Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 109 You are Star in My Dark Night


__ADS_3

Setelah Bry dan Vara selesai makan siang istimewa bersama dengan Mommy Jhena, Daddy Dave, Mama Irena dan Papa Devan di Restaurant Hotel KI, Bry dan Vara langsung pulang menuju mansion. Sedangkan keempat orangtua mereka kembali ke kediaman mereka masing-masing.


Sesampainya di halaman mansion, Vara dikejutkan dengan keberadaan mobil Sport Bugatti LVN berwarna hitam yang terparkir cantik disana.



"Ini mobil siapa Honey?"


Vara bertanya dengan rasa penasaran yang sangat tinggi sambil mengerutkan keningnya kearah Bry.


"Tentu saja mobilmu Sayang."


Bry menyunggingkan senyum manisnya namun mata Vara membulat dengan sangat sempurna, menampakan ekspresi keterkejutan yang tidak bisa ditutupi.


"Tapi ini mahal sekali Honey. Kenapa kamu membelinya? Aku tidak.."


Bry segera memotong perkataan Vara yang diduganya berisi kata penolakan.


"Ssttt.. Jangan menolak. Aku sudah mengira kamu akan menolak lalu mengomel panjang lebar. Tapi tolong terima hadiahku kali ini."


"Tapi ini terlalu mahal Honey.. Kenapa kamu menghamburkan banyak uang untukku?"


Vara berkata dengan nada manja dan sedikit memelas pada Bry.


"Tolong terima ya Sayang.. Bukankah kamu pernah bilang kalau mobil ini keren sekali, saat kamu melihatnya di internet. Lagipula mobil ini sangat cocok denganmu."


'Aku tidak boleh sembarangan memuji sesuatu lagi setelah ini, karena mungkin dia akan membelikan semua yang aku sukai.' Janji Vara dalam hati.


"Honey, aku sedang hamil besar, mana mungkin mobil itu cocok denganku."


Vara mengerucutkan bibirnya merasa kesal dengan perkataan Bry yang mengada-ada. Bry tertawa keras mendengar keluhan istrinya yang justru terdengar menggemaskan.


"Hahaha.. Baiklah.. Aku akan menjadi sopirmu selama kamu hamil dan setelah kamu melahirkan. Kamu boleh memakai mobil ini sendiri, setelah kamu benar-benar sudah kuat dan usia anak kita sudah beberapa bulan."


"Tuh kan jadi mubadzir.. Mobil kita sudah banyak dan bagus-bagus  kenapa malah membeli lagi yang baru. Lebih baik aku pakai mobilmu saja jika memang kamu akan mengantarku kemana-mana."

__ADS_1


"Ssttt.. Berhenti mengomel, ayo kita masuk."


Bry mendorong bahu Vara pelan, berusaha menghentikan omelan istrinya yang sebenarnya sangat susah  dihentikan, dan benar saja Vara masih terus saja mengomel sampai tiba dikamarnya.


Para pelayan dan pengawal yang melihat tingkah pasangan itu hanya bisa menggelengkan kepala sambil mengulum senyum.


*********************


Selesai mandi, Vara dan Bry merebahkan tubuh mereka yang cukup lelah diatas tempat tidur. Meskipun baru menjelang sore hari, tapi rasanya kantuk sudah menyerang mata mereka saat ini.


Bry menahan kepalanya dengan sebelah tangan sambil memejamkan matanya meskipun belum tertidur. Vara merangsek masuk kedalam dekapan Bry dengan tangannya memegang dada suaminya yang bidang.


"Honey.. Terima kasih untuk hadiahnya, aku menyukainya. Maafkan jika aku selalu mengomel setiap kali kamu membelikanku barang-barang mahal. Aku hanya merasa kamu terlalu berlebihan. Tapi aku sangat berterima kasih dan bersyukur dengan hadiahmu, terima kasih ya Honey.."


Bry membuka matanya dan tersenyum kearah Vara.


"Terima kasih juga Sayang, kamu bisa mengerti maksud baikku. Aku tidak selalu memberimu barang mahal, aku memberi apa yang kamu butuhkan. Tapi jika sesekali aku melakukannya, tolong jangan menolak."


Tidak ada jawaban dari mulut Vara, tapi kepalanya mengangguk dengan mantap, membuat Bry tersenyum lebih lebar.


"Honey.. Aku ingin bertanya dan tolong jawab pertanyaanku kali ini."


"Bisakah kamu bilang kisaran harga kalung berlian yang kamu berikan untuk maharku?"


'Lagi-lagi pertanyaan ini, aku tidak akan pernah menjawabnya. Bisa-bisa dia mengomel sebulan penuh kalau mengetahui harga kalung ini lebih mahal dari harga mobil barunya.' Batin Bry.


"Berhentilah menanyakan hal itu Sayang. Aku memesan khusus kalung itu karena maknanya yang dalam, aku memberimu kalung itu karena aku begitu menghargai dan mencintaimu. Meskipun kamu tidak bisa dibandingkan dengan apapun di dunia ini, karena kamu begitu berharga untukku."


Pipi Vara merona karena malu sekaligus bahagia. Vara menyadari selama ini Bry belum memberi tahu makna dibalik kalung berliontinkan berlian berbentuk bintang berwarna putih cemerlang, dengan batu safir biru berukuran lebih kecil disekelilingnya.


"Apa ada makna khusus dari kalung itu Honey?"


"Kalung itu terbuat dari batu berlian yang sangat langka. Liontin putih cemerlang berbentuk bintang itu melambangkan kamu, dan berlian biru gelap disekelilingnya melambangkan hidupku yang kelam. Kamu bagai bintang yang tiba-tiba datang menyinari gelapnya hidupku. You are star in my dark night.. You are the light of my life, My Wife.."


Air mata Vara mulai menggenang, rasa haru dan bahagia memenuhi hatinya yang menghangat. Vara memeluk Bry dengan sangat erat, air matanya tumpah seketika.

__ADS_1


"Terima kasih Honey, karena telah mencintaiku dengan tulus. Aku bersyukur karena Allah mengirim kamu untuk menjadi suamiku. Aku mencintaimu Honey."


Bry mendorong pelan tubuh Vara yang menempel padanya, memegang dagunya dan mengangkat sedikit wajah Vara agar menghadap tepat ke wajahnya.


"Aku juga mencintaimu Sayang.. Sangat mencintaimu."


Vara tiba-tiba mendaratkan bibirnya di bibir Bry dengan sangat lembut. Bry segera membalas ciuman istrinya dengan sedikit lebih bernafsu. Senyuman tersungging di wajah Bry disela-sela pagutan mereka yang mulai berubah sedikit panas. Bry melanjutkan aksinya dengan memberikan sentuhan-sentuhan di bagian-bagian sensitif Vara, sampai akhirnya sore yang sejuk itu berubah menjadi sore yang panas.


*******************


Vara menatap wajah suaminya yang tertidur karena kelelahan setelah pertempuran panjang mereka. Wajah yang begitu dikaguminya, yang semakin hari semakin dicintainya.


'Honey.. Kamu adalah pribadi yang tegas dan keras, tapi padaku kamu begitu lembut. Kamu dingin pada orang lain, tapi kamu bisa begitu hangat padaku. Kamu begitu kuat, tapi kamu bisa menunjukan sisi rapuhmu padaku. Aku begitu nyaman, setelah kamu bisa menunjukan dirimu yang sebenarnya padaku. Aku bersyukur karena Allah mengirimkan kamu untukku, disaat aku merasa di fase terendah hidupku. Disaat aku terpuruk, tiba-tiba kamu muncul dalam hidupku. Kamulah bintang yang menyinari gelapnya malamku.' Suara hati Vara.


"You are Star in My Dark Night, Honey.."


Vara menempelkan bibirnya pada bibir Bry tanpa khawatir Bry akan terbangun. Lalu Vara beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tanpa Vara sadari, Bry tersenyum meskipun dengan matanya yang masih terpejam.



Sesaat kemudian Bry membuka matanya lalu menyusul Vara ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya bersama dengan istrinya itu, tentunya dengan sedikit ide nakal di kepalanya.


*************************************


Image Source : Instagram


 


SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA BAGI YANG MERAYAKAN.. 😊


Mohon maaf ya semuanya, kalau saya mulai tidak rutin up ceritanya dan telat membalas comment. Kesibukan di dunia nyata benar-benar menyita waktu saya. Mohon maaf ya..


Semoga semua yang membaca atau mengikuti cerita saya ini, selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki. Aamiin..


Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.

__ADS_1


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


__ADS_2