Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 110 Kekhawatiran Vara


__ADS_3

MANSION BRY & VARA


Bry yang baru saja tiba sepulang dari kantor, langsung disambut beberapa pelayan dan pengawal di pintu masuk mansionnya. Diedarkan pandangannya ke segala arah, tapi Bry tidak menemukan keberadaan Vara, istrinya yang menjadi alasan utama pulang cepatnya sore ini.


"Bi Mona, dimana istriku?"


Bry menanyakan keberadaan Vara pada Kepala Pelayan Wanita berumur sekitar 45 tahun, yang sudah mengabdi pada Bry sejak pertama Bry tinggal di Indonesia.


"Nyonya Vara sedang berenang Tuan, di indoor pool."


"Sendirian?"


"Iya Tuan, karena Nyonya Vara tidak mengizinkan siapapun masuk Tuan."


"Saya kan sudah bilang Bi, apapun yang istri saya lakukan diluar kamar, harus selalu ada yang menemani. Bi Mona bisa menunjuk beberapa pelayan wanita untuk menemaninya. Bi Mona tahu kan kandungan istri saya sudah sangat besar. Saya tidak mau sesuatu yang buruk menimpa dia karena tidak ada yang mengawasinya."


"Maafkan saya Tuan. Saya sudah melakukannya, tapi Nyonya tidak mau ditemani dan menyuruh semuanya keluar."


"Lain kali hubungi saya, jika kejadian seperti ini terulang lagi. Saya yang akan berbicara terlebih dulu pada istri saya.”


“Baik Tuan..”


Setelah mendengar jawaban Bi Mona, Bry segera berjalan dengat cepat menuju indoor pool yang terletak di lantai 2.


Bry berjalan mengendap-endap memasuki indoor pool tempat Vara berenang. Dilihatnya Vara sedang membenamkan tubuhnya sampai dada di kolam renang, dengan posisi berdiri. Vara tampak melamun sehingga kedatangan Bry sama sekali tidak disadarinya.


"Sayang, apa yang sedang kamu lakukan?"


Vara yang cukup terkejut, seketika menolehkan wajahnya ke sumber suara.



"Eh Honey, sudah pulang ternyata."


"Sudah berenangnya?"


Vara menganggukan kepalanya, lalu bergerak naik dengan dibantu uluran tangan Bry.


Bry duduk di kursi pinggir kolam renang, ditariknya pelan tangan istrinya dan didudukannya tubuh Vara dipangkuannya.


"Honey, baju kamu jadi basah."


"Tidak apa-apa.. Sayang, sebenarnya apa yang kamu pikirkan? Aku melihatmu melamun tadi dan bukan berenang. Katakan ada apa Sayang?"


Bry memangku Vara dengan sebelah tangannya mengelus perut Vara yang terbuka, karena Vara hanya mengenakan bikini yang menunjukan perut besarnya.

__ADS_1


"Tadi aku berenang, tapi hanya sebentar.. Hmm, Honey.. Aku takut."


"Takut kenapa?"


"Beberapa malam ini aku terus saja bermimpi buruk. Aku takut terjadi sesuatu yang buruk saat melahirkan."


"Sstttt.. Jangan berbicara seperti itu. Kamu dan anak-anak kita akan baik-baik saja. Sayang, kita ikuti saja petunjuk dokter. Mereka tahu kondisimu, mereka akan melakukan yang terbaik. Melahirkan secara normal atau caesar sama saja. Bagiku, yang terpenting kamu dan anak-anak kita sehat dan selamat."


"Semoga aku bisa melahirkan secara normal ya Honey.."


"Semoga bisa, tapi semua tergantung kondisimu nanti. Dokter kan sudah bilang, kelahiran anak kembar berbeda dengan kelahiran 1 bayi. Dokter akan melakukan tindakan jika terlalu beresiko. Kita percayakan semuanya pada Dokter ya Sayang. Yakinlah, semuanya akan berjalan dengan lancar."


Vara mengangguk lalu menyandarkan kepalanya di bahu Bry yang kokoh.


"Ya sudah, mandilah dengan air hangat. Aku tunggu disini ya."


"Baiklah.."


Vara beranjak menuju kamar mandi yang terletak di pinggir kolam renang dan segera membersihkan dirinya.


Sementara itu, Bry masih memikirkan ketakutan istrinya itu. Memang beberapa hari ini Vara terlihat sangat gelisah dan sering kali terbangun ditengah malam, karena bermimpi buruk. Padahal Bry sudah meminta orang-orang profesional untuk memberi Vara kelas Hypnobirthing, yoga dan senam hamil agar Vara merasa lebih tenang dan siap menyambut proses kelahiran bayi kembarnya. Tapi ternyata Vara masih saja merasa tertekan dan stres.


15 menit kemudian, Vara sudah keluar dari kamar mandi dengan mengenakan gaun hamil berwarna ungu selutut yang membuat Vara terlihat begitu cantik dan anggun meskipun tanpa polesan make-up.


Bry menghampiri Vara dan mendaratkan bibirnya di kening Vara, menyalurkan perasaan cintanya yang begitu dalam pada istrinya itu.


Tatapan mata Bry berbinar penuh kekaguman, namun Vara malah memicingkan matanya karena tidak percaya dengan perkataan Bry.


"Pasti ada maunya.."


Bry terkekeh geli melihat Vara yang memasang ekspresi tidak percaya.


"Tidak Sayang, aku jujur.. Kamu semakin cantik dan anggun."


"Hmm.. Benarkah? Bilang saja kalau aku semakin gendut."


Vara mengerucutkan bibirnya semakin tidak percaya dengan perkataan Bry.


"Sayang, kenapa kamu tidak percaya. Kamu semakin cantik. Perutmu tentu saja semakin membesar karena anak kita tumbuh semakin besar. Tapi tubuhmu memang semakin seksi dan wajahmu semakin cantik."


Vara masih terdiam, karena bingung harus bereaksi seperti apa. Melihat Vara yang masih ragu dengan perkataannya, Bry akhirnya membenamkan bibirnya di bibir Vara, cukup lama dan dalam.


Bry perlahan melepas pertautan bibirnya di bibir Vara, namun menempelkan keningnya tepat di kening Vara.


"Sayang, aku tidak pernah berbohong dengan perkataanku. Apa yang aku ucapkan berasal dari hatiku. Aku menyukai semua yang ada padamu. Aku sangat mencintaimu."

__ADS_1


Vara tersenyum dengan rona merah di pipinya. Vara hendak membalas ungkapan cinta suaminya, saat tiba-tiba Vara merasakan sakit di perutnya.


"Honey.. Perutku sakit sekali.."


Bry yang terkejut, sontak langsung menggendong Vara keluar dari indoor pool. Namun saat Bry setengah berlari menggendong Vara hendak menuruni tangga, perkataan Vara menghentikan langkahnya.


“Honey.. Kita.. mau kemana? Cukup bawa aku ke kamar saja. Aku.. sudah sering.. mengalami sakit seperti ini. Mungkin ini hanya kontraksi palsu. Aduuuhhh…”


Ekpresi Vara yang tampak sangat kesakitan membuat Bry ragu menuruti permintaan Vara.


“Kamu yakin Sayang, kalau ini bukan sakit perut akan melahirkan?”


“Sepertinya.. begitu. Dokter bilang.. perkiraan melahirkan.. di usia kandungan 36 weeks, dan.. sekarang baru 34 weeks. Honey.. minta Bi Mona membawakan air hangat. Rasanya sakit sekali. Aduuuh..”


Bukannya membawa Vara ke kamar dan meminta Bi Mona membawakan air hangat, Bry malah meneruskan langkahnya menuruni tangga menuju halaman mansion. Yang ada dipikiran Bry saat ini adalah membawa Vara ke Rumah Sakit agar bisa diberikan pertolongan sesegera mungkin.


Para pengawal dan pelayan terkejut melihat Tuan mereka menuruni tangga sambil menggendong istrinya dengan ekspresi panik.


"Jody.. Antar ke Rumah Sakit!"


Jody sopir pribadi Bry, mendahului langkah Bry dan segera membukakan pintu mobil bagian belakang.


Bry segera memasukan Vara kedalam mobil, sementara Jody segera melajukan mobilnya setelah memastikan kedua majikannya sudah siap.


1 mobil berisi pengawal pun mengikuti mobil Bry dari belakang. Jofran, Kepala Pengawal Bry juga sudah melaporkan hal ini kepada Daniel. Sehingga Daniel dan Kevin yang masih berada di kantor pun, segera bergegas menyusul ke Rumah Sakit.


RUMAH SAKIT BR GROUP


Kedatangan Bry di Rumah Sakit yang tanpa pemberitahuan, membuat pihak Rumah Sakit terkejut. Dokter Anata dan Tim-nya segera bersiap, mengantisipasi jika Vara akan melahirkan hari ini.


Vara sudah terbaring di kamar VVIP khusus pemilik Rumah Sakit BR Group. Dokter Anata segera memeriksa keadaan Vara yang berbaring dengan gelisah dan selalu mengeluhkan perutnya yang sakit.


"Nyonya Vara akan segera melahirkan, sekarang sudah pembukaan ketiga."


"Apaaaa???"


*****************************


Image Source : Instagram (Edited)


Mohon maaf ya semuanya, kalau saya mulai tidak rutin up ceritanya dan telat membalas comment. Kesibukan di dunia nyata benar-benar menyita waktu saya. Mohon maaf ya..


Semoga semua yang membaca atau mengikuti cerita saya ini, selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki. Aamiin..


Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.

__ADS_1


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


__ADS_2