekretaris Bry sepertinya enggan mengatakan kedatangannya kepada Bry.

__ADS_1


Vara mendudukan dirinya di sofa lobby dengan diikuti tatapan banyak orang di lobby itu, mulai dari ketiga orang Receptionist, Security dan beberapa staff yang berlalu lalang melintasi lobby. Mungkin mereka berpikir apa yang dilakukan Vara disana dan kenapa Vara tidak langsung pulang setelah gagal menemui sang pemilik perusahaan.


Akhirnya Vara menghubungi Bry karena berpikir tidak mungkin dia bisa menemui kekasihnya itu, jika tidak mengatakan langsung mengenai keberadaannya di BR Group.


Bry yang menerima panggilan dari Vara, terlonjak senang. Diangkatnya telepon dari Vara dengan nada yang lembut namun masih jelas terdengar antusias.


"Hallo Sayang.. Aku merindukanmu.."


"Aku juga merindukanmu Bry. Makanya sekarang aku berada di lobby perusahaan kamu."


Perkataan Vara seketika membuat Bry terkejut dan langsung berdiri dari kursi kebesarannya.


"Benarkah? Kenapa kamu tidak naik ke ruanganku?"


Bry berlari keluar dari ruangannya, seraya melirik ke meja Sekretarisnya dimana Nayla terlihat sedang memperbaiki riasannya. Nayla yang mulai menyadari kehadiran Bry langsung menatap Bry dengan memasang senyum manisnya. Namun Bry hanya melewatinya dan bergegas menuju lift untuk turun menuju lobby.


Bry keluar dari lift dengan tergesa-gesa mengedarkan pandangannya ke arah deretan sofa lobby. Lalu berlari setelah menemukan apa yang dicarinya. Keberadaan CEO tampan itu tentu saja menarik perhatian semua orang yang berada disana. Keadaan memang cukup ramai karena waktu sudah menunjukan jam makan siang.


Vara berdiri saat melihat Bry yang berlari ke arahnya. Vara menarik kedua sudut bibirnya membentuk lengkungan yang teramat disukai Bry. Tidak disangka, Bry langsung memeluk Vara tidak perduli bahwa hal itu menjadikan mereka pusat perhatian.


Banyak diantara staff Bry yang mengeluarkan ponselnya untuk mengabadikan peristiwa langka itu. Mereka akhirnya tahu siapa yang membuat CEO mereka berubah manis dan ramah akhir-akhir ini. Receptionist tadi pun terkejut dan merasa bersalah karena tidak berhasil mempertemukan Vara dengan CEO-nya.


"Sayang, kenapa tidak memberitahuku sebelumnya. Tentu aku tidak akan membiarkan kamu menunggu. Maafkan kelakuan Sekretarisku ya, aku akan memarahinya nanti."

__ADS_1


"Tidak perlu Sayang, yang penting kamu sudah ada disini menjemputku."


"Iya Sayang.. Kamu memang terlalu baik. Ayo kita naik ke ruanganku."


Bry merangkul pinggang Vara seolah tidak mau ada jarak diantara mereka. Vara yang awalnya risih, mulai bisa bersikap santai  saat Bry bahkan tidak peduli dengan kelakuan beberapa staffnya yang diam-diam mengarahkan ponsel ke arah mereka. Bry dengan tatapan penuh cinta tetap berjalan bersama Vara ke lift menuju ruang kerjanya.


Bry memegang tangan Vara dengan erat, melewati meja Nayla yang nampak terkejut memandangi genggaman tangan Bry pada gadis di sebelahnya. Sejenak Bry berhenti, memandang dengan tatapan tajam tepat ke mata Nayla yang sudah mulai ketakutan.


"Awas kalau kamu sekali lagi melakukan kesalahan, aku tidak akan membiarkannya. Ini kekasihku Vara, jika dia datang segera antar dia ke ruanganku."


Bry menarik lembut tangan Vara menuju ruangannya. Vara melirik sekilas ke arah wajah Nayla yang hampir menangis, namun tiba-tiba matanya berubah tajam saat menatap Vara. Vara tidak ambil peduli, hanya dengan sekali lihat Vara bisa mengetahui kalau perempuan bernama Nayla itu terlihat menyukai kekasihnya. Yang akan dilakukan Vara adalah menjaga kekasihnya dengan baik agar perempuan-perempuan pengganggu seperti Nayla tidak bisa masuk ke dalam hubungannya bersama Bry.


 


 


 


 


Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊

__ADS_1


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


__ADS_2