Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 54 Karena Dia Kekasih Bry


__ADS_3

Kim Ha Ni datang sambil menenteng banyak sekali barang belanjaan. Ditatapnya Bry dan kedua orangtua Bry dengan senyum manis, namun saat pandangannya beralih pada Vara, sekejap senyuman itu berganti raut tidak suka dengan sebelah sudut bibir terangkat hingga membuat Vara tidak nyaman.


"Hai Bry, kamu ternyata datang. Aunty dan Uncle kenapa tidak bilang kalau Bry akan datang untuk makan malam?"


Nada bicara Kim Ha Ni yang dibuat semanja mungkin, justru membuat Bry muak. Vara yang menyadari ekspresi kekasihnya itu, justru masih terlihat tenang.


"Maaf Ha Ni, kamu kan bilang akan berbelanja dan berjalan-jalan, jadi Aunty tidak ingin mengganggu kesenangan kamu. Mumpung kamu sedang di Indonesia, Aunty ingin kamu menikmati liburan kamu disini, walaupun sebentar."


Mommy Jhena sebenarnya memang sengaja tidak memberitahu Kim Ha Ni mengenai makan malam dengan Bry dan Vara, karena tidak ingin suasana menjadi tidak nyaman. Mommy Jhena mengerti sekali putranya tidak suka dengan keberadaan mantannya itu. Sehingga saat Kim Ha Ni mengatakan  ingin berjalan-jalan, Mommy Jhena langsung mengizinkan dengan meminta sopir menemani Kim Ha Ni.


"Aunty, sepertinya aku tidak akan pulang bersama Aunty dan Uncle ke Korea. Aku masih ingin berlibur disini bersama Bry."


Perkataan Kim Ha Ni membuat semua orang yang berada di ruang makan merasa terkejut. Bry menoleh ke arah Vara yang masih saja berusaha terlihat tenang.


"Aku tidak suka kamu ada disini. Aku ingin kamu secepatnya kembali ke Korea."


Kim Ha Ni tidak merasa terganggu dengan sikap Bry. Kim Ha Ni tidak peduli dengan sikap Bry yang selalu terang-terangan menolaknya, dia sudah bertekad akan membuat mantan kekasihnya itu kembali kepadanya dengan cara apapun.


Tidak peduli sesulit apa mengubah hati Bry yang sudah terlanjur membeku, Kim Ha Ni tidak berniat menyerah sebelum berhasil mewujudkan niatnya memiliki Bry yang sudah menjadi pengusaha yang sukses sekaligus calon pewaris kerajaan bisnis milik Daddy-nya.


"Ha Ni.. Jangan seperti ini, tidak enak ada kekasih Bry disini. Kamu harus menghargainya."


Mommy Jhena tampak memberi pengertian pada Kim Ha Ni, namun Kim Ha Ni masih tidak mempedulikan keberadaan Vara ditengah-tengah mereka.

__ADS_1


"Apa yang kamu lihat dari perempuan kampungan dan terlihat babbo (bodoh) ini?"


Perkataan Kim Ha Ni seketika menyulut emosi Bry. Bry berdiri dari duduknya dan mencondongkan tubuhnya ke arah Kim Ha Ni.


"Jangan pernah menghina kekasihku.. Dan berhentilah mengganggu kehidupanku."


Bry menarik pelan tangan Vara mengajaknya pergi dari ruang makan, namun Vara menahan tangan Bry dan meminta Bry kembali duduk dengan isyarat matanya.


"Kamu boleh memanggil saya kampungan dan bodoh, tapi saya tidak lebih kampungan dan bodoh dari perempuan yang selalu mengejar laki-laki yang tidak mencintainya."


Apa yang dikatakan Vara, terasa sangat menohok dan menghujam di dada Kim Ha Ni. Emosi Kim Ha Ni seketika tersulut membuatnya berdiri dengan tangan kanannya tanpa sadar terangkat ke udara hendak menampar Vara. Namun Bry dengan sigap mencengkeram tangan Kim Ha Ni dengan kencang.


"Kembalilah ke Korea, atau aku akan bertindak diluar dugaanmu." Mata Bry berkilat tajam, menguarkan nada mengancam dari setiap kata yang diucapkannya.


"Iya Ha Ni.. Kamu tidak boleh seperti ini kepada kekasih Bry." Mommy Jhena ikut menimpali perkataan suaminya.


"Tidak apa-apa Mommy.. Daddy.. Biarkan dia mengatakan apapun sesuai keinginannya."


Vara yang sama sekali tidak memperlihatkan rasa marahnya, membuat kedua orangtua Bry merasa kagum. Namun apa yang dikatakan Vara ternyata mengusik hati dan pendengaran Kim Ha Ni.


"Apa aku tidak salah dengar Aunty.. Uncle.. Apa kalian mengizinkannya memanggil kalian Mommy dan Daddy?" Mata Kim Ha Ni yang menuntut penjelasan seolah akan keluar dari tempatnya.


"Kami yang memintanya memanggil kami Mommy dan Daddy, karena dia gadis yang dicintai oleh Bry."

__ADS_1


Mommy Jhena memberi penjelasan dengan nada teramat tenang, namun justru semakin mengobarkan emosi di dada Kim Ha Ni.


"I can't believe it.."


Kim Ha Ni berdiri lalu berlari menuju lantai 2 sambil menahan air mata kebencian yang siap mengalir di kedua pipinya.


"Perempuan bodoh, aku tidak akan pernah membiarkan kamu memiliki Bry. Aku akan merebutnya dari kamu' Batin Kim Ha Ni.


 


 


 


 


Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


 

__ADS_1


 


__ADS_2