Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 95 Free...


__ADS_3

WARNING..!!!


Mengandung konten dewasa, diperuntukan hanya untuk yang berusia 21 tahun keatas dan sudah menikah. Mohon bagi yang dibawah umur, tolong di-skip saja ya. Mohon lebih bijak untuk memilih bacaan. Terima kasih.


*************************************


KAMAR BRY & VARA - HOTEL KI


Bry merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, dengan masih mengenakan bathrobe. Bry menyangga kepalanya dengan 2 buah bantal, sambil membalas pesan di chat room sahabat dekat dan keluarganya yang penuh ucapan selamat, juga photo-photo saat Akad nikah & resepsi Vara dan Bry. Sesekali diliriknya pintu kamar mandi dimana Vara sudah hampir 1 jam berada didalamnya.


Bry memang khawatir dengan keadaan Vara. Saat di acara resepsi tadi, Vara sempat menangis saat Mama Citra yang merupakan Mama-nya Arya datang bersama dengan Satya dan juga Lana adiknya. Bry menangkap jelas raut wajah sedih dan juga bersalah Vara saat Mama Citra memeluknya penuh kasih sayang. Namun Mama Citra menasihati dan menguatkan Vara untuk memulai pernikahan yang bahagia dengan mengikhlaskan semua yang terjadi di masa lalu.


Mama Citra meminta Vara untuk mengingat Arya sebagai kenangan indah, bukan bayang-bayang masa lalu yang akan mengganggu kehidupan pernikahan Vara dengan Bry. Mama Citra sudah mendengar semua cerita lengkapnya dari Satya, dan Mama Citra yakin kalau Bry akan membuat Vara bahagia.


Satya pun melakukan hal yang sama seperti Mama Citra, dia meminta Vara memulai hidup baru yang bahagia bersama Bry dengan melepaskan semua beban masa lalunya. Karena Satya yakin, saat ini Arya sudah bahagia dan ingin Vara pun bahagia bersama Bry.


Bry masih larut dalam lamunannya, sehingga tidak sadar saat Vara keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut bathrobe dan handuk yang membungkus rambutnya yang basah.


Vara mengerutkan keningnya melihat Bry yang menatap pemandangan didepannya dengan tatapan kosong.


"Sayang.. Kenapa? Apa yang kamu pikirkan?"


"Eh Sayang.. Aku tidak memikirkan apa-apa kok. Sudah mandinya?"


Vara menganggukan kepalanya lalu duduk di depan meja rias sambil menggosok-gosokan handuk ke rambutnya yang masih basah.


Bry beranjak dari tempat tidur, menghampiri Vara dan mengambil alih handuk yang dipegang Vara. Bry menggosok lembut rambut Vara yang panjang, menghirup aroma segar dari rambut dan tubuh istrinya yang tertutup bathrobe.


Vara tersenyum meskipun saat ini perasaannya cukup gugup mendapat perlakuan manis dari Bry. Rasanya begitu menyenangkan saat seseorang yang sangat special memperlakukannya begitu lembut dan perhatian.


Vara mulai menyadari gesture Bry yang terlihat gelisah melalui pantulan cermin dihadapannya.


"Kenapa Sayang? Apa kamu lapar? Bukankah tadi kita sudah makan?"


Vara bertanya-tanya sekaligus khawatir melihat Bry yang tidak terlihat baik-baik saja.

__ADS_1


"Iya Sayang.. Aku lapar sekali."


Bry bersikap sedikit manja dengan nada bicara yang memelas.


"Ya sudah, ayo kita kebawah, atau kita pesan saja melalui layanan kamar?"


Vara segera berdiri hendak mengganti bajunya, namun Bry menahan lengannya dan memeluk Vara dari belakang. Bry menyusupkan kepalanya di ceruk leher Vara, dan berbisik lembut di telinga Vara.


"Aku lapar bukan mau makanan Sayang, tapi aku mau kamu."


Blush..


Seketika pipi Vara merona merah, jantungnya berdetak lebih cepat. Bry membalik badan Vara agar menghadap kearahnya. Vara yang menatap wajah Bry dengan ekspresi malu, memancing senyum manis di wajah Bry.


Bry memeluk lalu mendaratkan bibirnya di bibir Vara dengan sangat lembut, mel*mat dan menyesap manisnya bibir Vara yang memabukan.


Tanpa membuang-buang waktu, Bry menggendong Vara setelah melepas pertautan mereka, lalu merebahkannya dengan perlahan diatas tempat tidur. Segala hal yang menjadi jeda diantara mereka sudah Bry lepaskan.


Bry mengungkung Vara dibawah tubuhnya. Sesaat mata mereka bertatapan, Vara jelas sekali melihat hasrat yang sangat kuat dimata Bry, dan Vara sama sekali tidak berniat menolak atau menghentikannya. Malam ini Vara sudah siap menyerahkan diri sepenuhnya pada sang pemilik hati.


"Aku juga sangat mencintaimu Bry."


Bry merengkuh tubuh mungil Vara dengan sangat erat, lalu kembali meraup bibir Vara yang ranum dan m*lumatnya dengan rakus. Bibir Bry kemudian menjelajah di bagian atas tubuh Vara, tangan Bry pun mulai bergerilya memantik kenikmatan yang baru dirasakan Vara.


"Sayang, bolehkah aku melakukannya sekarang?"


Vara mengangguk dengan yakin, meskipun rasa gugup dan malu begitu terlihat jelas di wajahnya. Bry mengulas senyum manisnya, lalu bersamaan dengan Vara mengucap doa di dalam hati, sesaat sebelum akhirnya melabuhkan apa yang selama ini ditahannya.


'Aku bahagia, karena akhirnya bisa memilikimu seutuhnya. Aku benar-benar mencintaimu, Vara..' Batin Bry.


***********************


Sementara itu tepat dikamar sebelah kamar Bry dan Vara, Brandon berkali-kali meneguk vodka langsung dari botol berukuran besar. Seolah berusaha menikmati rasa sakit yang ada dihatinya. Hatinya yang tidak pernah berusaha melupakan Vara, dihadapkan pada kenyataan yang tidak pernah ingin diterimanya.


__ADS_1


'Apakah malam ini kamu benar-benar menjadi miliknya? Apa laki-laki itu akan benar-benar memiliki hati juga tubuhmu seutuhnya? Aku tidak rela tubuh kamu disentuh dan dijamah oleh laki-laki itu. Aku bisa gila membayangkan kamu menikmati malam ini bersamanya. Aku mencintai kamu Vara..'


Rasa sesak dan nyeri begitu terasa di dadanya, Brandon berkali-kali menekan dadanya berusaha menahan rasa sakit yang memenuhi hatinya. Seolah ada palu besar yang menghantam keras dadanya. Air matanya mengalir tanpa bisa ditahan.


"Aaaaaaarrrgghhhh..."


Brandon melempar botol vodka yang sudah kosong. Namun teriakan dan suara keras yang ditimbulkannya tidak dapat terdengar ke kamar Vara dan Bry karena kamar yang dilengkapi peredam suara.


Kehilangan membuat Brandon ingin meluapkan perasaan sepuasnya. Berjam-jam Brandon menyiksa dirinya dengan menenggak beberapa botol vodka sampai tubuhnya sudah tidak berdaya lagi.


Brandon menyeret tubuhnya yang lemas dan merebahkannya diatas tempat tidur. Kepalanya yang pusing dan hatinya yang hancur berantakan membuatnya tidak ingin terlalu lama terjaga. Brandon ingin mengistirahatkan pikiran serta perasaannya, meskipun hanya sejenak. Karena Brandon tahu pasti, saat nanti dia sudah kembali sadar, Vara akan kembali memenuhi otak dan hatinya.


'Aku harap ini hanya mimpi buruk. Semoga kamu menyadari, perasaan cintaku jauh lebih besar dari laki-laki itu. Dan besok pagi, aku akan mendapati wajah cantikmu didepan mataku.'


*************************


Image Source : Instagram


Terima kasih banyak untuk semua readers & author2 kece yang sudah mampir dan juga mendukung novel ini.. 😍


Kalian semua begitu berharga buat author. Love u so much.. ❤❤❤


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊


Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊


#staysafe #stayhealthy


Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊


Terima Kasih banyak atas dukungannya selama ini..

__ADS_1


__ADS_2